alexametrics
27.7 C
Banyuwangi
Saturday, July 2, 2022

Permintaan Meningkat, Harga Cabai Terdongkrak Naik

BANYUWANGI – Harga cabai rawit di Pasar Blambangan mengalami kenaikan mencapai Rp 20.000 ribu per kilogram. Kenaikan harga dipicu jumlah cabai yang perlahan berkurang karena meningkatnya permintaan pasar.

Salah satu pedagang cabai, Samsul mengatakan, masa panen sudah berakhir dan stok semakin berkurang sehingga kemungkinan besar harga akan kembali melonjak. ”Seminggu yang lalu harganya di kisaran Rp 14.000 ribu,” ujarnya.

Sementara, cabai merah juga mengalami kenaikan harga, yakni Rp 16.000 ribu per kilo dari sebelumnya Rp 12.000 per kilo. ”Alhamdulillah, kalau sudah stabil lagi. Petani senang, pedagang juga senang,” kata Samsul.

Fluktuasi harga komoditas cabai memang sering terjadi karena beberapa faktor. Terjadinya panen raya membuat stok cabai melimpah sehingga memicu harga cabai turun. Permintaan pasar juga memengaruhi naik turunnya harga cabai.

Dalam satu hari Samsul dapat menjual 20 kilogram cabai. Namun, selama pandemi penjualan cabai hanya mampu menyentuh angka 10 kilogram. ”Susah sekarang, mungkin masyarakat juga mengurangi jumlah pembelian bahan dapur,” paparnya.

Samsul berharap harga cabai tetap stabil. Tak jarang dia harus membuang stok cabainya yang busuk. ”Semoga harganya stabil, karena kalau murah masyarakat belinya banyak, dibuat stok di rumah. Nah, stok di pedagang ini jadi membusuk,” pungkas pria berusia 40 tahun itu. (mg2/aif/c1)

BANYUWANGI – Harga cabai rawit di Pasar Blambangan mengalami kenaikan mencapai Rp 20.000 ribu per kilogram. Kenaikan harga dipicu jumlah cabai yang perlahan berkurang karena meningkatnya permintaan pasar.

Salah satu pedagang cabai, Samsul mengatakan, masa panen sudah berakhir dan stok semakin berkurang sehingga kemungkinan besar harga akan kembali melonjak. ”Seminggu yang lalu harganya di kisaran Rp 14.000 ribu,” ujarnya.

Sementara, cabai merah juga mengalami kenaikan harga, yakni Rp 16.000 ribu per kilo dari sebelumnya Rp 12.000 per kilo. ”Alhamdulillah, kalau sudah stabil lagi. Petani senang, pedagang juga senang,” kata Samsul.

Fluktuasi harga komoditas cabai memang sering terjadi karena beberapa faktor. Terjadinya panen raya membuat stok cabai melimpah sehingga memicu harga cabai turun. Permintaan pasar juga memengaruhi naik turunnya harga cabai.

Dalam satu hari Samsul dapat menjual 20 kilogram cabai. Namun, selama pandemi penjualan cabai hanya mampu menyentuh angka 10 kilogram. ”Susah sekarang, mungkin masyarakat juga mengurangi jumlah pembelian bahan dapur,” paparnya.

Samsul berharap harga cabai tetap stabil. Tak jarang dia harus membuang stok cabainya yang busuk. ”Semoga harganya stabil, karena kalau murah masyarakat belinya banyak, dibuat stok di rumah. Nah, stok di pedagang ini jadi membusuk,” pungkas pria berusia 40 tahun itu. (mg2/aif/c1)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/