Kamis, 02 Dec 2021
Radar Banyuwangi
Home / Finance
icon featured
Finance

Korban Minta Kepastian Ada Kelonggaran

16 Oktober 2021, 14: 20: 59 WIB | editor : Bayu Saksono

Korban Minta Kepastian Ada Kelonggaran

SURVEI: Kepala Unit BRI Kalibaru, Andi Nur Setiawan (kanan) saat meninjau lokasi pedagang yang terdampak kebakaran di PD Kalibaru, Desa Kalibaru Wetan, Kecamatan Kalibaru kemarin (14/10) (Sulhan Hadi/RaBa)

Share this      

KALIBARU, Jawa Pos Radar Banyuwangi -  Sejumlah pedagang di Pasar Daerah (PD) Kalibaru, Desa Kalibaru Wetan, Kecamatan Kalibaru yang menjadi korban kebakaran pada Minggu dini hari (10/10), minta segera ada kepastian terkait kelonggaran dalam membayar angsuran dari BRI.

Setelah terjadi kebakaran itu, BRI sempat mendata para pedagang yang punya pinjaman. Tapi hingga kini, kepastian kelonggaran itu belum pasti. “Kita sudah pernah didata oleh petugas dari BRI dan akan diberi kemudahan, tapi kepastian bentuknya seperti apa belum jelas,” terang Ikhsan Nurhasan, 34, pedagang ikan asin asal Desa Kalibaru Wetan.

Iksan berharap segera ada kepastian, sehingga cicilannya yang saat ini berjalan bisa lebih mudah. Sebab, usahanya mengalami keterpurukan pasca kebakaran. “Dengan kondisi seperti ini kewajiban mencicil setiap bulan agak susah,” ujarnya.

Baca juga: Pendapatan Cukai Harus Naik, Pemkab Lakukan Hal Ini

Kepala BRI Unit Kalibaru, Andi Nur Setiawan menyampaikan semua nasabah yang terdampak kebakaran mendapat kepastian relaksasi. “para pedagang yang menjadi korban kebakaran, sebenarnya sudah dipastikan mendapat kelonggaran,” katanya.

Hanya saja, terang dia, BRI ingin berbuat lebih banyak, tidak hanya sekadar memberi relaksasi kepada para korban kebakaran saja. Tapi, juga mendata nasabah lain yang kemungkinan mengalami dampak tidak langsung. “Kami ini maunya lebih dari sekadar relaksasi, mungkin bantu fasilitas juga, ini sedang kita bahas,” ujarnya.

Saat pertemuan dengan nasabah, jelas dia, beberapa nasabah menyatakan masih ingin mengangsur secara normal. Dari hasil pendataan yang dilakukan, kemampuan mengangsur juga masih kuat. Itu didukung data ada nasabah yang asetnya tidak hanya di pasar, tapi juga ada yang memiliki usaha lain dan bisa mengangsur. “Relaksasi itu seperti penundaan pembayaran setiap bulan, sesuai aturan kemudahan mengansur selama enam bulan,” ungkapnya.

(bw/sli/rbs/JPR)

©2021 PT. JawaPos Group Multimedia