Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Bukan Batu Bara, Angkutan Barang KAI Januari 2026 Tembus 983 Ribu Ton

Lugas Rumpakaadi • Selasa, 3 Februari 2026 | 19:15 WIB
KAI angkut 983 ribu ton barang non batu bara pada Januari 2026.
KAI angkut 983 ribu ton barang non batu bara pada Januari 2026.

RADARBANYUWANGI.ID - PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatatkan kinerja positif pada layanan angkutan barang non batu bara sepanjang Januari 2026.

Dalam periode tersebut, KAI berhasil mengangkut sebanyak 983.036 ton barang, menegaskan peran strategis moda perkeretaapian dalam mendukung sistem distribusi logistik nasional yang andal, terjadwal, dan berkelanjutan.

Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menyampaikan bahwa capaian ini mencerminkan meningkatnya kepercayaan dunia usaha terhadap layanan angkutan barang berbasis rel.

Menurutnya, kereta api dinilai mampu menghadirkan kepastian waktu tempuh, kapasitas angkut besar, serta pola operasional yang terukur, sehingga menjadi alternatif logistik yang kompetitif bagi berbagai sektor industri.

Beragam komoditas diangkut oleh KAI selama periode tersebut, mulai dari semen, petikemas, bahan bakar minyak (BBM), hasil perkebunan, hingga barang ritel.

Keragaman muatan ini menunjukkan fleksibilitas layanan KAI dalam menjawab kebutuhan distribusi lintas sektor, baik industri dasar, energi, maupun pemenuhan kebutuhan konsumsi masyarakat.

Anne menjelaskan bahwa angkutan semen dan hasil perkebunan memiliki kontribusi penting dalam menjaga kelancaran pasokan material pembangunan serta distribusi komoditas unggulan daerah.

Sementara itu, layanan petikemas dan ritel berperan strategis dalam memastikan kesinambungan distribusi barang konsumsi, khususnya pada koridor logistik utama yang menghubungkan pusat produksi dengan pasar.

Dari sisi energi, angkutan BBM oleh KAI turut mendukung ketahanan pasokan nasional.

Pola pengiriman yang terjadwal dan terkontrol memungkinkan distribusi dalam volume besar dengan tingkat efisiensi yang stabil, sehingga membantu menjaga ketersediaan energi bagi sektor transportasi, industri, maupun rumah tangga.

Selain mendukung kelancaran distribusi, kinerja angkutan barang KAI juga berkontribusi terhadap pengurangan beban lalu lintas jalan raya.

Peralihan distribusi ke jalur rel membantu menekan kepadatan angkutan darat, meningkatkan keselamatan transportasi, serta mendorong efisiensi biaya logistik secara agregat di tingkat nasional.

Ke depan, KAI terus memperkuat layanan angkutan barang melalui optimalisasi sarana dan prasarana, pengembangan terminal, peningkatan keandalan rangkaian, serta kolaborasi dengan mitra logistik.

Integrasi antarmoda juga menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam menjaga kinerja yang berkelanjutan.

“Ke depan, KAI berkomitmen menjadikan angkutan barang sebagai salah satu pilar utama bisnis perusahaan. Dengan pendekatan berbasis data dan kebutuhan pasar, kami menargetkan layanan logistik yang semakin relevan, efisien, serta berkontribusi positif bagi pertumbuhan ekonomi dan kelancaran distribusi barang di seluruh wilayah Indonesia,” tegas Anne.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#KAI #Barang #Kereta Api