alexametrics
27.7 C
Banyuwangi
Saturday, July 2, 2022

Aggota DPRD Ikut Merasakan Penderitaan Warga

BANYUWANGI – Antrean panjang masyarakat yang mendapatkan minyak goreng curah di Toko Purnomo, Kelurahan Kepatihan, mengundang perhatian anggota DPRD Banyuwangi. Dua anggota Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Kamis (7/4/2022) langsung memantau pendistribusian minyak goreng.

Mereka melihat langsung bagaimana ”perjuangan” masyarakat demi mendapatkan minyak goreng curah seharga 15.500 per liter.

Sekretaris DPC PKB Banyuwangi Khusnan Abadi mengatakan, pemantauan distribusi minyak goreng curah untuk memastikan masyarakat mendapatkan minyak goreng secara merata.

”Fraksi PKB turun dalam rangka melihat kondisi saat ini. Kami merespons dan mengapresiasi operasi minyak goreng di salah satu distributor yang sudah bekerja sama dengan Disperindag Banyuwangi,” kata Khusnan.

Selain di Banyuwangi, operasi pasar minyak goreng curah juga berlangsung di Glenmore, Kalibaru, dan Tegalsari. Pembelian minyak goreng curah memang dibatasi maksimal 5 liter per orangnya. ”Pembelian minyak memang dibatasi karena dalam rangka pemerataan. Kalau nanti diborong dan dijual lagi, harganya pasti naik,” kata Khusnan.  

Anggota FKB lainnya, Siti Mafrochatin Ni’mah menyatakan kesiapannya untuk mendukung kelancaran operasi pasar minyak goreng di Banyuwangi. ”Kita ikut merasakan betul penderitaan dan kebutuhan masyarakat akan minyak goreng. Kami berharap tidak sampai terjadi kelangkaan minyak goreng,” ujarnya.

Menurut Ni’mah, pembatasan pembelian minyak goreng merupakan salah satu upaya pemerintah untuk pemerataan serta mengantisipasi kelangkaan. ”Kami harap pemerintah tak lagi mengeluarkan kebijakan yang menyulitkan masyarakat untuk mendapatkan minyak goreng. Kami siap mengawal operasi pasar minyak goreng di Banyuwangi,” tegasnya. 

BANYUWANGI – Antrean panjang masyarakat yang mendapatkan minyak goreng curah di Toko Purnomo, Kelurahan Kepatihan, mengundang perhatian anggota DPRD Banyuwangi. Dua anggota Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Kamis (7/4/2022) langsung memantau pendistribusian minyak goreng.

Mereka melihat langsung bagaimana ”perjuangan” masyarakat demi mendapatkan minyak goreng curah seharga 15.500 per liter.

Sekretaris DPC PKB Banyuwangi Khusnan Abadi mengatakan, pemantauan distribusi minyak goreng curah untuk memastikan masyarakat mendapatkan minyak goreng secara merata.

”Fraksi PKB turun dalam rangka melihat kondisi saat ini. Kami merespons dan mengapresiasi operasi minyak goreng di salah satu distributor yang sudah bekerja sama dengan Disperindag Banyuwangi,” kata Khusnan.

Selain di Banyuwangi, operasi pasar minyak goreng curah juga berlangsung di Glenmore, Kalibaru, dan Tegalsari. Pembelian minyak goreng curah memang dibatasi maksimal 5 liter per orangnya. ”Pembelian minyak memang dibatasi karena dalam rangka pemerataan. Kalau nanti diborong dan dijual lagi, harganya pasti naik,” kata Khusnan.  

Anggota FKB lainnya, Siti Mafrochatin Ni’mah menyatakan kesiapannya untuk mendukung kelancaran operasi pasar minyak goreng di Banyuwangi. ”Kita ikut merasakan betul penderitaan dan kebutuhan masyarakat akan minyak goreng. Kami berharap tidak sampai terjadi kelangkaan minyak goreng,” ujarnya.

Menurut Ni’mah, pembatasan pembelian minyak goreng merupakan salah satu upaya pemerintah untuk pemerataan serta mengantisipasi kelangkaan. ”Kami harap pemerintah tak lagi mengeluarkan kebijakan yang menyulitkan masyarakat untuk mendapatkan minyak goreng. Kami siap mengawal operasi pasar minyak goreng di Banyuwangi,” tegasnya. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/