alexametrics
27.7 C
Banyuwangi
Saturday, July 2, 2022

Harga Telur Belum Naik, Peternak Susah Sementara Ibu Ibu Senang

SEMPU, Jawa Pos Radar Genteng – Para peternak ayam petelur di beberapa daerah di Kabupaten Banyuwangi, kini banyak yang ketar-ketir. Selain harga telur yang tidak lekas naik, mereka khawatir telur dari luar daerah seperti dari Kabupaten Blitar masuk ke Banyuwangi.

Saat ini, harga telur mentok di Rp 14 ribu sampai Rp14.500 per kilogram. Para peternak terpaksa menjaga gap harga yang tidak terlalu jauh dengan harga telur dari luar daerah. “Harga telur turun sejak awal Agustus 2021 belum naik lagi,” terang Tohari, 61, peternak ayam petelur asal Dusun Tlogosari, Desa Jambewangi, Kecamatan Sempu, kemarin (27/9).

Harga telur yang turun itu, terang dia, karena stok yang membludak sedang permintaan menurun drastis. “Sebisa mungkin, kami (peternak) memasang harga sedikit di atas telur dari Blitar, agar telur mereka tidak masuk ke Banyuwangi,” ungkapnya.

Menurut Tohari, harga telur ayam dari Blitar berkisar Rp 14 ribu per kilogramnya. Bila peternak lokal menjual telur dengan harga Rp15.500 atau Rp 16.000 per kilogram, maka telur Blitar akan masuk. “Kita tahan harganya,” cetusnya.

Bila telur ayam dari Blitar itu masuk ke Banyuwangi, masih kata dia, maka harga jual telur peternak lokal akan semakin merosot. Dan itu, membuat peternak bangkrut. “Kami ada perkumpulan peternak, kami sepakat untuk menetapkan harga,” ungkapnya.

Sementara itu, harga telur di tingkat pedagang pasar antara Rp 15 ribu hingga Rp 16 ribu per kilogram. Salah satu pedagang telur, Zaki Firdaus, 27, mengatakan, warga sering mengeluhkan telur ayam yang mulai busuk karena stok lama. “Karena permintaan menurun, stok semakin menumpuk,” terang pedagang telur di Pasar Sempu, Kecamatan Sempu, kemarin (27/9).

SEMPU, Jawa Pos Radar Genteng – Para peternak ayam petelur di beberapa daerah di Kabupaten Banyuwangi, kini banyak yang ketar-ketir. Selain harga telur yang tidak lekas naik, mereka khawatir telur dari luar daerah seperti dari Kabupaten Blitar masuk ke Banyuwangi.

Saat ini, harga telur mentok di Rp 14 ribu sampai Rp14.500 per kilogram. Para peternak terpaksa menjaga gap harga yang tidak terlalu jauh dengan harga telur dari luar daerah. “Harga telur turun sejak awal Agustus 2021 belum naik lagi,” terang Tohari, 61, peternak ayam petelur asal Dusun Tlogosari, Desa Jambewangi, Kecamatan Sempu, kemarin (27/9).

Harga telur yang turun itu, terang dia, karena stok yang membludak sedang permintaan menurun drastis. “Sebisa mungkin, kami (peternak) memasang harga sedikit di atas telur dari Blitar, agar telur mereka tidak masuk ke Banyuwangi,” ungkapnya.

Menurut Tohari, harga telur ayam dari Blitar berkisar Rp 14 ribu per kilogramnya. Bila peternak lokal menjual telur dengan harga Rp15.500 atau Rp 16.000 per kilogram, maka telur Blitar akan masuk. “Kita tahan harganya,” cetusnya.

Bila telur ayam dari Blitar itu masuk ke Banyuwangi, masih kata dia, maka harga jual telur peternak lokal akan semakin merosot. Dan itu, membuat peternak bangkrut. “Kami ada perkumpulan peternak, kami sepakat untuk menetapkan harga,” ungkapnya.

Sementara itu, harga telur di tingkat pedagang pasar antara Rp 15 ribu hingga Rp 16 ribu per kilogram. Salah satu pedagang telur, Zaki Firdaus, 27, mengatakan, warga sering mengeluhkan telur ayam yang mulai busuk karena stok lama. “Karena permintaan menurun, stok semakin menumpuk,” terang pedagang telur di Pasar Sempu, Kecamatan Sempu, kemarin (27/9).

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/