Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Harga Cabai Rawit di Genteng Banyuwangi Tembus Rp 82 Ribu

Salis Ali Muhyidin • Jumat, 12 Desember 2025 | 11:45 WIB
JAJAKAN DAGANGAN: Salah satu pedagang Pasar Genteng 1 sedang menunggu pembeli, Kamis (11/12).
JAJAKAN DAGANGAN: Salah satu pedagang Pasar Genteng 1 sedang menunggu pembeli, Kamis (11/12).

RADARBANYUWANGI.ID – Dua pekan menjelang libur Natal 2025 dan 2026, harga sejumlah komoditas di pasaran mulai terkerek. Salah satunya cabai rawit.

Di Pasar Genteng 1, Desa Gentengkulon, Kecamatan Genteng, Banyuwangi, harga komoditas yang identik dengan rasa pedas ini dua kali mengalami kenaikan hanya dalam kurun sepekan.

Pekan lalu, harga cabai rawit di Pasar Genteng 1 “hanya” Rp 60 ribu per kilogram (kg).

Beberapa hari berselang, hanga komoditas yang satu ini naik menjadi Rp 72 ribu per kg.

Tidak berhenti di situ, Kamis (11/12) harga cabai rawit di pasar tradisional tersebut kembali meroket hingga menjadi Rp 82 ribu per kg.

Petugas Pasar Genteng 1 Arif Kurniawan mengatakan, lonjakan pengunjung pasar diprediksi terjadi pada pekan-pekan terakhir sebelum Natal 2025.

“Biasanya ada lonjakan pengunjung sedikit demi sedikit, tapi kali ini masih sepi,” ujarnya kemarin. 

Arif menyebut, dari pemantauan yang ia lakukan, kenaikan harga cabai disebabkan stok bahan dapur yang mulai menipis.

Banyak petani yang baru memulai menanam cabai di awal bulan lalu.

“Harga cabai masih fluktuatif, dalam sehari naik turunnya bisa sampai Rp 10 ribu per kg,” terangnya.

Salah satu pedagang, Darwati, 53, menyebut kenaikan harga cabai sudah biasa terjadi setiap kali peringatan Natal.

Tingginya permintaan menjadi salah satu penyebab harga cabai mengalami kenaikan.

"Pasar juga sudah mulai ramai, kemungkinan banyak yang belanja stok buat liburan nanti," katanya.

Selain itu, lanjut Darwati, banyak petani yang mengeluhkan gagal panen karena faktor cuaca.

Hujan lebat yang belakangan terjadi mengakibatkan tanaman cabai gagal tumbuh dengan baik.

“Kondisi cuaca yang sering hujan seperti saat ini mungkin menjadi salah satu penyebab harga cabai naik lagi,” terangnya.

Selain cabai rawit, Darwati mentebut harga harga telur ayam juga naik.

Sebelumnnya harga telus ayam ras hanya sekitar Rp 27 ribu per kilogram, sedangkan kemarin mencapai Rp 28 ribu per kilogram.

“Harga telur ayam ras memang sering naik turun, paling mahal menyentuh harga Rp 30 ribu per kg, itu terjadi bulan lalu,” pungkasnya. (sas/sgt)

Editor : Ali Sodiqin
#Pasar Genteng #cabai rawit #banyuwangi #harga naik