Kamis, 02 Dec 2021
Radar Banyuwangi
Home / Sembako
icon featured
Sembako

Selama Perayaan Muludan Harga Telur Stabil

22 Oktober 2021, 18: 50: 59 WIB | editor : Bayu Saksono

Selama Perayaan Muludan Harga Telur Stabil

TETAP: Setiana memilih telur di kotak grosir kemasan 10 kilogram di gudang Sarinadi, Desa Wringinagung, Kecamatan Gambiran kemarin (20/10) (Sulhan Hadi/RaBa)

Share this      

GAMBIRAN, Jawa Pos Radar Genteng – Meski kebutuhan telur cukup meningkat selama perayaan Maulid Nabi Muhammad, tapi harga telur tercatat stabil. Sejak Senin (18/10) hingga Rabu (20/10), tidak mengalami lonjakan harga.

Dari pantauan Jawa Pos Radar Genteng di salah satu produsen telur di Desa Wringinagung, Kecamatan Gambiran, harga telur bertahan di angka Rp. 16 ribu per kilogram, sedangkan untuk grosir harganya Rp. 15 ribu  per kilogram. “Harga telur tidak ada kenaikan,” cetus Setiana, 31, salah satu pekerja di sentra produksi telur Desa Wringinagung, Kecamatan Gambiran.

Harga telur sejak Jumat (15/10) hingga kemarin (20/10), tetap stabil di angka Rp. 16 ribu per kilogram. Jika dibandingkan pada Kamis (14/10), harga telur malah mengalami penurunan. Pada Kamis, harga telur Rp. 16.500, sedang Rabu (13/10) harganya malah sempat Rp. 17 ribu per kilogram. “Pada Rabu harga telur naik hanya beberapa jam, lalu turun lagi,” jelasnya.

Baca juga: Kembangkan Jeruk Siam Madu dan Pontianak

Harga telur yang fluktuatif itu, jelas dia, tidak mengakibatkan perubahan pembeli. Selama muludan, jumlah pembeli juga tidak mengalami penambahan yang signifikan. “Pembeli antara 50 orang sampai 60 orang per hari,” ungkapnya.

Meski tidak bisa memastikan naik turunnya harga telur, dia memperkirakan harga Rp. 16 ribu per kilogram ini akan tetap bertahan sampai hari ini. “Kamis kita belum tahu, tapi sepertinya tetap,” terangnya.

Sejumlah warga yang sempat ditemui Jawa Pos Radar Genteng, mereka membeli telur untuk muludan, itu sejak beberapa hari sebelumnya. “Kalau mendekati muludan harga telur biasanya mahal, saya belum sebelumnya,” terang Siti Khotimah, 39, warga Desa/Kecamatan Tegalsari.

(bw/sli/rbs/JPR)

©2021 PT. JawaPos Group Multimedia