Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Stok Minyakita Banyuwangi Aman Jelang Lebaran, Bulog Siapkan 138 Ribu Liter Antisipasi Lonjakan 50 Persen

Fredy Rizki Manunggal • Kamis, 26 Februari 2026 | 01:00 WIB

Kapolresta Kombespol Rofiq Ripto Himawan saat mengikuti sidak stok minyak goreng di gudang Bulog Banyuwangi, Rabu (25/2).
Kapolresta Kombespol Rofiq Ripto Himawan saat mengikuti sidak stok minyak goreng di gudang Bulog Banyuwangi, Rabu (25/2).

RADARBANYUWANGI.ID – Lonjakan konsumsi minyak goreng (migor) selama Ramadan hingga Idul Fitri mulai diantisipasi serius.

Perum Bulog Kantor Cabang Banyuwangi memastikan cadangan stok Minyakita dalam kondisi aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Bahkan, Bulog memproyeksikan peningkatan konsumsi minyak goreng bisa melonjak hingga 50 persen menjelang Lebaran.

Photo
Photo

Stok Capai 138 Ribu Liter

Pimpinan Cabang Perum Bulog Banyuwangi, Dwiana Puspitasari, menyebutkan hingga pekan pertama Ramadan, stok Minyakita yang tersimpan di gudang Bulog Banyuwangi mencapai 38 ribu liter.

Jumlah tersebut masih akan bertambah 100 ribu liter yang saat ini dalam perjalanan menuju Banyuwangi. Dengan tambahan itu, total stok diperkirakan mencapai 138 ribu liter.

“Sejak 20 Desember lalu hingga kemarin, Bulog telah menyalurkan 368 ribu liter Minyakita kepada 108 kios yang tersebar di Banyuwangi. Penyaluran terus dilakukan secara bertahap sesuai kapasitas gudang masing-masing kios,” kata Dwiana.

Menurutnya, total stok tersebut dinilai cukup untuk menutupi lonjakan permintaan selama periode Ramadan hingga Idul Fitri.

Distribusi Bertahap dan Pengawasan Harga

Dwiana menjelaskan, Bulog hanya mendistribusikan sekitar 35 persen dari total Minyakita yang beredar di pasaran. Sisanya disalurkan langsung oleh produsen melalui distributor kepada konsumen.

Meski demikian, Bulog bersama Satgas Pangan tetap melakukan pengawasan ketat terhadap penjualan di tingkat pengecer. Tujuannya, agar harga tidak melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah sebesar Rp 15.700 per liter.

“Distribusi dari Bulog ke pedagang atau pengecer masih terus berjalan. Jumlah penyaluran disesuaikan dengan daya tampung gudang kios. Kita juga melakukan pengawasan agar harga tetap sesuai,” ujarnya.

Pengawasan ini penting untuk menjaga stabilitas harga di pasaran, terutama saat permintaan meningkat signifikan menjelang Lebaran.

Pengecer Wajib Penuhi Syarat Ketat

Untuk menjadi pengecer Minyakita dari Bulog, pedagang wajib memenuhi sejumlah persyaratan administratif. Di antaranya memiliki KTP, NPWP, dan Nomor Induk Berusaha (NIB).

Selain itu, mereka juga harus mendaftar melalui sistem resmi, serupa dengan mekanisme distribusi beras SPHP. Dengan sistem tersebut, setiap pemesanan akan tercatat secara digital, termasuk jumlah dan lokasi suplai.

“Kami terus memantau agar Minyakita tetap tersedia dengan harga terjangkau bagi masyarakat,” tegas Dwiana.

Sistem ini diterapkan untuk mencegah penyelewengan distribusi dan memastikan pasokan tepat sasaran.

Pemkab Pastikan Ketersediaan Sembako

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani turut meninjau langsung kondisi gudang Bulog guna memastikan stok sembako, termasuk minyak goreng, benar-benar mencukupi kebutuhan warga selama Ramadan hingga Idul Fitri.

Menurut Ipuk, ketersediaan barang sangat berkaitan dengan stabilitas harga di pasaran. Jika stok aman, maka potensi lonjakan harga bisa ditekan.

“Kami ingin memastikan kebutuhan sembako, termasuk minyak goreng, tercukupi. Karena ketersediaan barang akan berkaitan dengan harga di pasaran,” tandasnya.

Pemkab Banyuwangi bersama Bulog dan Satgas Pangan akan terus memantau pergerakan distribusi dan harga di lapangan. Langkah ini diambil agar masyarakat dapat menjalani Ramadan dan menyambut Idul Fitri dengan tenang tanpa kekhawatiran terhadap kelangkaan bahan pokok.

Dengan proyeksi kenaikan konsumsi hingga 50 persen, kesiapan stok 138 ribu liter Minyakita menjadi penopang penting dalam menjaga stabilitas pasokan minyak goreng di Banyuwangi. (fre/aif)

Editor : Ali Sodiqin
#bulog #lebaran #banyuwangi #MinyaKita