alexametrics
25.5 C
Banyuwangi
Wednesday, July 6, 2022

Pendapatan Cukai Harus Naik, Pemkab Lakukan Hal Ini

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi –Pemerintah berupaya keras untuk meningkatkan pendapatan bea cukai rokok. Beragam cara dilakukan agar pendapatan negara dari penjualan rokok ini tidak bocor. Begitulah yang disampaikan oleh Plt Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan Banyuwangi RR Nanin Oktaviantie.

Menurut Nanin, pendapatan bea cukai yang diperoleh Kabupetan Banyuwangi di tahun 2020 mencapai Rp19,293 miliar atau naik 19,02 persen dibandingkan tahun 2019 yang mencapai Rp 16,208 miliar. ”Besarnya dana bagi hasil bea cukai dan hasil tembakau ini harus kita jaga, jangan sampai bocor,” kata Nanin di sela-sela sosialisasi Peraturan Perundang-Undangan di Bidang Cukai secara tatap muka bersama pedagang rokok di wilayah Kecamatan Glagah pada Selasa (28/9) di Hall Aston Hotel Banyuwangi.

 

Menurut Nanin, pihaknya bersinergi dengan Kantor Pelayanan dan Pengawasan Bea Cukai Banyuwangi untuk mengedukasi pedagang rokok dan masyarakat agar ikut mewaspadai peredaran rokok ilegal yang merugikan negara.

Bagaimana perbedaan antara rokok legal dan rokok ilegal, Nanin menjelaskan jika rokok legal memiliki pita cukai yang dilekatkan pada kemasannya. Sedangkan rokok ilegal berupa rokok polos yang tidak dilengkapi dengan pita cukai. Tidak hanya itu, pita cukai asli yang sesuai dengan desain cukai 2020, yakni memiliki hologram dan cetakannya jelas dan tajam. Sedangkan rokok ilegal terkadang dilengkapi pita cukai palsu yang warnanya tak jelas, seperti memudar. 

”Terkadang rokok ilegal juga ditempel pita cukai bekas yang sudah pernah dipakai. Jadi terlihat jelas ada sobekan, kerutan, atau lusuh,” kata Nanin.

Sementara itu, narasumber dari Kantor Pelayanan dan Pengawasan Bea Cukai Banyuwangi Kasi KIP Dominika Krisdianti dan Made Pasek mengatakan, maraknya peredaran rokok ilegal di wilayah Kabupaten Banyuwangi berpotensi merugikan pemerintah dari sektor pendapatan pajak dan tergerusnya pelaku industri rokok legal.  

Pihaknya berharap para pedagang mampu membedakan rokok yang dikemas secara legal dan ilegal. Peran Bea Cukai di daerah dalam pemanfaatan Dana Bagi Hasil Cukai dan Hasil Tembakau (DBHCHT) ini di antaranya adalah mengintensifkan program sinergi antara Bea Cukai dengan Pemkab Banyuwangi untuk menyosialisasikan usaha maupun konsumsi di bidang cukai yang legal serta menekan peredaran barang kena cukai ilegal, sebagaimana yang telah terjalin selama ini. ”Sehingga pemanfaatan DBHCHT ini dapat lebih efektif untuk program-program di bidang kesejahteraaan masyarakat, kesehatan masyarakat, dan penegakan hukum,” kata Dominika.

Dominika menambahkan, pihak yang nekat mengedarkan, menjual, dan menawarkan rokok yang tanpa dilekati pita cukai atau dikenal dengan istilah rokok polos/putihan akan dijerat dengan pasal 54 UU No 11 Tahun 1995 jo UU No 39 Tahun 2007 tentang Cukai dengan ancaman pidana penjara paling singkat 1 (satu) tahun dan paling lama 5 (lima) tahun. ”Dengan pidana denda paling sedikit 2 (dua) kali nilai cukai, paling banyak 10 (sepuluh) kali nilai cukai,” ujarnya.

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi –Pemerintah berupaya keras untuk meningkatkan pendapatan bea cukai rokok. Beragam cara dilakukan agar pendapatan negara dari penjualan rokok ini tidak bocor. Begitulah yang disampaikan oleh Plt Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan Banyuwangi RR Nanin Oktaviantie.

Menurut Nanin, pendapatan bea cukai yang diperoleh Kabupetan Banyuwangi di tahun 2020 mencapai Rp19,293 miliar atau naik 19,02 persen dibandingkan tahun 2019 yang mencapai Rp 16,208 miliar. ”Besarnya dana bagi hasil bea cukai dan hasil tembakau ini harus kita jaga, jangan sampai bocor,” kata Nanin di sela-sela sosialisasi Peraturan Perundang-Undangan di Bidang Cukai secara tatap muka bersama pedagang rokok di wilayah Kecamatan Glagah pada Selasa (28/9) di Hall Aston Hotel Banyuwangi.

 

Menurut Nanin, pihaknya bersinergi dengan Kantor Pelayanan dan Pengawasan Bea Cukai Banyuwangi untuk mengedukasi pedagang rokok dan masyarakat agar ikut mewaspadai peredaran rokok ilegal yang merugikan negara.

Bagaimana perbedaan antara rokok legal dan rokok ilegal, Nanin menjelaskan jika rokok legal memiliki pita cukai yang dilekatkan pada kemasannya. Sedangkan rokok ilegal berupa rokok polos yang tidak dilengkapi dengan pita cukai. Tidak hanya itu, pita cukai asli yang sesuai dengan desain cukai 2020, yakni memiliki hologram dan cetakannya jelas dan tajam. Sedangkan rokok ilegal terkadang dilengkapi pita cukai palsu yang warnanya tak jelas, seperti memudar. 

”Terkadang rokok ilegal juga ditempel pita cukai bekas yang sudah pernah dipakai. Jadi terlihat jelas ada sobekan, kerutan, atau lusuh,” kata Nanin.

Sementara itu, narasumber dari Kantor Pelayanan dan Pengawasan Bea Cukai Banyuwangi Kasi KIP Dominika Krisdianti dan Made Pasek mengatakan, maraknya peredaran rokok ilegal di wilayah Kabupaten Banyuwangi berpotensi merugikan pemerintah dari sektor pendapatan pajak dan tergerusnya pelaku industri rokok legal.  

Pihaknya berharap para pedagang mampu membedakan rokok yang dikemas secara legal dan ilegal. Peran Bea Cukai di daerah dalam pemanfaatan Dana Bagi Hasil Cukai dan Hasil Tembakau (DBHCHT) ini di antaranya adalah mengintensifkan program sinergi antara Bea Cukai dengan Pemkab Banyuwangi untuk menyosialisasikan usaha maupun konsumsi di bidang cukai yang legal serta menekan peredaran barang kena cukai ilegal, sebagaimana yang telah terjalin selama ini. ”Sehingga pemanfaatan DBHCHT ini dapat lebih efektif untuk program-program di bidang kesejahteraaan masyarakat, kesehatan masyarakat, dan penegakan hukum,” kata Dominika.

Dominika menambahkan, pihak yang nekat mengedarkan, menjual, dan menawarkan rokok yang tanpa dilekati pita cukai atau dikenal dengan istilah rokok polos/putihan akan dijerat dengan pasal 54 UU No 11 Tahun 1995 jo UU No 39 Tahun 2007 tentang Cukai dengan ancaman pidana penjara paling singkat 1 (satu) tahun dan paling lama 5 (lima) tahun. ”Dengan pidana denda paling sedikit 2 (dua) kali nilai cukai, paling banyak 10 (sepuluh) kali nilai cukai,” ujarnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/