SRONO, Jawa Pos Radar Genteng – Harga daging ayam potong terus merosot. Bila sebelumnya Rp 27 ribu per kilogram, kini hanya Rp Rp 25 ribu hingga Rp 26 ribu per kilogram, kemarin (11/8). Harga itu masih murah dibanding sebulan lalu yang mencapai Rp 35 ribu per kilogram.

Salah satu pedagang daging ayam, Hj. Nining, 50, asal Desa Kebaman, Kecamatan Srono, mengaku tidak tahu sampai kapan harga daging ayam potong akan bertahan. “Harga ayam sejak sebulan lalu terus turun,” katanya.

Harga daging ayam yang kini Rp 26 ribu per kilogram, jelas dia, ini bisa turun lagi, dan diprediksi sampai menyebtuh Rp 23 ribu per kilogram. “Trennya harga daging ayam potong turun terus, tidak tahu kapan akan naik lagi,” ujarnya.

Baca Juga :  Harga Cabai Mahal, Satu Kali Panen Bisa Dapat Rp 20 Juta

Menurut Hj Nining, harga daging ayam itu tidak pernah stabil. Dalam dua hari sekali, harganya selalu berubah, itu bisa naik juga bisa turun. Harga yang flutuatif ini, karena permintaan pasar yang selalu berubah-ubah. “Saat ini permintaan sedang turun, makanya harga murah,” jelasnya.

Pedagang daging ayam lainnya, Meita Fitri asal Desa Sraten, Kecamatan Cluring menyampaikan pada hari biasa seperti sekarang ini hanya bisa menjual rata – rata 150 ekor dalam sehari. Tapi saat bulan tertentu seperti Ramadan dengan harga sekitar Rp 40 ribu per kilogram, bisa menjual sampai 300 ekor lebih. Kkalau sekarang harga murah, penjualan tidak terlalu banyak,” jelasnya.

Fitri mengaku penjualan daging ayam lebih sering habis, meski harganya murah atau mahal. Sebab, ia sudah memiliki palanggan tetap seperti di rumah makan dan tukang sate. “Setiap hari pasti ada yang ambil daging minimal 30 sampai 50 ekor,” ungkapnya.(mg5/abi)

Baca Juga :  Jelang Ramadan, Bahan Pokok Stabil, Namun Minyak Goreng Masih Sulit