Meski begitu, ternyata tidak ada catatan atau bukti arkeologi yang menunjukkan kapan dan siapa yang pertama kali menanam tebu sebagai bahan dasar pembuatan gula.
Saat ini, tanaman tebu banyak dibudidayakan di perkebunan, untuk kemudian dijadikan bahan baku di industri gula.
Gula pasir itu kemudian yang diedarkan di pasaran untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Lalu, seperti apa cara pembuatan gula tebu? Proses pertama dalam proses produksi gula kristal putih adalah proses pemerahan tebu.
Cara ini bertujuan untuk mengambil nira sebanyak-banyaknya dari batang tebu.
Di pabrik, sebelum masuk ke stasiun giling, tebu yang sudah ditebang harus lebih dulu ditimbang dengan menggunakan crane sebagai pengangkut.
Tebu kemudian diatur masuk oleh cane carrier untuk dipotong-potong dan dipecah-pecah, lalu digiling.
Hasil gilingan tebu itu menghasilkan nira tebu. Nira ini yang selanjutnya disaring dan dimurnikan menggunakan cairan tertentu guna pengendapan.
Tahap selanjutnya pada proses pengolahan produk gula kristal putih adalah penguapan nira encer.
Proses ini bertujuan untuk menguapkan air yang terdapat pada nira encer sampai didapatkan kekentalan tertentu.
Setelah selesai pengentalan, tahap selanjutnya proses kristalisasi alias proses penguapan air yang terdapat dalam nira kental.
Ini bertujuan agar membentuk kristal gula dengan diameter sesuai keinginnan.
Gula tersebut kemudian bisa masuk ke proses centrifugal. Proses ini bertujuan memisahkan kristal gula dengan larutan gula, serta menekan gula yang terikut tetes seminimal mungkin.
Target dari proses di stasiun putaran ini adalah mendapatkan gula yang kristal tidak basah. Gula tebu kristal itu, kemudian bisa dikemas dan dipasarkan ke masyarakat. (sas/bay)
Editor : Niklaas Andries