
RADAR BANYUWANGI - Ketika jutaan warga Jabodetabek terlelap, puluhan petugas prasarana LRT Jabodebek justru memulai giliran kerja krusial mereka.
Setiap dini hari, tepatnya pada masa jeda operasional pukul 00.00 hingga 04.00 WIB, lintasan rel sepanjang kurang lebih 43 kilometer disisir tanpa celah demi memastikan keselamatan ribuan penumpang keesokan paginya.
Langkah terencana ini menjadi fondasi utama dalam menjaga kelancaran perjalanan kereta modern tersebut.
Pengecekan dilakukan secara bertingkat, mulai dari pemantauan harian sampai perawatan berkala yang terjadwal ketat sesuai Standard Operational Procedure (SOP) dan ketentuan teknis resmi.
Manager of Public Relation LRT Jabodebek, Radhitya Mardika, menegaskan bahwa keselamatan pengguna dan perjalanan armada selalu berada di urutan teratas.
Pemeriksaan prasarana berfungsi untuk mendeteksi potensi ketidaksesuaian komponen sedini mungkin agar segera tertangani.
"Keselamatan pengguna dan perjalanan LRT Jabodebek menjadi prioritas dalam penyelenggaraan layanan transportasi publik. Karena itu, kondisi prasarana jalur perlu dijaga melalui pemeriksaan dan perawatan yang dilakukan secara rutin dan terencana," kata Radhitya.
Dalam agenda harian, petugas mengukur lebar rel 1.435 milimeter menggunakan alat khusus matisa.
Mereka juga melakukan pelumasan jalur lengkung, memeriksa geometri lintasan, merawat jalur beton, sistem penambat rel (fastening system), pagar pengaman (safety fence), serta memastikan aspek drainase dan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) tetap prima.
Perawatan berkala juga menyasar komponen vital lain seperti wesel rel, pelindung rel (guard rail), plinth track atau struktur beton pendukung, hingga batas usia penambat.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!





