alexametrics
23.1 C
Banyuwangi
Tuesday, June 28, 2022

Konsumsi Daging Sapi Naik, Sehari 41 Ton

BANYUWANGI – Permintaan masyarakat akan daging ayam dan sapi meningkat sejak dua hari terakhir jelang Lebaran. Untuk memastikan kualitas daging yang beredar di masyarakat dalam kondisi baik, Dinas Pertanian dan Pangan Pemkab Banyuwangi, Selasa (26/4) secara serentak melakukan sidak ke pasar tradisional di seluruh Banyuwangi.

Salah satunya di Pasar Blambangan. Belasan petugas dari Disperta dan Bidang Kesehatan Hewan mengambil sampel secara acak di stan penjualan daging pukul 03.00 dini hari. Petugas juga memeriksa kondisi daging sapi maupun ayam yang akan dijual kepada pembeli.

Petugas juga memberikan pemahaman kepada para pedagang agar bisa menjajakan daging secara benar, tanpa bahan pengawet dan suntikan air ke daging (gelonggong).

Plt Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Banyuwangi M. Khoiri mengatakan, sidak dilakukan hampir di seluruh pasar tradisional yang menjual daging. Mendekati Lebaran, permintaan daging di Banyuwangi meningkat tajam. Saat ini permintaan daging sapi tembus hingga 41 ton per hari.

Untuk memastikan daging-daging tersebut dalam keadaan layak konsumsi, pihaknya melakukan pemeriksaan kesehatan daging. ”Sebenarnya ini kegiatan rutin, tapi kali ini kita lakukan serentak karena ada lonjakan pembelian daging. Kita sebar petugas di Rogojampi, Genteng, dan Banyuwangi,” kata Khoiri. 

Dalam pemeriksaan tersebut, Disperta memelototi potensi daging-daging yang memiliki campuran zat kimia. Biasanya hal itu dilakukan untuk memberikan kesan daging dalam kondisi segar. Tak hanya daging sapi, daging ayam juga menjadi objek pemeriksaan petugas.

”Populasi sapi di Banyuwangi saat ini mencapai 136 ribu ekor. Masih cukup untuk memenuhi kebutuhan daging, tapi kita juga mendapat tambahan dari sapi Bali, sekitar 60 persen,” imbuhnya.

Kabid Keswan dan Kesmavet Disperta drh Nanang Sugiharto menambahkan, untuk mempercepat produksi daging, delapan rumah pemotongan hewan (RPH) dioperasikan secara maksimal. Di RPH Karangrejo misalnya, jumlah petugas yang melakukan penyembelihan yang awalnya hanya berjumlah 8 orang ditambah menjadi 16 orang. Sebab, jumlah sapi yang mereka sembelih juga bertambah.

Jika biasanya ada 12 ekor per hari, saat ini RPH Karangrejo bisa menyembelih hingga 27 ekor per hari. Meningkatnya konsumsi daging biasanya terjadi sejak H-7 Lebaran sampai nanti H-2 Lebaran. ”Kita berusaha mengantisipasi agar tidak ada kerugian yang dirasakan konsumen ketika membeli daging dengan kualitas buruk. Temuan kami sementara daging di pasar-pasar di Banyuwangi dalam kondisi baik,” kata Nanang.

Pance, salah satu pedagang daging sapi menyebutkan, pemotongan daging sapi terus meningkat jelang Hari Raya Idul Fitri. Jumlah pelanggannya juga bertambah, tidak hanya pembeli yang biasanya berasal dari pemilik rumah makan. Harga daging sapi saat ini sudah menyentuh Rp 140 ribu per kilogram, dari harga normal rata-rata Rp 120 ribu. ”Pembelinya semakin banyak. Rata-rata mencari daging dan balungan,” jelasnya.

Salah satu pedagang ayam, Sulandari mengatakan, sejak tiga hari terakhir ada peningkatan pembeli daging di tempatnya. Jika biasanya dia menjual 3 kuintal daging ayam dalam sehari, saat ini jumlah daging ayam yang terjual naik dua kali lipat. Rata-rata pembeli mencari daging ayam untuk menu masakan dan bakso ayam. ”Yang dicari ayam jenis lalapan dan baksoan. Biasanya untuk dibuat sate atau bakso ayam,” kata Sulandri. 

BANYUWANGI – Permintaan masyarakat akan daging ayam dan sapi meningkat sejak dua hari terakhir jelang Lebaran. Untuk memastikan kualitas daging yang beredar di masyarakat dalam kondisi baik, Dinas Pertanian dan Pangan Pemkab Banyuwangi, Selasa (26/4) secara serentak melakukan sidak ke pasar tradisional di seluruh Banyuwangi.

Salah satunya di Pasar Blambangan. Belasan petugas dari Disperta dan Bidang Kesehatan Hewan mengambil sampel secara acak di stan penjualan daging pukul 03.00 dini hari. Petugas juga memeriksa kondisi daging sapi maupun ayam yang akan dijual kepada pembeli.

Petugas juga memberikan pemahaman kepada para pedagang agar bisa menjajakan daging secara benar, tanpa bahan pengawet dan suntikan air ke daging (gelonggong).

Plt Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Banyuwangi M. Khoiri mengatakan, sidak dilakukan hampir di seluruh pasar tradisional yang menjual daging. Mendekati Lebaran, permintaan daging di Banyuwangi meningkat tajam. Saat ini permintaan daging sapi tembus hingga 41 ton per hari.

Untuk memastikan daging-daging tersebut dalam keadaan layak konsumsi, pihaknya melakukan pemeriksaan kesehatan daging. ”Sebenarnya ini kegiatan rutin, tapi kali ini kita lakukan serentak karena ada lonjakan pembelian daging. Kita sebar petugas di Rogojampi, Genteng, dan Banyuwangi,” kata Khoiri. 

Dalam pemeriksaan tersebut, Disperta memelototi potensi daging-daging yang memiliki campuran zat kimia. Biasanya hal itu dilakukan untuk memberikan kesan daging dalam kondisi segar. Tak hanya daging sapi, daging ayam juga menjadi objek pemeriksaan petugas.

”Populasi sapi di Banyuwangi saat ini mencapai 136 ribu ekor. Masih cukup untuk memenuhi kebutuhan daging, tapi kita juga mendapat tambahan dari sapi Bali, sekitar 60 persen,” imbuhnya.

Kabid Keswan dan Kesmavet Disperta drh Nanang Sugiharto menambahkan, untuk mempercepat produksi daging, delapan rumah pemotongan hewan (RPH) dioperasikan secara maksimal. Di RPH Karangrejo misalnya, jumlah petugas yang melakukan penyembelihan yang awalnya hanya berjumlah 8 orang ditambah menjadi 16 orang. Sebab, jumlah sapi yang mereka sembelih juga bertambah.

Jika biasanya ada 12 ekor per hari, saat ini RPH Karangrejo bisa menyembelih hingga 27 ekor per hari. Meningkatnya konsumsi daging biasanya terjadi sejak H-7 Lebaran sampai nanti H-2 Lebaran. ”Kita berusaha mengantisipasi agar tidak ada kerugian yang dirasakan konsumen ketika membeli daging dengan kualitas buruk. Temuan kami sementara daging di pasar-pasar di Banyuwangi dalam kondisi baik,” kata Nanang.

Pance, salah satu pedagang daging sapi menyebutkan, pemotongan daging sapi terus meningkat jelang Hari Raya Idul Fitri. Jumlah pelanggannya juga bertambah, tidak hanya pembeli yang biasanya berasal dari pemilik rumah makan. Harga daging sapi saat ini sudah menyentuh Rp 140 ribu per kilogram, dari harga normal rata-rata Rp 120 ribu. ”Pembelinya semakin banyak. Rata-rata mencari daging dan balungan,” jelasnya.

Salah satu pedagang ayam, Sulandari mengatakan, sejak tiga hari terakhir ada peningkatan pembeli daging di tempatnya. Jika biasanya dia menjual 3 kuintal daging ayam dalam sehari, saat ini jumlah daging ayam yang terjual naik dua kali lipat. Rata-rata pembeli mencari daging ayam untuk menu masakan dan bakso ayam. ”Yang dicari ayam jenis lalapan dan baksoan. Biasanya untuk dibuat sate atau bakso ayam,” kata Sulandri. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/