Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Harga Emas Dunia Tembus US$5.100, Analis Prediksi Bisa Lanjut ke US$5.200 di Pekan Ini

Ali Sodiqin • Senin, 23 Februari 2026 | 08:30 WIB

Ilustrasi, harga emas dan perak anjlok tajam.
Ilustrasi, harga emas dan perak anjlok tajam.

RADARBANYUWANGI.ID - Harga emas dunia diperkirakan berpotensi melampaui level psikologis US$5.100 per troy ons pada perdagangan pekan ini.

Bahkan, pada penutupan akhir pekan lalu, logam mulia tersebut telah menembus dan bertahan di atas level tersebut.

Berdasarkan data pasar, pada akhir perdagangan Jumat (20/2/2026), harga emas menguat signifikan seiring pelemahan dolar Amerika Serikat (AS).

Sentimen pasar turut dipengaruhi oleh dinamika kebijakan perdagangan setelah putusan Mahkamah Agung AS yang membatalkan sebagian kebijakan tarif global Presiden Donald Trump.

Mengacu data Bloomberg, harga emas di pasar spot ditutup menguat 2,23% atau 111,35 poin ke posisi US$5.107,45 per troy ons pada Jumat (20/2/2026).

Sementara itu, harga emas berjangka Comex AS menguat 1,67% atau 83,5 poin ke level US$5.080,90 per troy ons.

Putusan Mahkamah Agung AS Jadi Sentimen Utama

Dalam pemberitaan Bloomberg, Mahkamah Agung AS menilai Trump telah melampaui kewenangannya dengan menggunakan undang-undang darurat federal untuk menerapkan tarif “resiprokal” secara luas, termasuk pajak impor yang ditargetkan.

Putusan ini membatalkan sebagian besar tarif yang diberlakukan pada periode jabatan keduanya.

Kondisi tersebut memicu kekhawatiran pasar terhadap potensi tekanan pada penerimaan negara dan anggaran pemerintah AS.

Sejumlah analis menilai situasi ini dapat mendorong penggunaan instrumen moneter untuk menopang kebijakan fiskal.

Kepala Strategi Komoditas Global TD Securities, Bart Melek, mengatakan keputusan tersebut berpotensi menekan anggaran pemerintah AS.

Menurutnya, kondisi ini dapat meningkatkan spekulasi penggunaan instrumen moneter, yang pada akhirnya menguntungkan emas sebagai aset lindung nilai.

“Ini akan menekan anggaran, sehingga meningkatkan spekulasi bahwa instrumen moneter mungkin perlu digunakan untuk membiayai pemerintah. Ini menguntungkan bagi emas,” ujarnya.

Analisis: Tren Bullish Masih Terjaga

Berdasarkan riset Dupoin Futures, harga emas dunia masih berpeluang melanjutkan tren penguatan pada pekan terakhir Februari 2026.

Meski demikian, saat ini pergerakan harga memasuki fase konsolidasi setelah reli tajam sebelumnya.

Analis Dupoin Futures, Andy Nugraha, menjelaskan bahwa secara teknikal pada timeframe H4, emas masih menunjukkan kecenderungan bullish.

Namun, pasar tengah berada dalam fase keseimbangan antara tekanan beli dan jual.

Dalam fase ini, pelaku pasar cenderung menunggu katalis baru, terutama dari data ekonomi utama AS, sebelum menentukan arah selanjutnya.

“Apabila tekanan bullish tetap dominan dan harga mampu mempertahankan momentum penguatannya, maka emas berpotensi melanjutkan kenaikan hingga menguji area resistance di sekitar level US$5.100 pada pekan depan,” ungkap Andy dalam risetnya.

Harga Emas Menguat di Awal Pekan

Tren penguatan berlanjut pada awal pekan ini. Pada Senin (23/2/2026) pagi, harga emas kembali bergerak naik.

Berdasarkan data Bloomberg, harga emas di pasar spot menguat 1,02% atau 52,28 poin ke level US$5.159,73 per troy ons pada pukul 06.48 WIB.

Sementara itu, harga emas berjangka Comex AS kontrak April 2026 juga menguat 1,82% atau 92,5 poin ke level US$5.172,6 per troy ons.

Kenaikan ini memperkuat sentimen bahwa emas masih berada dalam tren positif, didukung kombinasi faktor fundamental dan teknikal.

Prospek Harga Emas Pekan Ini

Secara umum, harga emas dunia saat ini berada dalam momentum kuat.

Kombinasi pelemahan dolar AS, ketidakpastian kebijakan perdagangan, serta ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan ekonomi AS menjadi pendorong utama.

Meski demikian, analis mengingatkan bahwa fase konsolidasi tetap mungkin terjadi sebelum harga menentukan arah berikutnya.

Investor disarankan mencermati perkembangan data ekonomi AS, pergerakan indeks dolar, serta kebijakan bank sentral global.

Dengan posisi terbaru yang telah menembus US$5.100 per troy ons, emas kembali menegaskan statusnya sebagai aset safe haven di tengah dinamika geopolitik dan ketidakpastian ekonomi global.

Pergerakan harga dalam beberapa hari ke depan akan menjadi penentu apakah emas mampu mempertahankan level tersebut atau melanjutkan reli menuju rekor baru. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#harga emas dunia #harga emas hari ini #prediksi harga emas