Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Operasi Pasar Jelang Ramadan 2026 di Banyuwangi Digencarkan, Bulog-Pemkab-BI Jaga Harga dan Tekan Inflasi

Ali Sodiqin • Kamis, 12 Februari 2026 | 15:30 WIB

STABILISASI HARGA: Warga memanfaatkan operasi pasar untuk mendapatkan bahan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau.
STABILISASI HARGA: Warga memanfaatkan operasi pasar untuk mendapatkan bahan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau.

RADARBANYUWANGI.ID - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi bersama Perum Bulog dan Bank Indonesia (BI) menggencarkan operasi pasar menjelang bulan suci Ramadan 2026.

Langkah ini dilakukan untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok, memastikan pasokan aman, sekaligus menekan laju inflasi daerah.

Operasi pasar digelar rutin setiap hari di berbagai kecamatan dan pusat keramaian, mulai pasar tradisional hingga titik strategis yang mudah dijangkau masyarakat. Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung hingga 16 Maret 2026.

Kepala Bulog Kantor Cabang Banyuwangi, Dwiana Puspitasari, mengatakan operasi pasar menjadi instrumen utama untuk mengintervensi harga jika terjadi gejolak di pasaran.

“Upaya yang kita lakukan ini untuk memastikan pasokan tetap aman, inflasi terkendali, serta tetap sesuai dengan ketentuan,” ujarnya, dilansir dari banyuwangikab.go.id.

Stok Beras 94.000 Ton, Siap Penuhi Kebutuhan Ramadan

Dwiana memastikan ketersediaan beras di gudang Bulog sangat mencukupi. Saat ini, stok beras mencapai 94.000 ton.

Jumlah tersebut dinilai lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Banyuwangi selama Ramadan hingga Idulfitri.

“Stok beras kita itu mencapai 94.000 ton. Ini sangat mengcover kebutuhan Banyuwangi. Bahkan kita bisa menyuplai daerah yang defisit beras seperti Papua, NTT, dan Bali,” terangnya.

Selain beras, minyak goreng rakyat juga dipastikan aman. Bahkan, kuota distribusi minyak goreng rakyat mengalami penambahan untuk mengantisipasi lonjakan permintaan.

Dalam operasi pasar, beras dan minyak goreng dijual sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET). Untuk minyak goreng rakyat, harga dipatok Rp15.700 per liter.

Pengawasan Ketat, Pedagang Dilarang Jual di Atas HET

Untuk memastikan harga tetap terkendali, setiap kios yang mendapat suplai dari Bulog dipasangi banner dan stiker imbauan agar tidak menjual di atas HET. Bulog juga melakukan pengawasan langsung di lapangan.

“Apabila nanti terjadi pelanggaran, pasti kita akan memberikan surat peringatan. Bisa-bisa nanti kita suspend, kita putus, tidak kita supply lagi,” tegas Dwiana.

Langkah tegas tersebut dilakukan agar distribusi bahan pokok bersubsidi benar-benar dirasakan masyarakat dan tidak dimanfaatkan oleh oknum yang ingin mengambil keuntungan berlebih.

Sinergi Tekan Inflasi dan Cegah Panic Buying

Operasi pasar yang digelar Pemkab Banyuwangi, Bulog, dan Bank Indonesia merupakan bagian dari strategi pengendalian inflasi menjelang hari besar keagamaan nasional (HBKN).

Ramadan dan Idulfitri biasanya memicu peningkatan konsumsi yang berdampak pada kenaikan harga.

Karena itu, pemerintah mengimbau masyarakat tidak melakukan panic buying. Stok bahan pokok dipastikan aman dan distribusi berjalan lancar.

Dengan operasi pasar yang digelar setiap hari hingga pertengahan Maret, diharapkan harga bahan pokok tetap stabil dan daya beli masyarakat terjaga.

Langkah antisipatif ini sekaligus menjadi bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menjaga ketahanan pangan serta memastikan masyarakat dapat menjalani ibadah Ramadan dengan tenang tanpa dibayangi lonjakan harga kebutuhan pokok. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#idulfitri #bulog #Inflasi #pemkab banyuwangi #stok pangan #Bank Indonesia #operasi pasar #ramadan