Kamis, 02 Dec 2021
Radar Banyuwangi
Home / Otomotif
icon featured
Otomotif

Stok Solar Masih Ama

21 Oktober 2021, 13: 50: 59 WIB | editor : Bayu Saksono

Stok Solar Masih Ama

TAK PERLU PANIK: Kapolsek AKP Kusmin memantau stok BBM di SPBU Jalan Banterang Banyuwangi kemarin (19/10). (Bagus Rio/RaBa)

Share this      

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Bahan bakar minyak (BBM) jenis solar mengalami kelangkaan di berbagai daerah. Meningkatnya permintaan BBM tersebut seiring mulai pulihnya aktivitas masyarakat. 

Tak ingin terjadi kelangkaan di Banyuwangi, kemarin (19/10) aparat Polresta Banyuwangi langsung mengecek sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). Para kapolsek memantau sejumlah SBPU di wilayahnya masing-masing.

Kapolsek Banyuwangi AKP Kusmin mengecek persediaan BBM khususnya solar di SPBU Karangente dan SPBU Jalan Banterang. Meski di sejumlah daerah mengalami kelangkaan, persediaan solar di semua SPBU masih aman. ”Pengecekan ini untuk mengetahui stok BBM di sejumlah SPBU, termasuk  mengantisipasi adanya penimbunan BBM,” tegas Kusmin.

Baca juga: Ini Dia Motor Yang Bisa Bikin Cewek Jatuh Cinta!

Kusmin mengatakan, kebutuhan BBM memang mengalami peningkatan setelah pemerintah berhasil menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Covid-19. ”Saat ini kebutuhan BBM memang cukup meningkat, terutama meningkatnya mobilitas masyarakat setelah dibukanya seluruh destinasi wisata di Banyuwangi,” katanya.

Meningkatnya aktivitas masyarakat memicu kenaikan konsumsi BBM, bahkan sampai menimbulkan kelangkaan di sejumlah wilayah. Oleh karena itu, aparat kepolisian melakukan pemantauan guna mengantisipasi adanya penimbunan. ”Kita hanya sebagai sistem kontrol saja. Namun, jika ditemukan adanya pelanggaraan dengan melakukan penimbunan, kami langsung menindak tegas,” ujar Kusmin.

Kusmin menambahkan, dari hasil pemantauan di dua SPBU yang ada di wilayahnya, tidak ditemukan adanya penimbunan. Stok BBM khususnya solar juga masih aman. Di SPBU Karangente tersedia 7 ton 500 liter, sedangkan untuk SPBU Jalan Banterang 7 ton 600 liter. ”Stok masih aman semua. Kita juga tidak menemukan adanya kelangkaan ataupun penimbunan BBM,” ungkapnya.

Petugas SPBU Jalan Banterang Ferfisah Akbar membenarkan adanya peningkatan konsumsi BBM selama pelonggaran PPKM diberlakukan. Namun, peningkatan konsumsi BBM di Banyuwangi sendiri tidak begitu signifikan. ”Memang ada peningkatan, tetapi tidak begitu signifikan. Hanya meningkatnya kendaraan dibandingkan saat pemberlakuan PPKM saja,” katanya.

Meski sejumlah daerah mulai mengalami kelangkaan BBM jenis solar, jelas Akbar, tetapi di Banyuwangi masih terpantau normal. Terutama di SPBU Jalan Banterang  yang masih tersedia stok 7 ton lebih. ”Meski kebutuhan solar cukup meningkat, stok masih aman. Masih cukup hingga beberapa pekan ke depan,” tegasnnya.

 Unit Reskrim Polresta Banyuwangi juga ikut memantau stok BBM di seluruh SPBU. Dari pantauan Reskrim, hanya satu SPBU yang mengalami kelangkaan BBM jenis solar. Kelangkaan stok solar tersebut ditemukan di SPBU Genteng Wetan, Kecamatan Genteng. ”Hanya ada satu SPBU yang kedapatan stok solarnya habis,” ujar Kasatreskrim AKP Mustijat Priyambodo.

Dari pantauan seluruh SPBU, kata Mustijat, SPBU Genteng Wetan mengalami peningkatan kebutuhan. Selain sebagai jalan poros menuju Kabupaten Jember, mobilitas masyarakat Genteng juga meningkat. ”Untuk keseluruhan di Kabupaten Banyuwangi sendiri masih relatif aman,” katanya.

Dari beberapa kecamatan, masih kata Mustijat, ada beberapa yang masih memiliki stok sekitar 15 ribu liter. Diantaranya, Kecamatan Kalipuro, Rogojampi, Kabat, Srono, dan Glenmore. ”Di lima kecamatan tersebut, stok BBM cukup melimpah karena kebutuhannya tidak begitu banyak,” tandasnya. 

(bw/rio/rbs/JPR)

©2021 PT. JawaPos Group Multimedia