alexametrics
24 C
Banyuwangi
Monday, August 8, 2022

Hujan Melanda, Harga Cabai Melonjak

GENTENG – Harga cabai rawit, diam-diam mulai merambat naik. Di Pasar Induk Genteng, harga bumbu pedas itu kini mencapai Rp. 85 ribu per kilogram. Padahal sehari sebelumnya, harga masih berada di kisaran Rp. 76 ribu per kilogram.

Salah satu pedagang cabai Umi Kulsum di Pasar Induk Genteng, Kecamatan Genteng mengungkapkan, kenaikan harga ini diperkirakan karena dampak cuaca. Curah hujan yang tinggi, memicu panen cabai kurang maksimal. Sehingga, persediaan barang menipis. “Katanya banyak hujan, cabainya kurang bagus,” terangnya.

Harga cabai yang relatif mahal ini, terang dia, diprediksi masih akan naik. Itu karena curah hujan terus meningkat, sehingga dampak pada tanaman cabai masih akan berlangsung. “Sepertinya masih terus mahal, ini harganya bisa Rp. 100 ribu per kilogram,” ujarnya.

Baca Juga :  Harga Cabai Merah dan Rawit Balapan Naik

Akibat mahalnya harga cabai ini, terang dia, para pelanggan banyak yang mengurangi jumlah pembelian. “Ada pelanggan biasanya membeli cabai satu kilogram, sekarang hanya beli beberapa ons saja,” ungkapnya.

Tidak hanya cabai, komiditas yang juga mengalami kenaikan harga akibat hujan, itu bawang merah. Pedagang bawah merah, Andrean Habibi, mengatakan harga bawang merah sekarang naik. Bila sebelumnya hanya Rp. 22 ribu per kilogram, kemarin sore (23/2) naik menjadi Rp. 25 ribu per kilogram. “Karena banyak hujan, lahan pertanian rusak,” terangnya.

Tapi ini berbeda dengan bawang putih. Meski harganya sering disandingkan dengan bawang merah, tapi harga bawang putih relatif turun. Itu karena stok bawang putih yang didatangkan dari Tiongkok itu masih banyak. “Kalau bawang merah lokal, bawang putih itu kan impor,” ungkapnya.(sli/abi)

Baca Juga :  Diguyur Hujan Semalaman, Pagar Roboh Timpa Dapur

GENTENG – Harga cabai rawit, diam-diam mulai merambat naik. Di Pasar Induk Genteng, harga bumbu pedas itu kini mencapai Rp. 85 ribu per kilogram. Padahal sehari sebelumnya, harga masih berada di kisaran Rp. 76 ribu per kilogram.

Salah satu pedagang cabai Umi Kulsum di Pasar Induk Genteng, Kecamatan Genteng mengungkapkan, kenaikan harga ini diperkirakan karena dampak cuaca. Curah hujan yang tinggi, memicu panen cabai kurang maksimal. Sehingga, persediaan barang menipis. “Katanya banyak hujan, cabainya kurang bagus,” terangnya.

Harga cabai yang relatif mahal ini, terang dia, diprediksi masih akan naik. Itu karena curah hujan terus meningkat, sehingga dampak pada tanaman cabai masih akan berlangsung. “Sepertinya masih terus mahal, ini harganya bisa Rp. 100 ribu per kilogram,” ujarnya.

Baca Juga :  Harga Cabai Merah dan Rawit Balapan Naik

Akibat mahalnya harga cabai ini, terang dia, para pelanggan banyak yang mengurangi jumlah pembelian. “Ada pelanggan biasanya membeli cabai satu kilogram, sekarang hanya beli beberapa ons saja,” ungkapnya.

Tidak hanya cabai, komiditas yang juga mengalami kenaikan harga akibat hujan, itu bawang merah. Pedagang bawah merah, Andrean Habibi, mengatakan harga bawang merah sekarang naik. Bila sebelumnya hanya Rp. 22 ribu per kilogram, kemarin sore (23/2) naik menjadi Rp. 25 ribu per kilogram. “Karena banyak hujan, lahan pertanian rusak,” terangnya.

Tapi ini berbeda dengan bawang putih. Meski harganya sering disandingkan dengan bawang merah, tapi harga bawang putih relatif turun. Itu karena stok bawang putih yang didatangkan dari Tiongkok itu masih banyak. “Kalau bawang merah lokal, bawang putih itu kan impor,” ungkapnya.(sli/abi)

Baca Juga :  Dihajar Angin Kencang, Hektaran Ladang Jagung Rusak

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/