alexametrics
28.2 C
Banyuwangi
Wednesday, June 29, 2022

Melimpah, Banyuwangi Adalah Lumbung Jagung

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertan) Banyuwangi menggelar panen raya jagung di Kelurahan Sumberrejo, Kecamatan Banyuwangi, kemarin (29/9). Panen jagung nusantara ini digelar serentak secara nasional di lahan Kelompok Tani (Poktan) Cipta Mandiri.

Jumlah panen jagung kali ini mencapai 20 ton dari lahan seluas 2 hektare. Kepala Dispertan Banyuwangi Arief Setyawan mengatakan, panen kali ini menghasilkan kualitas jagung yang baik. Harga jagung saat ini naik hingga mencapai Rp 5.000 per kilogram (kg) lebih untuk pipil kering. Sedangkan jagung pipil basah menembus harga Rp 4.600 per kg. ”Ini merupakan rezeki untuk petani. Selain kualitas jagung bagus, harganya juga sedang bagus,” ujarnya.

Arief memaparkan, jumlah produksi jagung Banyuwangi tahun 2020 mencapai 221.269 ton. Dengan luas tanam jagung seluas 32.870 ha dan luas panen jagung 32.602 ha. Sedangkan tahun ini, pada periode sampai dengan September 2021, estimasi produksi jagung sudah menembus angka 168.830 ton. Dengan luas tanam 36.565 ha dan luas panen 24.575 ha.

Sementara itu, target produksi panen jagung pada Januari–Desember tahun 2021 adalah 251.385 ton, dengan luas panen 36.565 ha. Sedangkan kebutuhan konsumsi jagung sampai September 2021 mencapai 45.060,31 ton. Produksi jagung sebanyak 168.830 ton, sudah surplus sebesar 123.769 ton. Kondisi surplus jagung tersebut menunjukan bahwa Banyuwangi sudah siap untuk berswasembada pangan jagung.

Yang menarik, panen raya jagung Nusantara kali ini dihelat secara serentak di 15 Balai Pelatihan Pertanian (BPP) tingkat kecamatan secara virtual Zoom Meeting. Total luas panen jagung pada satu hari kemarin (29/9) mencapai 129 ha dengan jumlah produksi sebanyak 929 ton.

Arief berharap, harga jagung tetap stabil sehingga petani tidak mengeluh. Selain itu, jagung juga dapat menjadi komoditas pertanian andalan bagi Banyuwangi. ”Selama ini harga jagung anjlok, hanya berkisar Rp 2.500–Rp3.000 per kg. Sehingga petani menjerit dan enggan menanam jagung. Semoga ke depan, harga jagung tetap stabil,” kata Arief.

Secara terpisah, Ketua Poktan Cipta Mandiri Muhtarom Wahid berharap, pemerintah dapat memberikan bantuan kepada Poktan secara berkelanjutan. Didukung kualitas pupuk dan bibit yang baik, Wahid yakin para petani akan sukses. ”Harga pupuk sekarang mahal, beruntung harga jagung saat ini naik. Sehingga dapat menutup biaya operasional yang sudah dikeluarkan. Semoga nantinya pemerintah dapat menyalurkan bantuan kembali,” ujarnya.

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertan) Banyuwangi menggelar panen raya jagung di Kelurahan Sumberrejo, Kecamatan Banyuwangi, kemarin (29/9). Panen jagung nusantara ini digelar serentak secara nasional di lahan Kelompok Tani (Poktan) Cipta Mandiri.

Jumlah panen jagung kali ini mencapai 20 ton dari lahan seluas 2 hektare. Kepala Dispertan Banyuwangi Arief Setyawan mengatakan, panen kali ini menghasilkan kualitas jagung yang baik. Harga jagung saat ini naik hingga mencapai Rp 5.000 per kilogram (kg) lebih untuk pipil kering. Sedangkan jagung pipil basah menembus harga Rp 4.600 per kg. ”Ini merupakan rezeki untuk petani. Selain kualitas jagung bagus, harganya juga sedang bagus,” ujarnya.

Arief memaparkan, jumlah produksi jagung Banyuwangi tahun 2020 mencapai 221.269 ton. Dengan luas tanam jagung seluas 32.870 ha dan luas panen jagung 32.602 ha. Sedangkan tahun ini, pada periode sampai dengan September 2021, estimasi produksi jagung sudah menembus angka 168.830 ton. Dengan luas tanam 36.565 ha dan luas panen 24.575 ha.

Sementara itu, target produksi panen jagung pada Januari–Desember tahun 2021 adalah 251.385 ton, dengan luas panen 36.565 ha. Sedangkan kebutuhan konsumsi jagung sampai September 2021 mencapai 45.060,31 ton. Produksi jagung sebanyak 168.830 ton, sudah surplus sebesar 123.769 ton. Kondisi surplus jagung tersebut menunjukan bahwa Banyuwangi sudah siap untuk berswasembada pangan jagung.

Yang menarik, panen raya jagung Nusantara kali ini dihelat secara serentak di 15 Balai Pelatihan Pertanian (BPP) tingkat kecamatan secara virtual Zoom Meeting. Total luas panen jagung pada satu hari kemarin (29/9) mencapai 129 ha dengan jumlah produksi sebanyak 929 ton.

Arief berharap, harga jagung tetap stabil sehingga petani tidak mengeluh. Selain itu, jagung juga dapat menjadi komoditas pertanian andalan bagi Banyuwangi. ”Selama ini harga jagung anjlok, hanya berkisar Rp 2.500–Rp3.000 per kg. Sehingga petani menjerit dan enggan menanam jagung. Semoga ke depan, harga jagung tetap stabil,” kata Arief.

Secara terpisah, Ketua Poktan Cipta Mandiri Muhtarom Wahid berharap, pemerintah dapat memberikan bantuan kepada Poktan secara berkelanjutan. Didukung kualitas pupuk dan bibit yang baik, Wahid yakin para petani akan sukses. ”Harga pupuk sekarang mahal, beruntung harga jagung saat ini naik. Sehingga dapat menutup biaya operasional yang sudah dikeluarkan. Semoga nantinya pemerintah dapat menyalurkan bantuan kembali,” ujarnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/