RADARBANYUWANGI.ID - Harga beras medium di Jawa Timur per Rabu (25/2/2026) pukul 08.32 WIB tercatat rata-rata Rp13.052 per kilogram.
Data dari laman siskaperbapo.jatimprov.go.id ini dihimpun dari 21 kabupaten/kota yang telah melaporkan harga, dari total 38 daerah di provinsi ini.
Peta harga menunjukkan variasi cukup lebar antarwilayah. Kabupaten Gresik mencatat harga tertinggi, sementara Kabupaten Jember menjadi yang terendah.
Gresik Tertinggi, Jember Terendah
Harga rata-rata tertinggi beras medium tercatat di Kabupaten Gresik sebesar Rp14.500 per kilogram. Angka ini lebih dari 10 persen di atas rata-rata provinsi.
Di posisi berikutnya ada Kota Madiun dengan Rp14.000 per kilogram, disusul Kabupaten Pasuruan Rp13.700 dan Kabupaten Jombang Rp13.666 per kilogram.
Sementara harga terendah tercatat di Kabupaten Jember sebesar Rp12.166 per kilogram. Selisih antara harga tertinggi dan terendah mencapai Rp2.334 per kilogram.
Daftar Lengkap Harga Beras Medium per Kg
Berikut daftar harga rata-rata beras medium di 21 kabupaten/kota yang sudah melaporkan:
- Kabupaten Gresik: Rp14.500
- Kota Madiun: Rp14.000
- Kabupaten Pasuruan: Rp13.700
- Kabupaten Jombang: Rp13.666
- Kabupaten Mojokerto: Rp13.525
- Kabupaten Bondowoso: Rp13.425
- Kota Pasuruan: Rp13.200
- Kabupaten Situbondo: Rp13.200
- Kabupaten Madiun: Rp13.175
- Kabupaten Magetan: Rp13.166
- Kabupaten Sumenep: Rp13.000
- Kabupaten Lamongan: Rp13.000
- Kabupaten Tuban: Rp12.733
- Kabupaten Kediri: Rp12.700
- Kabupaten Ngawi: Rp12.666
- Kabupaten Tulungagung: Rp12.600
- Kabupaten Bojonegoro: Rp12.500
- Kabupaten Bangkalan: Rp12.400
- Kota Malang: Rp12.400
- Kabupaten Banyuwangi: Rp12.375
- Kabupaten Jember: Rp12.166
Sementara 17 daerah lainnya seperti Kota Surabaya, Kota Kediri, Kabupaten Sidoarjo, hingga Kabupaten Malang masih belum melaporkan data harga per pagi ini.
Mayoritas Masih dalam Rentang Normal
Jika mengacu pada rata-rata provinsi Rp13.052 per kilogram, sebagian besar daerah masih berada dalam rentang 10 persen dari harga rata-rata.
Hanya beberapa wilayah yang masuk kategori lebih dari 10 persen di atas rata-rata, seperti Kabupaten Gresik.
Perbedaan harga ini dipengaruhi sejumlah faktor, mulai dari distribusi, ketersediaan stok, hingga pola permintaan masyarakat di masing-masing daerah.
Faktor Distribusi dan Permintaan
Pengamat pangan menilai disparitas harga antarwilayah masih dalam batas wajar.
Daerah dengan akses distribusi lebih dekat ke sentra produksi umumnya memiliki harga lebih kompetitif.
Sebaliknya, wilayah dengan permintaan tinggi atau biaya distribusi lebih besar cenderung mencatat harga lebih tinggi.
Imbauan Pantau Harga Secara Berkala
Masyarakat di Jawa Timur diimbau memantau perkembangan harga secara berkala, terutama menjelang periode peningkatan konsumsi.
Stabilitas harga beras medium menjadi kunci menjaga daya beli masyarakat dan menekan laju inflasi pangan.
Dengan rata-rata Rp13.052 per kilogram, harga beras medium di Jawa Timur masih tergolong terkendali, meski disparitas antarwilayah tetap perlu menjadi perhatian pemerintah daerah. (*)
Editor : Ali Sodiqin