alexametrics
24.3 C
Banyuwangi
Thursday, August 18, 2022

Beli Migor Curah Harus Pakai Aplikasi Peduli Lindungi

RADAR GENTENG – Pemerintah akan memberlakukan sistem penjualan minyak goreng (migor) curah rakyat (MGCR), menggunakan aplikasi peduli lindungi. Aturan yang bertujuan pendistribusian bisa lancar itu akan diberlakukan mulai Senin (27/6).

Selama ini, warga bisa bebas membeli MGCR. Tapi sejak Senin (27/6), pembeli tidak hanya menggunakan aplikasi peduli lindungi, tapi dibatasi 10 liter dalam sehari dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp 14 ribu per liter atau Rp 15 ribu per kilogram.  “Pembeli harus menunjukkan aplikasi peduli lindungi, dan tidak akan bisa membeli lebih dari 10 liter,” terang salah satu karyawan minimarket di Kecamatan Genteng, Firsty Oky, 24.

Bila pembeli membeli migor lebih dari 10 liter, terang dia, makan akan ketahuan secara otomatis melalui website www.minyak-goreng.id yang dikelola langsung oleh pemerintah. “Jadi beli minyak goring dibatasi,” katanya.

Baca Juga :  Jelang Ramadan, Harga Sembako Mulai Naik

Untuk membeli migor, jelas dia, pembeli harus menggunakan aplikasi peduli lindungi lalu scan kode Qr yang sudah disediakan. Nanti akan otomatis terlihat orang yang sudah membeli MHCR. Saat discan berwarna hijau, berarti pembeli masih bisa membeli MGCR. Tapi bila berwarna merah, maka tidak boleh membeli MGCR lagi. “Bila tidak punya aplikasi peduli lindungi, bisa menggunakan nomor NIK di KTP,” katanya.

Oky menyebut, penerapan sistem ini dianggap sangat tepat sekali agar pendistribusian MDCR bisa merata. Hanya saja, pelayanannya pasti lumayan ribet. Biasanya, pembeli langsung membayar sesuai kebutuhan. Saat ini, harus melakukan scan dulu, atau harus input bagi yang menggunakan nomor NIK KTP. “Yang terpenting jangan sampai sistemnya error,” ungkapnya.

Baca Juga :  Putar Balik, Truk Minyak Goreng Terperosok ke Selokan

Salah satu penjual gorengan di Desa Genteng Wetan, Kecamatan Genteng, Aswani, 54, mengaku setuju saja pembelian migor menggunakan aplikasi peduli lindungi. Hanya saja, pembatasan pembelian harus melihat kebutuhan rumah tangga. “Setiap rumah itu kebutuhan minyak goring pasti berbeda,” sebutnya.

Menurut Aswani, tidak mungkin yang hanya untuk keperluan memasak rumahan, setiap hari akan membeli 10 liter MGCR. “Umumnya rumah tangga biasa ya lima liter untuk satu minggu,” ujar Aswani.

Aswani yang bekerja sebagai penjual gorengan, mengaku kalau hanya 10 liter setiap hari, dianggap kurang. Dalam sehari, untuk memasak gorengan dalam sehari membutuhkan 15 liter MGCR. “Jadi warga yang kebutuhan minyak goreng banyak, agar ditambah, jangan hanya 10 liter per hari,” katanya.(mg5/abi)

RADAR GENTENG – Pemerintah akan memberlakukan sistem penjualan minyak goreng (migor) curah rakyat (MGCR), menggunakan aplikasi peduli lindungi. Aturan yang bertujuan pendistribusian bisa lancar itu akan diberlakukan mulai Senin (27/6).

Selama ini, warga bisa bebas membeli MGCR. Tapi sejak Senin (27/6), pembeli tidak hanya menggunakan aplikasi peduli lindungi, tapi dibatasi 10 liter dalam sehari dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp 14 ribu per liter atau Rp 15 ribu per kilogram.  “Pembeli harus menunjukkan aplikasi peduli lindungi, dan tidak akan bisa membeli lebih dari 10 liter,” terang salah satu karyawan minimarket di Kecamatan Genteng, Firsty Oky, 24.

Bila pembeli membeli migor lebih dari 10 liter, terang dia, makan akan ketahuan secara otomatis melalui website www.minyak-goreng.id yang dikelola langsung oleh pemerintah. “Jadi beli minyak goring dibatasi,” katanya.

Baca Juga :  Polsek Genteng Pantau Stok Beras Bulog

Untuk membeli migor, jelas dia, pembeli harus menggunakan aplikasi peduli lindungi lalu scan kode Qr yang sudah disediakan. Nanti akan otomatis terlihat orang yang sudah membeli MHCR. Saat discan berwarna hijau, berarti pembeli masih bisa membeli MGCR. Tapi bila berwarna merah, maka tidak boleh membeli MGCR lagi. “Bila tidak punya aplikasi peduli lindungi, bisa menggunakan nomor NIK di KTP,” katanya.

Oky menyebut, penerapan sistem ini dianggap sangat tepat sekali agar pendistribusian MDCR bisa merata. Hanya saja, pelayanannya pasti lumayan ribet. Biasanya, pembeli langsung membayar sesuai kebutuhan. Saat ini, harus melakukan scan dulu, atau harus input bagi yang menggunakan nomor NIK KTP. “Yang terpenting jangan sampai sistemnya error,” ungkapnya.

Baca Juga :  Waduh, Harga Cabai Tembus Rp 72.000

Salah satu penjual gorengan di Desa Genteng Wetan, Kecamatan Genteng, Aswani, 54, mengaku setuju saja pembelian migor menggunakan aplikasi peduli lindungi. Hanya saja, pembatasan pembelian harus melihat kebutuhan rumah tangga. “Setiap rumah itu kebutuhan minyak goring pasti berbeda,” sebutnya.

Menurut Aswani, tidak mungkin yang hanya untuk keperluan memasak rumahan, setiap hari akan membeli 10 liter MGCR. “Umumnya rumah tangga biasa ya lima liter untuk satu minggu,” ujar Aswani.

Aswani yang bekerja sebagai penjual gorengan, mengaku kalau hanya 10 liter setiap hari, dianggap kurang. Dalam sehari, untuk memasak gorengan dalam sehari membutuhkan 15 liter MGCR. “Jadi warga yang kebutuhan minyak goreng banyak, agar ditambah, jangan hanya 10 liter per hari,” katanya.(mg5/abi)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/