RADARBANYUWANGI.ID - Harga barang kebutuhan pokok di tingkat nasional pada periode terbaru menunjukkan pergerakan beragam.
Berdasarkan data Harga Nasional Tertimbang (HNT) dengan bobot konsumsi Survei Biaya Hidup (SBH) 2022 yang direkomendasikan Badan Pusat Statistik (BPS), sebagian komoditas mengalami kenaikan, sementara lainnya cenderung stabil bahkan turun tipis.
Dilansir dari laman sp2kp.kemendag.go.id, perubahan ini menjadi perhatian masyarakat karena berpengaruh langsung terhadap daya beli serta inflasi pangan nasional.
Beras Masih Relatif Stabil
Komoditas utama masyarakat, yakni beras, tercatat bergerak sangat terbatas.
- Beras Medium: Rp 13.657/kg (naik 0,01%)
- Beras Premium: Rp 15.295/kg (turun 0,02%)
Stabilnya harga beras menunjukkan pasokan nasional masih terjaga di awal periode pengamatan.
Minyak Goreng dan Gula: Fluktuasi Tipis
Sejumlah komoditas rumah tangga mencatat pergerakan kecil:
- Gula Pasir Curah: Rp 17.794/kg (naik 0,02%)
- Minyak Goreng Sawit Premium: Rp 21.169/liter (turun 0,14%)
- Minyak Goreng Sawit Curah: Rp 18.117/liter (turun 0,05%)
- Minyakita: Rp 15.986/liter (turun 0,05%)
Penurunan tipis pada minyak goreng menunjukkan dinamika pasar yang masih mengikuti pola distribusi dan pasokan domestik.
Daging dan Telur: Pergerakan Terbatas
Untuk komoditas protein hewani, harga cenderung stabil:
- Daging Sapi Paha Belakang: Rp 136.149/kg (turun 0,05%)
- Daging Ayam Ras: Rp 41.178/kg (naik 0,01%)
- Telur Ayam Ras: Rp 30.877/kg (naik 0,09%)
Stabilitas ini dinilai penting untuk menjaga keseimbangan konsumsi masyarakat, terutama menjelang periode permintaan tinggi.
Tepung dan Kedelai
Komoditas bahan baku industri makanan juga menunjukkan variasi kecil:
- Tepung Terigu: Rp 12.451/kg (naik 0,08%)
- Kedelai Impor: Rp 13.299/kg (turun 0,11%)
Pergerakan ini relatif moderat dan belum menunjukkan gejolak signifikan.
Lonjakan Terbesar: Cabai Merah dan Cabai Rawit
Komoditas hortikultura menjadi sorotan utama karena mencatat kenaikan cukup tajam.
- Cabai Merah Keriting: Rp 45.919/kg (naik 1,33%)
- Cabai Rawit Merah: Rp 78.235/kg → Rp 81.443/kg (naik 4,10%)
- Cabai Merah Besar: Rp 44.415/kg → Rp 48.335/kg (naik 8,83%)
Kenaikan tertinggi terjadi pada cabai merah besar, yang hampir mendekati 9 persen.
Lonjakan harga cabai biasanya dipengaruhi faktor cuaca, distribusi, serta pola panen musiman.
Komoditas ini dikenal memiliki kontribusi signifikan terhadap inflasi pangan.
Bawang Merah Naik, Bawang Putih Turun
- Bawang Merah: Rp 41.233/kg (naik 0,73%)
- Bawang Putih Honan: Rp 36.858/kg (turun 0,42%)
Pergerakan ini menunjukkan dinamika pasokan yang berbeda antara komoditas impor dan lokal.
Metode Penghitungan HNT
Data harga nasional ini menggunakan metode Harga Nasional Tertimbang (HNT), yang dihitung berdasarkan bobot konsumsi SBH 2022 sesuai rekomendasi Badan Pusat Statistik (BPS).
Metode ini bertujuan memberikan gambaran harga yang lebih representatif secara nasional, bukan hanya di satu wilayah tertentu.
Implikasi ke Depan
Dengan sebagian besar komoditas relatif stabil dan hanya beberapa bahan pangan mengalami kenaikan, kondisi ini menunjukkan pasar kebutuhan pokok masih terkendali.
Namun, lonjakan pada cabai tetap perlu diwaspadai karena dapat memengaruhi harga di tingkat konsumen.
Pemerintah dan pelaku distribusi diharapkan terus menjaga stabilitas pasokan, terutama pada komoditas hortikultura yang sensitif terhadap faktor cuaca. (*)
Editor : Ali Sodiqin