alexametrics
23.8 C
Banyuwangi
Tuesday, July 5, 2022

Ramai Pesanan Terpal Truk, Pelanggan dari Luar Pulau

GENTENG – Kebutuhan terpal truk bak terbuka, saat ini cukup tinggi. Peluang itu dimanfaatkan Budi Pamungkas, 47, dengan membuka jasa jahit terpal truk di jalan raya di Desa Setail, Kecamatan Genteng.

Jasa jahit terpal, sebenarnya sudah banyak di daerah Banyuwangi selatan. Tapi, semua usaha itu ramai karena banyak terpal truk yang rusak. “Sehari, saya menyelesaikan tujuh terpal ukuran truk colt diesel,” terang Budi Pamungkas.

Selain melayani pesanan lokal, Budi mengaku juga melayani pesanan dari luar daerah. Pelanggannya yang rutin datang, itu dari Lampung. “Biasanya truk Lampung kirim ke Bali, lalu pesan terpal,” terang warga Desa Setail, Kecamatan Genteng.

Di tempat usahanya ini, terang dia, selain melayani memperbaiki terpal yang rusak, juga melayani pembuatan terpal truk baru. Selama ini, yang ramai pembuatan terpal baru. “Untuk jahit terpal rusak ada, tapi yang banyak pesan baru,” ungkapnya.

Kendala dari usahanya ini, terang dia, pada penyediaan bahan baku. Untuk mendatangkan bahan baku, tidak bisa langsung dari pabrik. Padahal, jika pemesanan bisa langsung ke pabrik, harga bisa ditekan. “Seperti dimonopoli supliernya, saya belum bisa langsung ke pabrik,” terangnya.

Untuk kebutuhan, Budi menyebut cukup banyak. Dalam seminggu sekali, selalu mendatangkan setidaknya delapa rol bahan. Setiap rol harganya mencapai Rp. 9 juta. “Untuk bahan baku, kita dipinjami, bayarnya  per bulan,” terangnya.

Salah satu sopir truk ekspedisi lintas pulau, Agung Sedayu, 28, asal Desa/Kecamatan Tegalsari mengatakan, untuk kendaraan jenis truk bak terbuka, kebutuhan terpal memang wajib. Penggunaannya tidak tergantung cuaca. “Baik hujan maupun panas, terpal tetap digunakan,” katanya. (abi)

GENTENG – Kebutuhan terpal truk bak terbuka, saat ini cukup tinggi. Peluang itu dimanfaatkan Budi Pamungkas, 47, dengan membuka jasa jahit terpal truk di jalan raya di Desa Setail, Kecamatan Genteng.

Jasa jahit terpal, sebenarnya sudah banyak di daerah Banyuwangi selatan. Tapi, semua usaha itu ramai karena banyak terpal truk yang rusak. “Sehari, saya menyelesaikan tujuh terpal ukuran truk colt diesel,” terang Budi Pamungkas.

Selain melayani pesanan lokal, Budi mengaku juga melayani pesanan dari luar daerah. Pelanggannya yang rutin datang, itu dari Lampung. “Biasanya truk Lampung kirim ke Bali, lalu pesan terpal,” terang warga Desa Setail, Kecamatan Genteng.

Di tempat usahanya ini, terang dia, selain melayani memperbaiki terpal yang rusak, juga melayani pembuatan terpal truk baru. Selama ini, yang ramai pembuatan terpal baru. “Untuk jahit terpal rusak ada, tapi yang banyak pesan baru,” ungkapnya.

Kendala dari usahanya ini, terang dia, pada penyediaan bahan baku. Untuk mendatangkan bahan baku, tidak bisa langsung dari pabrik. Padahal, jika pemesanan bisa langsung ke pabrik, harga bisa ditekan. “Seperti dimonopoli supliernya, saya belum bisa langsung ke pabrik,” terangnya.

Untuk kebutuhan, Budi menyebut cukup banyak. Dalam seminggu sekali, selalu mendatangkan setidaknya delapa rol bahan. Setiap rol harganya mencapai Rp. 9 juta. “Untuk bahan baku, kita dipinjami, bayarnya  per bulan,” terangnya.

Salah satu sopir truk ekspedisi lintas pulau, Agung Sedayu, 28, asal Desa/Kecamatan Tegalsari mengatakan, untuk kendaraan jenis truk bak terbuka, kebutuhan terpal memang wajib. Penggunaannya tidak tergantung cuaca. “Baik hujan maupun panas, terpal tetap digunakan,” katanya. (abi)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/