Sabtu, 23 Oct 2021
Radar Banyuwangi
Home / Sembako
icon featured
Sembako

Jelang Maulid Nabi, Perajin Kembang Telur Kebanjiran Order

13 Oktober 2021, 08: 40: 59 WIB | editor : Bayu Saksono

Jelang Maulid Nabi, Perajin Kembang Telur Kebanjiran Order

MAULID NABI: Abdul, 64, ayah dari Tri Ratna Sari sedang merapikan telur hias yang dia jual di Pasar Banyuwangi kemarin (10/10). (Rino Bachtiar/RaBa)

Share this      

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Endog-endogan sudah menjadi tradisi yang digelar warga Banyuwangi untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Tradisi tersebut bahkan menjadi salah satu agenda Banyuwangi Festival (B-Fest) yang rutin digelar setiap tahunnya.

Sayangnya, sejak pandemi Covid-19 melanda, tradisi endog-endogan tidak bisa dilaksanakan semeriah biasanya. Arak-arakan yang berpotensi memicu kerumunan ditiadakan. Peringatan Maulid Nabi hanya boleh digelar secara sederhana.

Namun, penurunan level PPKM dan landainya kasus Covid dalam kurun waktu terakhir, tampaknya mulai memantik optimisme masyarakat yang hendak memeriahkan peringatan Maulid Nabi. Terbukti, sejumlah perajin kembang endog alias kembang telur mulai kebanjiran pesanan.

Baca juga: Ajur Jum....Sekilo Cuma Sewu

Salah satunya Tri Ratna Sari. Perajin kembang endog musiman di Pasar Banyuwangi itu mengatakan, sekitar 500 buah kembang endog laku terjual pada hari Minggu (10/10). ”Sebenarnya tidak terpengaruh pandemi, sama seperti tahun lalu mulai banyak pesanan. Mungkin di Banyuwangi sudah menjadi tradisi, sehingga kalau Maulid Nabi tidak ada kembang endog seperti ada yang kurang,” ujar wanita berusia 37 tahun itu.

Ratna mulai menekuni bisnis musiman itu sejak delapan tahun silam. Selama empat tahun dia membeli kembang telur dari seorang perajin. Kemudian, sejak tahun 2017 Ratna mulai memproduksi sendiri. Dalam proses pembuatan, dia dibantu oleh beberapa kerabatnya. Selama sehari satu orang perajin mampu menghasilkan sekitar 200 buah kembang telur. ”Karena banyak permintaan kami sudah mulai produksi dari enam bulan yang lalu. Kalau tidak dipersiapkan bakal kewalahan, sekarang saja stok sudah mau habis,” jelas Ratna.

Bahan dan model kembang endog yang dia jual bervariasi, terdapat jenis dari bahan kertas, plastik, dan kain. Kemudian, tersedia tiga model kembang endog, yaitu model contong, bunga, dan bebek. Tiap bahan dan model yang berbeda dipatok dengan harga yang berbeda pula. Untuk model contong dengan bahan dari plastik dijual dengan harga Rp 1.000 per buah. sedangkan, model bunga dengan bahan kertas harganya Rp 1.500 per buah dan model bunga dengan bahan kain dijual seharga Rp 2.000 per buah. ”Tergantung selera mau pilih yang mana. Kalau bahan kain pasti lebih tahan panas dan hujan” katanya.

Ketika momen Maulid Nabi, Ratna mengaku dapat menjual puluhan ribu kembang endog. Tidak hanya melayani permintaan dari pedagang lokal, kembang telur hasil produksinya juga dikirim ke luar kota. Warga asli Banyuwangi yang tinggal di Bali dan Surabaya kerap meminta pesanan. ”Mereka pesan cukup banyak, sekitar 500–1.000 kembang endog. Setelah dikemas rapi, saya kirim melalui jasa pengiriman. Alhamdulillah, dari usaha ini bisa dapat keuntungan jutaan rupiah,” pungkasnya.

(bw/*/rbs/JPR)

©2021 PT. JawaPos Group Multimedia