alexametrics
27.8 C
Banyuwangi
Monday, July 4, 2022

Harga Selada Air Merangkak Naik

SEMPU – Jelang libur hari besar Natal dan tahun baru (Nataru), harga kebutuhan dapur mulai merangkak naik. Selain harga cabai yang kini meroket hingga Rp 59 ribu per kilogram, harga sayuran selada segar juga ikut naik, Senin (13/12).

Pemilik greenhouse yang mengembangkan sayuran salada Suyono, 45, asal Dusun Tugung, Desa/Kecamatan Sempu, Banyuwangi, mengatakan kenaikan harga selada akibat tingginya permintaan di pasaran mendekati nataru. Para petani hidroponik, kini juga mengurangi semaian akibat pandemi Covid-19. “Permintaan banyak, stoknya sedikit, “ katanya.

Menurut Suyono, saat ini di tingkat pasar lokal harga selada segar hidroponik mencapai Rp 25 ribu per kilogram. Harga itu naik Rp 3.000 dari harga sebelumnya yang hanya Rp 22 ribu per kilogram. “Karena stoknya habis, saya mengambil dari mitra, biar cukup,” sebutnya.

Kenaikan harga selada segar itu, berdampak pada para pengusaha katering. Sebab, saat ini selada menjadi bagian yang wajib ada di nasi kotak. “Ya agak pusing kalau semuanya naik begini,” ujar Dewi Rosianti, 56, pengusaha katering asal Dusun Krajan, Desa/Kecamatan Sempu.

Untuk menyiasati kenaikan harga selada, ia mengurangi jumlah selada yang ada di nasi kotak buatannya. Itu dipilih ketimbang harus menaikan harga nasi kotaknya. “Selada segarnya dikurangi sedikit,” katanya.(mg3/abi)

SEMPU – Jelang libur hari besar Natal dan tahun baru (Nataru), harga kebutuhan dapur mulai merangkak naik. Selain harga cabai yang kini meroket hingga Rp 59 ribu per kilogram, harga sayuran selada segar juga ikut naik, Senin (13/12).

Pemilik greenhouse yang mengembangkan sayuran salada Suyono, 45, asal Dusun Tugung, Desa/Kecamatan Sempu, Banyuwangi, mengatakan kenaikan harga selada akibat tingginya permintaan di pasaran mendekati nataru. Para petani hidroponik, kini juga mengurangi semaian akibat pandemi Covid-19. “Permintaan banyak, stoknya sedikit, “ katanya.

Menurut Suyono, saat ini di tingkat pasar lokal harga selada segar hidroponik mencapai Rp 25 ribu per kilogram. Harga itu naik Rp 3.000 dari harga sebelumnya yang hanya Rp 22 ribu per kilogram. “Karena stoknya habis, saya mengambil dari mitra, biar cukup,” sebutnya.

Kenaikan harga selada segar itu, berdampak pada para pengusaha katering. Sebab, saat ini selada menjadi bagian yang wajib ada di nasi kotak. “Ya agak pusing kalau semuanya naik begini,” ujar Dewi Rosianti, 56, pengusaha katering asal Dusun Krajan, Desa/Kecamatan Sempu.

Untuk menyiasati kenaikan harga selada, ia mengurangi jumlah selada yang ada di nasi kotak buatannya. Itu dipilih ketimbang harus menaikan harga nasi kotaknya. “Selada segarnya dikurangi sedikit,” katanya.(mg3/abi)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/