alexametrics
25.3 C
Banyuwangi
Thursday, July 7, 2022

Operasi Pasar Migor Curah, Pembelian Dibatasi 30 Liter

BANYUWANGI – Puluhan pedagang Pasar Banyuwangi rela antre berjam-jam demi mendapatkan minyak goreng (migor) curah, Selasa (29/3/2022). Mereka antre membeli migor dengan harga murah di pinggir Jalan Satsuit Tubun, Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Banyuwangi.

Operasi pasar migor curah tersebut diselenggarakan oleh Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan (Diskop-UMP) Kabupaten Banyuwangi bekerja sama dengan pihak swasta. Migor dijual dengan harga Rp 14.000 per liter atau Rp 15.500 per kilogram.

Operasi pasar tersebut diperuntukkan bagi pedagang sembako maupun gorengan. Mereka hanya mendapatkan jatah 30 liter per orang. Untuk mendapatkan migor curah, para pedagang harus membawa sejumlah persyaratan. Pembeli harus menunjukkan Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu Keluarga (KK), meterai Rp 10.000, dan surat izin pasar.

Selama operasi pasar, Diskop-UMP menyediakan 2.000 liter migor untuk 70 pedagang pasar. ”Operasi pasar  bertujuan untuk membantu para pedagang pasar mendapatkan minyak goreng curah dengan harga murah,” ujar Koordinator Pasar Banyuwangi Selamet Hariyadi.

Selamet mengatakan, jumlah pedagang Pasar Banyuwangi ada 700 orang. Namun, yang masuk dalam daftar penerima migor murah hanya 70 pedagang.  ”Pedagang harus membawa KTP, KK, meterai Rp 10.000, dan surat izin pasar. Persyaratan tersebut untuk mengantisipasi adanya aksi borong,” katanya.

Operasi pasar migor curah digelar untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang dalam beberapa hari ini kesulitan mendapatkan migor. Meskipun saat ini minyak kemasan melimpah, namun harganya cukup mahal. ”Operasi pasar ini sekaligus untuk mengantisipasi terjadinya kelangkaan minyak goreng,” kata Selamet.

Operasi pasar tersebut akan dilakukan di sejumlah titik. Kemarin (29/3) Diskop-UMP memilih tempat di dekat Pasar Blambangan. ”Operasi pasar ini untuk membantu pedagang pasar mendapatkan minyak goreng agar tetap bisa berjualan,” tandas Selamet.

BANYUWANGI – Puluhan pedagang Pasar Banyuwangi rela antre berjam-jam demi mendapatkan minyak goreng (migor) curah, Selasa (29/3/2022). Mereka antre membeli migor dengan harga murah di pinggir Jalan Satsuit Tubun, Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Banyuwangi.

Operasi pasar migor curah tersebut diselenggarakan oleh Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan (Diskop-UMP) Kabupaten Banyuwangi bekerja sama dengan pihak swasta. Migor dijual dengan harga Rp 14.000 per liter atau Rp 15.500 per kilogram.

Operasi pasar tersebut diperuntukkan bagi pedagang sembako maupun gorengan. Mereka hanya mendapatkan jatah 30 liter per orang. Untuk mendapatkan migor curah, para pedagang harus membawa sejumlah persyaratan. Pembeli harus menunjukkan Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu Keluarga (KK), meterai Rp 10.000, dan surat izin pasar.

Selama operasi pasar, Diskop-UMP menyediakan 2.000 liter migor untuk 70 pedagang pasar. ”Operasi pasar  bertujuan untuk membantu para pedagang pasar mendapatkan minyak goreng curah dengan harga murah,” ujar Koordinator Pasar Banyuwangi Selamet Hariyadi.

Selamet mengatakan, jumlah pedagang Pasar Banyuwangi ada 700 orang. Namun, yang masuk dalam daftar penerima migor murah hanya 70 pedagang.  ”Pedagang harus membawa KTP, KK, meterai Rp 10.000, dan surat izin pasar. Persyaratan tersebut untuk mengantisipasi adanya aksi borong,” katanya.

Operasi pasar migor curah digelar untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang dalam beberapa hari ini kesulitan mendapatkan migor. Meskipun saat ini minyak kemasan melimpah, namun harganya cukup mahal. ”Operasi pasar ini sekaligus untuk mengantisipasi terjadinya kelangkaan minyak goreng,” kata Selamet.

Operasi pasar tersebut akan dilakukan di sejumlah titik. Kemarin (29/3) Diskop-UMP memilih tempat di dekat Pasar Blambangan. ”Operasi pasar ini untuk membantu pedagang pasar mendapatkan minyak goreng agar tetap bisa berjualan,” tandas Selamet.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/