alexametrics
27.6 C
Banyuwangi
Thursday, July 7, 2022

Almestika Selalu Ingat JKN-KIS ketika Istri Harus Operasi Sesar

JAWAPOS.COM-Sesar adalah tindakan operasi bagi perempuan yang akan melahirkan dengan biaya yang tidak sedikit. Sehingga untuk bisa menjalani hal itu, harus ada biaya lebih yang dikeluarkan oleh pasien. Tapi, tidak bagi Almestika. Saat harus ada penanganan medis, Almestika selalu ingin dengan Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS). Almestika adalah seorang karyawan di sebuah hotel di Banyuwangi yang sudah di daftarkan oleh tempatnya bekerja, sehingga sudah menaggung istri dan 3 (tiga) orang anak. Pada 16 Agustus 2020 lalu, istrinya akan melahirkan anak ketiga dan harus di operasi sesar. Saat itu istrinya sedang berada di wilayah Tulungagung Jawa Timur, sehingga Almestika harus bergegas ke sana untuk menemani istrinya yang akan melahirkan anak ketiga nya tersebut.

“Saat itu istri saya sedang berada di Tulung Agung, sedangkan saya bekerja di Banyuwangi, sehingga saya harus kesana dan menemani istri untuk melahirkan anak yang ketiga. ketika kata dokter istri saya harus di Operasi, saya langsung ingat dengan JKN-KIS dan tidak perlu khawatir dengan biaya yang harus dikeluarkan, karena semua nya sudah ditanggung oleh JKN-KIS,” Ucap Almestika.

Operasi nya berjalan dengan lancar dan untuk kondisi ibu beserta bayi nya dalam keadaan sehat. Sehingga membuat Almestika semakin merasa tenang.

“Alhamdulillah untuk ibu dan bayi nya semuanya dalam keadaan sehat, sehingga saya merasa tenang dan ketika saya harus kembali bekerja ke Banyuwangi, saya tidak khawatir,” Ungkap nya.

Program JKN-KIS ini sungguh sangat membatu Almestika dalam hal kesehatan dan finansial. Ia juga berusyukur sudah di daftarkan oleh perusahaan tempat ia bekerja, sehingga ia tidak khawatir ketika ia dan keluarganya harus mendapatkan penanganan kesehatan.

“Saya sudah terdaftar di perusahaan ini sejak pertama masuk bekerja, jadi saya merasa tenang dan tidak was-was ketika saya atau keluarga saya harus mendapatkan penanganan kesehatan.  benar saja, istri saya harus di sesar dan itu memang membutuhkan banyak biaya jika tidak memiliki asuransi kesehatan,” Kata Almestika yang profesinya sebagai House Keeping Manager di salah satu hotel terkemuka di Banyuwangi.

 

Kata-kata “dengan gotong royong semua tertolong” selalu terngiang di telinga Almestka dan membuat ia merasa harus selalu membantu dan membayar iuran. Iuran yang  dibayarkan adalah 5% dari gaji dan proporsi nya itu adalah 4% dibayarkan oleh perusahaan, 1% nya dibayarkan oleh karyawan. Sehingga ia hanya membayar iuran 1% dari gajinya, sedangkan kontribusi terbayak itu adalah dari perusahaannya.

“Saya selalu mendengar kata dengan gotong royong semua tertolong, sehingga kalimat itu membuat saya berfikir bahwa iuran yang dibayarkan tidak sebanding dengan fasilitas kesehatan yang kita dapatkan. Semua itu karena iuran yang dibayarkan oleh semua peserta JKN-KIS,” Ungkap nya.

Diakhir, Almestika mengucapkan terima kasih kepada BPJS Kesehatan sebagai penyelenggara program JKN-KIS dan semua peserta yang rutin membayar iuran.

“Saya ucapkan banyak terima kasih kepada BPJS Kesehatan yang sudah menyelenggarakan program ini, sehingga saya dan keluarga bisa terjamin kesehatannya. Begitu pun dengan masyarakat lainnya. Selain itu, untuk para peserta JKN-KIS agar membayar iuran setiap bulannya, agar kartu nya bisa tetap aktif,” katanya. (*)

JAWAPOS.COM-Sesar adalah tindakan operasi bagi perempuan yang akan melahirkan dengan biaya yang tidak sedikit. Sehingga untuk bisa menjalani hal itu, harus ada biaya lebih yang dikeluarkan oleh pasien. Tapi, tidak bagi Almestika. Saat harus ada penanganan medis, Almestika selalu ingin dengan Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS). Almestika adalah seorang karyawan di sebuah hotel di Banyuwangi yang sudah di daftarkan oleh tempatnya bekerja, sehingga sudah menaggung istri dan 3 (tiga) orang anak. Pada 16 Agustus 2020 lalu, istrinya akan melahirkan anak ketiga dan harus di operasi sesar. Saat itu istrinya sedang berada di wilayah Tulungagung Jawa Timur, sehingga Almestika harus bergegas ke sana untuk menemani istrinya yang akan melahirkan anak ketiga nya tersebut.

“Saat itu istri saya sedang berada di Tulung Agung, sedangkan saya bekerja di Banyuwangi, sehingga saya harus kesana dan menemani istri untuk melahirkan anak yang ketiga. ketika kata dokter istri saya harus di Operasi, saya langsung ingat dengan JKN-KIS dan tidak perlu khawatir dengan biaya yang harus dikeluarkan, karena semua nya sudah ditanggung oleh JKN-KIS,” Ucap Almestika.

Operasi nya berjalan dengan lancar dan untuk kondisi ibu beserta bayi nya dalam keadaan sehat. Sehingga membuat Almestika semakin merasa tenang.

“Alhamdulillah untuk ibu dan bayi nya semuanya dalam keadaan sehat, sehingga saya merasa tenang dan ketika saya harus kembali bekerja ke Banyuwangi, saya tidak khawatir,” Ungkap nya.

Program JKN-KIS ini sungguh sangat membatu Almestika dalam hal kesehatan dan finansial. Ia juga berusyukur sudah di daftarkan oleh perusahaan tempat ia bekerja, sehingga ia tidak khawatir ketika ia dan keluarganya harus mendapatkan penanganan kesehatan.

“Saya sudah terdaftar di perusahaan ini sejak pertama masuk bekerja, jadi saya merasa tenang dan tidak was-was ketika saya atau keluarga saya harus mendapatkan penanganan kesehatan.  benar saja, istri saya harus di sesar dan itu memang membutuhkan banyak biaya jika tidak memiliki asuransi kesehatan,” Kata Almestika yang profesinya sebagai House Keeping Manager di salah satu hotel terkemuka di Banyuwangi.

 

Kata-kata “dengan gotong royong semua tertolong” selalu terngiang di telinga Almestka dan membuat ia merasa harus selalu membantu dan membayar iuran. Iuran yang  dibayarkan adalah 5% dari gaji dan proporsi nya itu adalah 4% dibayarkan oleh perusahaan, 1% nya dibayarkan oleh karyawan. Sehingga ia hanya membayar iuran 1% dari gajinya, sedangkan kontribusi terbayak itu adalah dari perusahaannya.

“Saya selalu mendengar kata dengan gotong royong semua tertolong, sehingga kalimat itu membuat saya berfikir bahwa iuran yang dibayarkan tidak sebanding dengan fasilitas kesehatan yang kita dapatkan. Semua itu karena iuran yang dibayarkan oleh semua peserta JKN-KIS,” Ungkap nya.

Diakhir, Almestika mengucapkan terima kasih kepada BPJS Kesehatan sebagai penyelenggara program JKN-KIS dan semua peserta yang rutin membayar iuran.

“Saya ucapkan banyak terima kasih kepada BPJS Kesehatan yang sudah menyelenggarakan program ini, sehingga saya dan keluarga bisa terjamin kesehatannya. Begitu pun dengan masyarakat lainnya. Selain itu, untuk para peserta JKN-KIS agar membayar iuran setiap bulannya, agar kartu nya bisa tetap aktif,” katanya. (*)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/