alexametrics
24.1 C
Banyuwangi
Tuesday, July 5, 2022

Sentimen Positif BNI Dorong Saham Bank Bukopin

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi –  Sentimen positif dukungan dari BNI serta rencana penawaran umum terbatas (PUT) atau rights issue V mendorong saham PT Bank Bukopin Tbk (BBKP) melesat hingga 13,58 persen di pasar saham, hingga mampu ditutup pada level Rp184, naik 13,58 persen dibandingkan akhir pekan lalu.

Direktur Operasi & TI Bank Bu­kopin Adhi Brahmantya menga­ta­kan, sebelumnya manajemen Bank Bukopin berinisiatif meminta dukungan technical assistance dari bank pelat merah yang dikenal sangat baik dalam bidang Treasury Management. ”Bank Bukopin dan BNI telah sepakat bekerja sama dalam pemberian technical assis­tance dalam bidang treasury ma­na­gement,” kata Adhi dalam ke­terangan persnya Rabu kemarin (10/6).

Dengan asistensi ini, Bank Bu­kopin diharapkan dapat lebih efektif dan optimal dalam me­nge­lola likuiditas di tengah situasi perbankan menghadapi pandemi Covid-19. Bank Bukopin optimistis ke depannya dapat meningkatkan ke­mampuan dalam menghadapi situasi yang terjadi akhir-akhir ini. ”Sebagai salah satu bank milik negara, BNI telah memiliki penga­laman dan kemampuan yang mumpuni serta telah terbukti ber­hasil mengatasi berbagai situasi ekonomi,” jelas Adhi.

Sementara itu, kerja sama tech­nical assistance di bidang treasury management antara lain pelatihan SDM, penyusunan kebijakan pe­rusahaan, konsultansi, dan advisory, diharapkan menjadi langkah positif dalam mengem­bang­kan bisnis Bank Bukopin.

Saham Bank Bukopin juga sem­pat menyentuh level tertinggi Rp188 dan terendah Rp163 dan investor asing tercatat mengoleksi saham dari emiten yang diken­dalikan oleh PT Bosowa Cor­porindo ini. Aksi beli bersih in­vestor asing ini mencapai Rp 473,03 juta, sementara total nilai transaksi mencapai Rp 52,91 miliar, dan tergolong rekor tertinggi di­bandingkan dengan rata-rata tran­saksi beberapa bulan terakhir.

Sementara itu, pada kuartal I-2020 Bukopin meraih laba bersih Rp 53,70 miliar, turun dibandingkan setahun sebelumnya Rp 54,83 miliar. Untuk kredit yang di­sa­lurkan Perseroan secara tumbuh sebesar 2,4% (year- to-date) menjadi Rp 71,2 triliun dengan posisi Dana Pihak Ketiga sebesar Rp 77,89 triliun.

Dari sisi kualitas kredit, Perseroan berhasil meningkatkan kualitas aset dengan posisi NPL (net) turun ke 3,40 persen, membaik diban­dingkan 4,45 persen pada De­sember 2019. Secara keseluruhan, hingga triwulan I/2020 Bank Bukopin berhasil menjaga posisi aset pada angka Rp 100,80 triliun.

Di antara komposisi pemegang saham Bank Bukopin, masih ter­dapat Negara Republik Indo­nesia dengan kepemilikan 8,9 per­sen. Langkah strategis ini di­harapkan dapat mendukung Bank Bukopin dalam mengelola fungsi treasury management dan pengembangan bisnis ke de­pannya. ”Dengan du­kungan negara sebagai salah satu peme­gang saham dan bank pelat merah ini, kami harapkan nasabah tetap dapat mempercayakan ber­bagai kebutuhan layanan jasa ke­ua­ngannya pada kami,” tegasnya. (adv)

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi –  Sentimen positif dukungan dari BNI serta rencana penawaran umum terbatas (PUT) atau rights issue V mendorong saham PT Bank Bukopin Tbk (BBKP) melesat hingga 13,58 persen di pasar saham, hingga mampu ditutup pada level Rp184, naik 13,58 persen dibandingkan akhir pekan lalu.

Direktur Operasi & TI Bank Bu­kopin Adhi Brahmantya menga­ta­kan, sebelumnya manajemen Bank Bukopin berinisiatif meminta dukungan technical assistance dari bank pelat merah yang dikenal sangat baik dalam bidang Treasury Management. ”Bank Bukopin dan BNI telah sepakat bekerja sama dalam pemberian technical assis­tance dalam bidang treasury ma­na­gement,” kata Adhi dalam ke­terangan persnya Rabu kemarin (10/6).

Dengan asistensi ini, Bank Bu­kopin diharapkan dapat lebih efektif dan optimal dalam me­nge­lola likuiditas di tengah situasi perbankan menghadapi pandemi Covid-19. Bank Bukopin optimistis ke depannya dapat meningkatkan ke­mampuan dalam menghadapi situasi yang terjadi akhir-akhir ini. ”Sebagai salah satu bank milik negara, BNI telah memiliki penga­laman dan kemampuan yang mumpuni serta telah terbukti ber­hasil mengatasi berbagai situasi ekonomi,” jelas Adhi.

Sementara itu, kerja sama tech­nical assistance di bidang treasury management antara lain pelatihan SDM, penyusunan kebijakan pe­rusahaan, konsultansi, dan advisory, diharapkan menjadi langkah positif dalam mengem­bang­kan bisnis Bank Bukopin.

Saham Bank Bukopin juga sem­pat menyentuh level tertinggi Rp188 dan terendah Rp163 dan investor asing tercatat mengoleksi saham dari emiten yang diken­dalikan oleh PT Bosowa Cor­porindo ini. Aksi beli bersih in­vestor asing ini mencapai Rp 473,03 juta, sementara total nilai transaksi mencapai Rp 52,91 miliar, dan tergolong rekor tertinggi di­bandingkan dengan rata-rata tran­saksi beberapa bulan terakhir.

Sementara itu, pada kuartal I-2020 Bukopin meraih laba bersih Rp 53,70 miliar, turun dibandingkan setahun sebelumnya Rp 54,83 miliar. Untuk kredit yang di­sa­lurkan Perseroan secara tumbuh sebesar 2,4% (year- to-date) menjadi Rp 71,2 triliun dengan posisi Dana Pihak Ketiga sebesar Rp 77,89 triliun.

Dari sisi kualitas kredit, Perseroan berhasil meningkatkan kualitas aset dengan posisi NPL (net) turun ke 3,40 persen, membaik diban­dingkan 4,45 persen pada De­sember 2019. Secara keseluruhan, hingga triwulan I/2020 Bank Bukopin berhasil menjaga posisi aset pada angka Rp 100,80 triliun.

Di antara komposisi pemegang saham Bank Bukopin, masih ter­dapat Negara Republik Indo­nesia dengan kepemilikan 8,9 per­sen. Langkah strategis ini di­harapkan dapat mendukung Bank Bukopin dalam mengelola fungsi treasury management dan pengembangan bisnis ke de­pannya. ”Dengan du­kungan negara sebagai salah satu peme­gang saham dan bank pelat merah ini, kami harapkan nasabah tetap dapat mempercayakan ber­bagai kebutuhan layanan jasa ke­ua­ngannya pada kami,” tegasnya. (adv)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/