RadarBanyuwangi.id - Ikan cupang (Betta sp.) dikenal karena keindahan siripnya yang memukau dan warna-warnanya yang mencolok.
Tak heran jika banyak pecinta ikan hias tertarik untuk membudidayakannya. Berikut adalah panduan lengkap untuk memulai beternak ikan cupang di rumah.
Siapkan Wadah yang Sesuai
Gunakan akuarium atau wadah berukuran minimal 30x30 cm. Pastikan wadah bersih dan bebas dari bahan kimia berbahaya.
Tambahkan tanaman air seperti eceng gondok atau kayambang sebagai tempat berlindung dan membantu menjaga kualitas air.
Pilih Indukan Berkualitas
Pilih indukan jantan dan betina yang sehat dan berusia matang (jantan 4-8 bulan, betina 3-4 bulan).
Ciri-ciri indukan jantan meliputi sirip panjang dan warna cerah, sedangkan betina memiliki sirip lebih pendek dan warna yang lebih kusam.
Persiapkan Tempat Pemijahan
Gunakan wadah khusus berukuran sekitar 20x20x20 cm dengan air setinggi 10-15 cm. Gunakan air sungai atau air tanah yang telah diendapkan semalaman. Hindari penggunaan air PAM yang mengandung kaporit.
Proses Pemijahan
Masukkan indukan jantan terlebih dahulu dan biarkan ia membuat sarang gelembung. Setelah sarang terbentuk, masukkan indukan betina.
Pemijahan biasanya berlangsung selama 1-2 hari. Setelah betina melepaskan telur dan jantan memindahkannya ke sarang, segera keluarkan betina untuk mencegah agresi dari jantan.
Perawatan Telur dan Larva
Telur akan menetas dalam waktu 24-36 jam. Larva akan tetap berada di sarang selama 2-3 hari hingga kantung kuning telurnya habis.
Setelah itu, larva mulai berenang bebas dan membutuhkan pakan tambahan. Pada tahap ini, indukan jantan sebaiknya dipindahkan untuk mencegah kemungkinan ia memakan anakannya.
Pemberian Pakan
Berikan pakan berupa infusoria atau kutu air yang telah disaring pada tahap larva. Setelah berusia satu minggu, larva dapat diberikan naupli artemia atau microworms.
Seiring pertumbuhan, tambahkan pakan berupa cacing sutra atau pelet halus. Frekuensi pemberian pakan adalah 3-4 kali sehari dalam porsi kecil untuk mencegah penumpukan sisa pakan yang dapat merusak kualitas air. (*)
Editor : Lugas Rumpakaadi