alexametrics
25.6 C
Banyuwangi
Thursday, August 11, 2022

Kebutuhan Dapur Jadi Pemicu Utama Inflasi

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Kabar terbaru berkaitan harga barang-barang secara umum di Banyuwangi. Sepanjang Juni lalu, kabupaten ujung timur Pulau Jawa ini mengalami inflasi sebesar 0,61 persen.

Menariknya, ranking tiga besar pemicu inflasi ditempati bahan-bahan kebutuhan dapur. Rinciannya, cabai rawit menduduki posisi puncak penyumbang inflasi dengan andil sebesar 0,26 persen, bawang merah berada di posisi kedua dengan andil sebesar 0,20 persen, dan bahan bakar rumah tangga menempati posisi tiga dengan andil sebesar 0,14 persen.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Banyuwangi Tri Erwandi mengatakan, selain cabai rawit dan bawang merah, beberapa komoditas bahan makanan lain juga menyumbang inflasi, di antaranya telur ayam ras dengan andil sebesar 0,1 persen, tomat sebesar 0,1 persen, dan cabai merah sebesar 0,08 persen. ”Komoditas lain yang menjadi penyumbang inflasi antara lain bahan bakar rumah tangga sebesar 0,14 persen, mobil sebesar 0,06 persen, rekreasi sebesar 0,06 persen, dan sepeda motor sebesar 0,04 persen,” ujarnya.

Baca Juga :  Waduh, Harga Cabai Tembus Rp 72.000

Sementara itu, beberapa komoditas mengalami penurunan harga sehingga berpotensi meredam inflasi alias menyumbang deflasi. Komoditas yang menjadi penyumbang deflasi tersebut sebagian besar dari golongan ikan segar, seperti ikan tongkol (0,14 persen), lemuru (0,06 persen), udang basah (0,05 persen), dan cumi-cumi (0,02 persen).

Tri menambahkan, pada periode Juni tahun ini, delapan kota Indeks Harga Konsumen (IHK) di wilayah Jatim seluruhnya mengalami inflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kediri, yakni 0,78 persen dan disusul Probolinggo dengan inflasi sebesar 0,74 persen. Posisi ketiga ditempati Jember dengan inflasi sebesar 0,71 persen. Madiun berada di urutan keempat dengan inflasi sebesar 0,66 persen. Sedangkan Banyuwangi dan Malang berbagi posisi. Kedua kota ini sama-sama mengalami inflasi sebesar 0,61 persen.

Baca Juga :  PT Naga Baru Beri Ratusan Paket Sembako ke Lingkungan Sukowidi

Sementara itu, dua kota yang menduduki posisi terendah adalah Surabaya dan Sumenep. Rinciannya, Surabaya mengalami inflasi sebesar 0,46 persen sedangkan inflasi di Sumenep hanya sebesar 0,45 persen. (sgt/aif/c1)

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Kabar terbaru berkaitan harga barang-barang secara umum di Banyuwangi. Sepanjang Juni lalu, kabupaten ujung timur Pulau Jawa ini mengalami inflasi sebesar 0,61 persen.

Menariknya, ranking tiga besar pemicu inflasi ditempati bahan-bahan kebutuhan dapur. Rinciannya, cabai rawit menduduki posisi puncak penyumbang inflasi dengan andil sebesar 0,26 persen, bawang merah berada di posisi kedua dengan andil sebesar 0,20 persen, dan bahan bakar rumah tangga menempati posisi tiga dengan andil sebesar 0,14 persen.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Banyuwangi Tri Erwandi mengatakan, selain cabai rawit dan bawang merah, beberapa komoditas bahan makanan lain juga menyumbang inflasi, di antaranya telur ayam ras dengan andil sebesar 0,1 persen, tomat sebesar 0,1 persen, dan cabai merah sebesar 0,08 persen. ”Komoditas lain yang menjadi penyumbang inflasi antara lain bahan bakar rumah tangga sebesar 0,14 persen, mobil sebesar 0,06 persen, rekreasi sebesar 0,06 persen, dan sepeda motor sebesar 0,04 persen,” ujarnya.

Baca Juga :  PMK Menggila, Harga Daging Sapi Ternyata Masih Stabil

Sementara itu, beberapa komoditas mengalami penurunan harga sehingga berpotensi meredam inflasi alias menyumbang deflasi. Komoditas yang menjadi penyumbang deflasi tersebut sebagian besar dari golongan ikan segar, seperti ikan tongkol (0,14 persen), lemuru (0,06 persen), udang basah (0,05 persen), dan cumi-cumi (0,02 persen).

Tri menambahkan, pada periode Juni tahun ini, delapan kota Indeks Harga Konsumen (IHK) di wilayah Jatim seluruhnya mengalami inflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kediri, yakni 0,78 persen dan disusul Probolinggo dengan inflasi sebesar 0,74 persen. Posisi ketiga ditempati Jember dengan inflasi sebesar 0,71 persen. Madiun berada di urutan keempat dengan inflasi sebesar 0,66 persen. Sedangkan Banyuwangi dan Malang berbagi posisi. Kedua kota ini sama-sama mengalami inflasi sebesar 0,61 persen.

Baca Juga :  Harga Cabai Rp 120 Ribu, Bawang Merah Rp 40 Ribu

Sementara itu, dua kota yang menduduki posisi terendah adalah Surabaya dan Sumenep. Rinciannya, Surabaya mengalami inflasi sebesar 0,46 persen sedangkan inflasi di Sumenep hanya sebesar 0,45 persen. (sgt/aif/c1)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/