alexametrics
24.1 C
Banyuwangi
Tuesday, July 5, 2022

Disperindag Fasilitasi Uji Laborat Produk IKM

BANYUWANGI– Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Banyuwangi setiap tahun selalu memberikan fasilitasi pengujian laborat produk bagi industri kecil menengah (IKM) makanan dan minuman. Selama ini, Disperindag telah memfasilitasi pengujian laborat produk bagi 137 IKM di Kabupaten Banyuwangi.

Kepala Disperindag Kabupaten Banyuwangi Drs Ketut Kencana Nirha Saputra mengatakan, untuk tahun  2018 ini, Disperindag masih tetap akan memfasilitasi pengujian laborat produk IKM. Syaratnya adalah IKM yang benar-benar kontinu  melakukan aktivitas kegiatan produksi. ”Tujuannya adalah dalam upaya membekali kemampuan daya saing produk IKM,” terang Ketut.

Ketut menambahkan, pada tahun 2017 tidak hanya fasilitasi uji laborat yang diberikan kepada 137 IKM. Disperindag juga memberikan fasilitasi sertifikasi halal kepada 74 IKM. Selain itu, fasilitasi merek diberikan kepada 128 IKM. Sedangkan, fasilitasi hak cipta diberikan kepada 42 IKM. ”Disperindag juga melakukan sosialisasi good manufacturing product (GMP) kepada 190 orang dan standar nasional Indonesia (SNI) bagi 50 orang,” ungkapnya.

Dijelaskan, kegiatan fasilitasi tersebut dalam rangka peningkatan kualitas produksi bagi pelaku IKM makanan dan minuman. Selain itu, dalam rangka penerapan standar produk industri manufaktur, sehingga meningkatkan daya saing produk pangan. Kegiatan fasilitasi uji laborat produk IKM tersebut, imbuh dia, dibiayai dengan anggaran APBD 2018. Dasar hukum kegiatan itu adalah Undang-Undang (UU) Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Selain itu, UU Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dan UU Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pangan. Kemudian, Peraturan Menteri Perdagangan RI Nomor: 44/M-DAGPER /9/2009 tentang Pengadaan Distribusi dan Pengawasan Bahan Berbahaya. ”Fasilitasi uji laboratorium ini diberikan secara gratis bagi produk IKM makanan dan minuman di Kabupaten Banyuwangi,” ujarnya.(*)

BANYUWANGI– Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Banyuwangi setiap tahun selalu memberikan fasilitasi pengujian laborat produk bagi industri kecil menengah (IKM) makanan dan minuman. Selama ini, Disperindag telah memfasilitasi pengujian laborat produk bagi 137 IKM di Kabupaten Banyuwangi.

Kepala Disperindag Kabupaten Banyuwangi Drs Ketut Kencana Nirha Saputra mengatakan, untuk tahun  2018 ini, Disperindag masih tetap akan memfasilitasi pengujian laborat produk IKM. Syaratnya adalah IKM yang benar-benar kontinu  melakukan aktivitas kegiatan produksi. ”Tujuannya adalah dalam upaya membekali kemampuan daya saing produk IKM,” terang Ketut.

Ketut menambahkan, pada tahun 2017 tidak hanya fasilitasi uji laborat yang diberikan kepada 137 IKM. Disperindag juga memberikan fasilitasi sertifikasi halal kepada 74 IKM. Selain itu, fasilitasi merek diberikan kepada 128 IKM. Sedangkan, fasilitasi hak cipta diberikan kepada 42 IKM. ”Disperindag juga melakukan sosialisasi good manufacturing product (GMP) kepada 190 orang dan standar nasional Indonesia (SNI) bagi 50 orang,” ungkapnya.

Dijelaskan, kegiatan fasilitasi tersebut dalam rangka peningkatan kualitas produksi bagi pelaku IKM makanan dan minuman. Selain itu, dalam rangka penerapan standar produk industri manufaktur, sehingga meningkatkan daya saing produk pangan. Kegiatan fasilitasi uji laborat produk IKM tersebut, imbuh dia, dibiayai dengan anggaran APBD 2018. Dasar hukum kegiatan itu adalah Undang-Undang (UU) Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Selain itu, UU Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dan UU Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pangan. Kemudian, Peraturan Menteri Perdagangan RI Nomor: 44/M-DAGPER /9/2009 tentang Pengadaan Distribusi dan Pengawasan Bahan Berbahaya. ”Fasilitasi uji laboratorium ini diberikan secara gratis bagi produk IKM makanan dan minuman di Kabupaten Banyuwangi,” ujarnya.(*)

Artikel Terkait

Most Read

Harga Pepaya Kalifornia Mulai Naik

Najis

Artikel Terbaru

/