alexametrics
23.8 C
Banyuwangi
Tuesday, July 5, 2022

Harga Cabai Rawit Masih Bertahan Rp 80 Ribu Perkilogram

PANJI, Radar Situbondo – Harga cabai di Kabupaten Situbondo belum turun hingga Kamis (9/7) lalu. Harganya masih Rp 80 ribu. Bahkan dua hari sebelumnya sempat naik Rp 100 ribu perkilogram. Ke depan, pedagang memprediksi masih akan ada lonjakan harga.

Sejumlah pemilik kios di Pasar Mimbaan Baru, rata-rata menyediakan stok cabai rawit sedikit. Sebab mereka takut mengalami kerugian. Meskipun sedikit, sangat sulit menghabiskan.

“Sekarang saya hanya mengambil cabai tiga kilogram. Soalnya tidak ada yang membeli kiloan, mereka hanya beli sedikit-sedikit. Kalau harganya normal, kami para pedagang berani ambil banyak sampai 10 Kilogram bahkan lebih. Kalau sekarang jangan coba-coba, biar tidak rugi banyak,” kata Ibu Fitri, salah satu pedagang.

Menurutnya, hampir dua bulan harga cabai terus bertengger di harga Rp 80 ribu. Bahkan tiga hari yang lalu sempat naik Rp 100 ribu. Akibat harga yang tidak stabil itulah, pedagang banyak yang ketakutan untuk berjualan cabai dengan jumlah yang banyak.“Harga cabai selama dua hari berturut-turut sempat Rp 100 ribu. Setelah itu turun lagi Rp 90 ribu. Sekarang Rp 80 ribu,” imbuh ibu Fitri.

Sementara itu, salah satu pembeli di Pasar Mimbaan menyampaikan keluhan terkait mahalnya harga cabai. Sebab, pembeli itu mengaku berjualan gorengan di rumahnya. Nah, karena harga cabai mahal, dia sering dapat komplain dari pembeli karena memberikan cabai sedikit.

“Saya jualan hongkong dan tempe goreng. Namanya gorengan memang harus dikasi cabai sedangkan harga cabai mahal. Bukan hanya cabai yang mengalami kenaikian harga, tepung juga mahal sekarang, harga tepung yang biasnya Rp 8000 sekarang naik Rp 10 ribu,” pungkas Lasmini warga Kelurahan Mimbaan. (hum/pri)

PANJI, Radar Situbondo – Harga cabai di Kabupaten Situbondo belum turun hingga Kamis (9/7) lalu. Harganya masih Rp 80 ribu. Bahkan dua hari sebelumnya sempat naik Rp 100 ribu perkilogram. Ke depan, pedagang memprediksi masih akan ada lonjakan harga.

Sejumlah pemilik kios di Pasar Mimbaan Baru, rata-rata menyediakan stok cabai rawit sedikit. Sebab mereka takut mengalami kerugian. Meskipun sedikit, sangat sulit menghabiskan.

“Sekarang saya hanya mengambil cabai tiga kilogram. Soalnya tidak ada yang membeli kiloan, mereka hanya beli sedikit-sedikit. Kalau harganya normal, kami para pedagang berani ambil banyak sampai 10 Kilogram bahkan lebih. Kalau sekarang jangan coba-coba, biar tidak rugi banyak,” kata Ibu Fitri, salah satu pedagang.

Menurutnya, hampir dua bulan harga cabai terus bertengger di harga Rp 80 ribu. Bahkan tiga hari yang lalu sempat naik Rp 100 ribu. Akibat harga yang tidak stabil itulah, pedagang banyak yang ketakutan untuk berjualan cabai dengan jumlah yang banyak.“Harga cabai selama dua hari berturut-turut sempat Rp 100 ribu. Setelah itu turun lagi Rp 90 ribu. Sekarang Rp 80 ribu,” imbuh ibu Fitri.

Sementara itu, salah satu pembeli di Pasar Mimbaan menyampaikan keluhan terkait mahalnya harga cabai. Sebab, pembeli itu mengaku berjualan gorengan di rumahnya. Nah, karena harga cabai mahal, dia sering dapat komplain dari pembeli karena memberikan cabai sedikit.

“Saya jualan hongkong dan tempe goreng. Namanya gorengan memang harus dikasi cabai sedangkan harga cabai mahal. Bukan hanya cabai yang mengalami kenaikian harga, tepung juga mahal sekarang, harga tepung yang biasnya Rp 8000 sekarang naik Rp 10 ribu,” pungkas Lasmini warga Kelurahan Mimbaan. (hum/pri)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/