Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Bupati Ipuk Tinjau Budidaya Melon Hidroponik di Kalibaru, Panen 1.000 Buah Tiap Dua Pekan

Ali Sodiqin • Kamis, 26 Februari 2026 | 08:00 WIB

Ipuk tinjau melon hidroponik di Kalibaru Banyuwangi, panen 1.000 buah tiap dua pekan, dorong pertanian modern.
Ipuk tinjau melon hidroponik di Kalibaru Banyuwangi, panen 1.000 buah tiap dua pekan, dorong pertanian modern.

RADARBANYUWANGI.ID – Sektor pertanian terus menjadi pengungkit utama perekonomian Banyuwangi.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mendorong warga untuk mengembangkan potensi pertanian modern bernilai tambah, salah satunya melalui budidaya melon hidroponik.

Hal itu terlihat saat Ipuk meninjau budidaya melon di Villa Green House, Dusun Tegalgondo, Desa Kajarharjo, Kecamatan Kalibaru, Rabu (25/2/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Ipuk tidak hanya melihat proses budidaya, tetapi juga ikut memanen melon langsung di dalam greenhouse.

“Ada beberapa jenis melon kualitas premium yang ada di sini, tapi saya ikut manen salah satunya yakni jenis Kirin. Yang jelas, melon di sini itu semua tipenya crunchy (renyah),” ujar Ipuk di sela kunjungan kerjanya.

Photo
Photo

7.500 Tanaman di Lahan 10 x 50 Meter

Dilansir dari laman banyuwangikab.go.id, di lahan seluas kurang lebih 10 x 50 meter tersebut, dibudidayakan sekitar 7.500 tanaman melon menggunakan sistem hidroponik drip irrigation. Sistem ini memungkinkan suplai air dan nutrisi diberikan secara terkontrol dan merata ke setiap tanaman.

Teknologi tersebut membuat pertumbuhan tanaman lebih optimal dan kualitas buah lebih terjaga. Setiap dua pekan, greenhouse yang dikelola secara perorangan itu mampu memanen sekitar 1.000 buah melon.

“Produksinya sudah tertata dengan baik. Ini contoh pertanian modern yang bisa terus dikembangkan. Saya juga minta Dinas Pertanian untuk terus mendampingi,” pinta Ipuk.

Tiga Varietas Premium

Di greenhouse tersebut dibudidayakan tiga varietas utama. Yakni Kirin atau Golden Kirin berwarna kuning bernet, Sweet Hami (Hami Gua) berkulit hijau, serta Golden Aroma dengan kulit hijau dan daging berwarna oranye.

Pengelola greenhouse, Imam Badrus Soleh, mengatakan usaha budidaya melon ini telah berjalan selama dua tahun. Sebelumnya, lahan tersebut ditanami cabai. Namun karena kondisi lingkungan dinilai lebih cocok untuk melon, komoditas itu kemudian menjadi fokus pengembangan.

“Dalam satu pohon hanya dipertahankan satu buah agar kualitas dan ukuran maksimal,” jelas Badrus.

Siklus tanam hingga panen berlangsung sekitar 70–80 hari. Jika dihitung dengan masa persiapan, total waktu produksi kurang lebih tiga bulan.

Rata-rata bobot produksi per pohon berkisar antara 1,5 hingga 2 kilogram. Setelah panen, tanaman dibongkar dan dilakukan penanaman ulang untuk siklus berikutnya.

Tingkat Kemanisan Tinggi

Dari sisi kualitas, melon yang dihasilkan memiliki tingkat kemanisan (brix) cukup tinggi. Varietas Kirin dan Sweet Hami mampu mencapai brix 16–18. Sementara Golden Aroma berada pada kisaran brix 13–15 saat panen.

“Harga jual melon bervariasi. Varietas Kirin dipasarkan sekitar Rp 35.000 per kilogram, sedangkan Sweet Hami dan Golden Aroma sekitar Rp 30.000 per kilogram. Untuk pasar sementara masih wilayah Banyuwangi dan beberapa juga dijual ke Jember,” kata Badrus.

Dengan harga tersebut, budidaya melon hidroponik dinilai memiliki prospek ekonomi yang menjanjikan, terutama karena permintaan buah premium terus meningkat.

Pertanian Modern Didorong Berkembang

Ipuk menegaskan, Pemkab Banyuwangi akan terus mendorong pengembangan pertanian modern berbasis teknologi. Selain meningkatkan produktivitas, sistem greenhouse dan hidroponik dinilai lebih efisien dalam penggunaan lahan dan air.

Menurutnya, inovasi pertanian seperti ini perlu direplikasi di wilayah lain, terutama bagi generasi muda yang ingin terjun ke sektor agribisnis dengan pendekatan modern.

Silaturahmi dan Layanan Publik di Kalibaru

Selain meninjau potensi pertanian, dalam kunjungannya ke Kalibaru, Ipuk juga menggelar silaturahmi bersama warga di kawasan Masjid Ar Raudloh, Desa Kalibaruwetan.

Dalam kegiatan tersebut, Pemkab Banyuwangi menghadirkan berbagai layanan publik secara langsung. Mulai dari pengurusan administrasi kependudukan, pembayaran PBB, layanan Nomor Induk Berusaha (NIB), Persetujuan Bangunan Gedung (PBG), klinik UMKM, layanan Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI), konsultasi sosial, hingga pemeriksaan kesehatan gratis.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan buka puasa bersama warga.

“Ramadan kita jadikan momen untuk bersilaturahmi lebih intens dengan warga. Biasanya kami berbuka dan menggelar tarawih di masjid-masjid kampung. Kami juga sediakan cek kesehatan gratis hingga kepengurusan dokumen kependudukan,” kata Ipuk.

Melalui pendekatan pertanian modern dan pelayanan publik yang jemput bola, Pemkab Banyuwangi berharap sektor pertanian tetap menjadi tulang punggung ekonomi daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani dan pelaku agribisnis lokal. (*)

 

Editor : Ali Sodiqin
#bupati ipuk #Melon Hidroponik #Villa Green House #kalibaru #banyuwangi #pertanian