alexametrics
24.1 C
Banyuwangi
Tuesday, July 5, 2022

Diskoperindag: Harga Minyak Goreng Kemasan Sudah Tidak Bersubsidi

SITUBONDO – Sejumlah warga yang membeli minyak goreng di toko swalayan banyak yang kecewa. Sebab , harga bersubsidi sudah tidak ada. Sebagian pembeli harus pulang dengan tangan hampa, karena uang yang dibawa sudah tidak cukup.

Rizal, warga Kabupaten Situbondo mengatakan, setelah minyak goreng di rumahnya habis, istrinya menyuruhnya untuk membeli di toko swalayan. Ternyata, ketika melihat minyak goreng yang terpajang, harganya sudah tidak bersubsidi. Karena uang yang dia bawa pas-pasan, akhirnya harus pulang dengan tangan kosong. “Rencananya, saya mau membeli dua minyak goreng kemasan. Tapi tidak jadi, soalnya terlalu mahal. Saya akan mencari minyak curah saja,” kata Rizal kepada RadarBanyuwangi.id, Rabu (16/3/2022).

Menurutnya, harga minyak goreng yang begitu mahal saat ini membuat banyak warga banyak warga mengeluh. Apalagi sebentar lagi sudah menghadapi Bulan Ramadan. Yang pasti warga akan banyak memburu minyak goreng.

“Menurut saya ada yang tidak beres dengan minyak goreng ini. Dulu waktu subsidi, barangnya sangat langka dan pembeli harus dibatasi. Sekarang, ketika tidak bersubsidi, harganya Rp 22 ribu kok malah banyak. Bahkan, saat ini pembeli bebas mau beli banyak,” imbuh Rizal.

Hal serupa juga disampaikan Kamilah, warga Bondowoso. Dia mengaku kaget setelah membeli minyak goreng dengan harga yang begitu mahal. Bahkan ada yang kemasan satu liter harganya sampai Rp 26 ribu.

“Heran saja, ketika harganya normal kenapa sangat gampang untuk mendapatkan minyak goreng. Rencananya saya mau beli banyak, tapi harganya terlalu mahal, padahal saya belanja tidak sampai satu minggu masih Rp 14 ribu, kok sekarang sudah naik Rp 8 ribu,” terang perempuan 46 tahun itu.

Pantauan RadarBanyuwangi.id ini, stok minyak goreng yang ada di salah satu toko swalayan kini cukup banyak.  Harganya bervariasi. Minyak goreng ‘Zafira’ paling murah. Rp 19 ribu perliter. Sedangkan ‘Sania’ Rp 22 ribu perliter.

Kabid Diskoperindag Situbondo, Ruben Pakilaran membenarkan harga minyak goreng kemasan sudah tidak bersubsidi. Itu berlaku sejak Rabu (16/3/2022). Selanjutnya, minyak goreng dipastikan tidak akan langka lagi. “Sekarang tidak ada yang namanya pembelian terbatas, warga sudah bebas mau membeli berapa saja,” tegasnya.

Kata Ruben, untuk minyak goreng yang masih bersubsidi adalah minyak curah. Harganya masih ditetapkan Rp 14 ribu perliternya. Namun, tidak bisa dipungkiri harga di pasar akan dijual dengan harga yang lebih. “Bisa jadi, penjual minyak curah menjual di kisaran Rp 15 ribu hingga Rp 16 ribu,” pungkas Ruben. (hum/pri)

SITUBONDO – Sejumlah warga yang membeli minyak goreng di toko swalayan banyak yang kecewa. Sebab , harga bersubsidi sudah tidak ada. Sebagian pembeli harus pulang dengan tangan hampa, karena uang yang dibawa sudah tidak cukup.

Rizal, warga Kabupaten Situbondo mengatakan, setelah minyak goreng di rumahnya habis, istrinya menyuruhnya untuk membeli di toko swalayan. Ternyata, ketika melihat minyak goreng yang terpajang, harganya sudah tidak bersubsidi. Karena uang yang dia bawa pas-pasan, akhirnya harus pulang dengan tangan kosong. “Rencananya, saya mau membeli dua minyak goreng kemasan. Tapi tidak jadi, soalnya terlalu mahal. Saya akan mencari minyak curah saja,” kata Rizal kepada RadarBanyuwangi.id, Rabu (16/3/2022).

Menurutnya, harga minyak goreng yang begitu mahal saat ini membuat banyak warga banyak warga mengeluh. Apalagi sebentar lagi sudah menghadapi Bulan Ramadan. Yang pasti warga akan banyak memburu minyak goreng.

“Menurut saya ada yang tidak beres dengan minyak goreng ini. Dulu waktu subsidi, barangnya sangat langka dan pembeli harus dibatasi. Sekarang, ketika tidak bersubsidi, harganya Rp 22 ribu kok malah banyak. Bahkan, saat ini pembeli bebas mau beli banyak,” imbuh Rizal.

Hal serupa juga disampaikan Kamilah, warga Bondowoso. Dia mengaku kaget setelah membeli minyak goreng dengan harga yang begitu mahal. Bahkan ada yang kemasan satu liter harganya sampai Rp 26 ribu.

“Heran saja, ketika harganya normal kenapa sangat gampang untuk mendapatkan minyak goreng. Rencananya saya mau beli banyak, tapi harganya terlalu mahal, padahal saya belanja tidak sampai satu minggu masih Rp 14 ribu, kok sekarang sudah naik Rp 8 ribu,” terang perempuan 46 tahun itu.

Pantauan RadarBanyuwangi.id ini, stok minyak goreng yang ada di salah satu toko swalayan kini cukup banyak.  Harganya bervariasi. Minyak goreng ‘Zafira’ paling murah. Rp 19 ribu perliter. Sedangkan ‘Sania’ Rp 22 ribu perliter.

Kabid Diskoperindag Situbondo, Ruben Pakilaran membenarkan harga minyak goreng kemasan sudah tidak bersubsidi. Itu berlaku sejak Rabu (16/3/2022). Selanjutnya, minyak goreng dipastikan tidak akan langka lagi. “Sekarang tidak ada yang namanya pembelian terbatas, warga sudah bebas mau membeli berapa saja,” tegasnya.

Kata Ruben, untuk minyak goreng yang masih bersubsidi adalah minyak curah. Harganya masih ditetapkan Rp 14 ribu perliternya. Namun, tidak bisa dipungkiri harga di pasar akan dijual dengan harga yang lebih. “Bisa jadi, penjual minyak curah menjual di kisaran Rp 15 ribu hingga Rp 16 ribu,” pungkas Ruben. (hum/pri)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/