alexametrics
25.4 C
Banyuwangi
Tuesday, August 9, 2022

Bawang Merah Banyuwangi Sulit Tembus ke Luar Jawa

RadarBanyuwangi.id – Hasil pertanian di Banyuwangi dikenal melimpah dan terkenal. Selain buah-buahan, petani yang menanam bawang merah juga sangat tinggi, seperti di sejumlah desa yang ada di Kecamatan Muncar.

Saat ini hasil bawang merah hasil pertanian Banyuwangi, hanya bisa dijual ke daerah Banyuwangi saja, dan sejumlah pasar yang ada di Jawa. “Untuk tembus ke luar Jawa tidak bisa,” terang  Andrean Habibi, 33, salah satu pedagang bawang merah asal Desa Genteng Wetan, Kecamatan Genteng.

Menurut Andrean, salah satu penyebab bawang merah dijual ke luar Jawa itu karena bawang dari Thailand masuk ke pasar Indonesia. “Di Kalimantan itu kabarnya banyak masuk bawang merah dari Thailand,” katanya.

Baca Juga :  Moeldoko dan Sugirah Ajak Petani Pakai Pupuk Organik

Bawang merah asal Thailand yang masuk ke Kalimantan itu, jelas dia, mulanya masuk melalui Kuching, Serawak Malaysia. Tempat itu, berbatasan langsung dengan Kalimatan Utara dan Kalimantan Barat. Dari kota itu, barang masuk ke seluruh Kalimantan melalui jalur darat. “Infonya bawang merah Thailand banyak di Pontianak,” jelasnya.

Untungnya, jelas dia, saat ini petani bawang merah di Banyuwangi masih dalam tahap tanam. Sehingga, harga masih terbilang stabil. Tapi jika ini bersamaan dengan panen raya, diperkirakan akan berdampak pada harga yang beredar. “Kalau sekarang panen raya, harga bisa anjlok,” jelasnya.

Salah satu petani bawang merah Mohammad Basuki, 4, asal Desa Sumbersewu, Kecamatan Muncar mengatakan saat ini tanaman bawang merah miliknya masih belum bisa dipanen. “Diperkirakan panen pada Ramadan hari ke-10,” katanya.

Baca Juga :  Harus Selalu Menjaga Tanaman di Bantaran Sungai

Menurut Hamid, saat ini harga bawang merah cukup baik. Harga di petani kisaran Rp. 15 ribu per kilogram. Harga ini dianggap sudah memenuhi biaya produksi selama masa tanam. “Lumayan baguslah harganya,” cetusnya. (sli/abi)

RadarBanyuwangi.id – Hasil pertanian di Banyuwangi dikenal melimpah dan terkenal. Selain buah-buahan, petani yang menanam bawang merah juga sangat tinggi, seperti di sejumlah desa yang ada di Kecamatan Muncar.

Saat ini hasil bawang merah hasil pertanian Banyuwangi, hanya bisa dijual ke daerah Banyuwangi saja, dan sejumlah pasar yang ada di Jawa. “Untuk tembus ke luar Jawa tidak bisa,” terang  Andrean Habibi, 33, salah satu pedagang bawang merah asal Desa Genteng Wetan, Kecamatan Genteng.

Menurut Andrean, salah satu penyebab bawang merah dijual ke luar Jawa itu karena bawang dari Thailand masuk ke pasar Indonesia. “Di Kalimantan itu kabarnya banyak masuk bawang merah dari Thailand,” katanya.

Baca Juga :  Dampak PPKM, Biaya Pengiriman Buah Membengkak

Bawang merah asal Thailand yang masuk ke Kalimantan itu, jelas dia, mulanya masuk melalui Kuching, Serawak Malaysia. Tempat itu, berbatasan langsung dengan Kalimatan Utara dan Kalimantan Barat. Dari kota itu, barang masuk ke seluruh Kalimantan melalui jalur darat. “Infonya bawang merah Thailand banyak di Pontianak,” jelasnya.

Untungnya, jelas dia, saat ini petani bawang merah di Banyuwangi masih dalam tahap tanam. Sehingga, harga masih terbilang stabil. Tapi jika ini bersamaan dengan panen raya, diperkirakan akan berdampak pada harga yang beredar. “Kalau sekarang panen raya, harga bisa anjlok,” jelasnya.

Salah satu petani bawang merah Mohammad Basuki, 4, asal Desa Sumbersewu, Kecamatan Muncar mengatakan saat ini tanaman bawang merah miliknya masih belum bisa dipanen. “Diperkirakan panen pada Ramadan hari ke-10,” katanya.

Baca Juga :  Banyak yang Naik Haji dari Bertani Cabai

Menurut Hamid, saat ini harga bawang merah cukup baik. Harga di petani kisaran Rp. 15 ribu per kilogram. Harga ini dianggap sudah memenuhi biaya produksi selama masa tanam. “Lumayan baguslah harganya,” cetusnya. (sli/abi)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/