24 C
Banyuwangi
Saturday, February 4, 2023

Imbas Cuaca Tak Menentu

Harga Cabai Merosot, Sebagian Gagal Panen

BLIMBINGSARI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Cuaca tak menentu yang akhir-akhir ini terjadi di Banyuwangi mulai berdampak pada hasil panen petani. Khususnya, para petani cabai. Kondisi tersebut menyebabkan sejumlah petani di Bumi Blambangan gagal panen.

Bukan hanya mereka yang gagal panen, petani yang masih bisa panen pun turut merasakan imbas cuaca yang kerap berubah dalam waktu relatif singkat tersebut. Sebab, banyak tanaman cabai yang terserang cacar sehingga mengalami penurunan kualitas. Ujung-ujungnya, harga cabai merosot.

Pantauan wartawan Jawa Pos Radar Banyuwangi kemarin (16/1), harga cabai rawit di tingkat petani kini berkisar Rp 38 ribu per kilogram (kg). Padahal sebelumnya, komoditas yang identik dengan cita rasa pedas ini dipasarkan seharga Rp 55 ribu per kg.

Baca Juga :  Telur Deflasi, Daging Ayam Inflasi

Salah satu petani cabai asal Desa/Kecamatan Blimbingsari, Sutono mengaku, sejak November lalu dia sudah berhasil memanen tanaman cabai miliknya sebanyak sebelas kali. Meski harga cabai turun, dia bersyukur harganya masih relatif tinggi, yakni Rp 36 ribu per kg. ”Beberapa hari lalu harganya sempat di kisaran Rp 42 ribu per kg,” ujarnya.

Sutono mengatakan, akhir-akhir ini cuaca juga kerap berubah, terkadang panas dan mendadak turun hujan lebat. ”Kalau terus-terusan, cabai bisa terkena cacar,” kata dia.

Sutono mengaku, tidak sedikit petani di wilayahnya gagal panen akibat terkena serangan cacar. Namun, sebagian masih sempat dipanen dengan harga yang relatif normal. ”Dua musim lalu petani cabai tidak panen. Artinya sudah harga murah, cabai rusak. Waktu itu jangankan untung, uang modal saja tak kembali,” kenangnya.

Baca Juga :  Dinkes Minta Labkesda Teliti Kandungan Cabai Bercat

Hal senada juga diungkapkan Mustaqim, salah seorang petani cabai asal Desa Bomo, Kecamatan Blimbingsari. Dia mengatakan harga cabai rawit terus-terusan turun. Pada awal tahun 2023 lalu, harga cabai di tingkat petani sempat menyentuh angka Rp 55 ribu per kg. Namun, kini kembali merosot.

Meski harga cabai masih relatif tinggi, namun biaya yang harus dikeluarkan petani juga meningkat imbas naiknya harga pupuk, obat-obatan pertanian, dan biaya perawatan. Jika musim ini harga cabai tak naik, bisa jadi petani tak tanam cabai lagi. ”Jika harga cabai di bawah Rp 15 ribu per kg, bisa jadi petani rugi besar. Karena tidak nututi dengan biaya operasional,” jelasnya. (ddy/sgt/c1)

BLIMBINGSARI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Cuaca tak menentu yang akhir-akhir ini terjadi di Banyuwangi mulai berdampak pada hasil panen petani. Khususnya, para petani cabai. Kondisi tersebut menyebabkan sejumlah petani di Bumi Blambangan gagal panen.

Bukan hanya mereka yang gagal panen, petani yang masih bisa panen pun turut merasakan imbas cuaca yang kerap berubah dalam waktu relatif singkat tersebut. Sebab, banyak tanaman cabai yang terserang cacar sehingga mengalami penurunan kualitas. Ujung-ujungnya, harga cabai merosot.

Pantauan wartawan Jawa Pos Radar Banyuwangi kemarin (16/1), harga cabai rawit di tingkat petani kini berkisar Rp 38 ribu per kilogram (kg). Padahal sebelumnya, komoditas yang identik dengan cita rasa pedas ini dipasarkan seharga Rp 55 ribu per kg.

Baca Juga :  Harga Cabai Rawit Masih Bertahan Rp 80 Ribu Perkilogram

Salah satu petani cabai asal Desa/Kecamatan Blimbingsari, Sutono mengaku, sejak November lalu dia sudah berhasil memanen tanaman cabai miliknya sebanyak sebelas kali. Meski harga cabai turun, dia bersyukur harganya masih relatif tinggi, yakni Rp 36 ribu per kg. ”Beberapa hari lalu harganya sempat di kisaran Rp 42 ribu per kg,” ujarnya.

Sutono mengatakan, akhir-akhir ini cuaca juga kerap berubah, terkadang panas dan mendadak turun hujan lebat. ”Kalau terus-terusan, cabai bisa terkena cacar,” kata dia.

Sutono mengaku, tidak sedikit petani di wilayahnya gagal panen akibat terkena serangan cacar. Namun, sebagian masih sempat dipanen dengan harga yang relatif normal. ”Dua musim lalu petani cabai tidak panen. Artinya sudah harga murah, cabai rusak. Waktu itu jangankan untung, uang modal saja tak kembali,” kenangnya.

Baca Juga :  Yuk! Manfaatkan Lahan Kosong di Sekitar Rumah

Hal senada juga diungkapkan Mustaqim, salah seorang petani cabai asal Desa Bomo, Kecamatan Blimbingsari. Dia mengatakan harga cabai rawit terus-terusan turun. Pada awal tahun 2023 lalu, harga cabai di tingkat petani sempat menyentuh angka Rp 55 ribu per kg. Namun, kini kembali merosot.

Meski harga cabai masih relatif tinggi, namun biaya yang harus dikeluarkan petani juga meningkat imbas naiknya harga pupuk, obat-obatan pertanian, dan biaya perawatan. Jika musim ini harga cabai tak naik, bisa jadi petani tak tanam cabai lagi. ”Jika harga cabai di bawah Rp 15 ribu per kg, bisa jadi petani rugi besar. Karena tidak nututi dengan biaya operasional,” jelasnya. (ddy/sgt/c1)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/