alexametrics
25.5 C
Banyuwangi
Wednesday, July 6, 2022

Jaga Daya Beli Gelar Festival Kuliner dan Seni

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi-Festival Culinary Festival & Art Show di Aston Hotel Banyuwangi selama dua hari panen apresiasi. Kesuksesan festival kuliner dan kegiatan pameran lukisan yang digelar selama dua hari, 28-29 Oktober 2020 dimasa pandemi Covid-19 ini seakan menjadi pelepas dahaga untuk masyarakat Banyuwangi. Apalagi kemampuan daya beli masyarakat serta inflasi yang masih mampu dijaga, menjadikan Kabupaten Banyuwangi menarik untuk tetap dikunjungi.

Bupati Abdullah Azwar Anas dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada semua pengusaha serta masyarakat yang telah bersama-sama bekerjasama gotong royong menekan angka penyebaran Covid-19. Ditengah pandemi yang masih berlangsung ini, kata Anas, lintas sektor juga berhasil sama mengelola inflasi di Banyuwangi dan menjaga daya beli warga.

Anas mengatakan, pengelolaan inflasi sangat berkaitan dengan upaya menjaga daya beli warga. ”Dan soal daya beli, ukurannya adalah kesejahteraan, ukurannya peningkatan pendapatan, yang itu tentu karena Banyuwangi yang terus maju bergerak ekonominya. Bahwa sekarang ada pandemi Covid-19, itu menjadi tantangan dan kita terus bekerja memulihkan ekonomi rakyat,” imbuhnya.

Anas menambahkan, pengelolaan inflasi dan menjaga daya beli di Banyuwangi diarahkan pada penguatan serta pemerataan ekonomi rakyat. Sejumlah kebijakan untuk memperkuat daya beli masyarakat dilakukan oleh Banyuwangi. 

”Misalnya, bagaimana kita menumbuhkan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Juga warung-warung kuliner rakyat yang tumbuh antara lain karena pariwisata. Demikian pula sektor pertanian yang terus dijaga produktivitasnya. Semuanya membentuk ketahanan daya beli warga, meski memang di masa pandemi Covid-19 ada tantangan yang luar biasa,” ujar Anas.

Banyuwangi, lanjut Anas, juga mendorong sejumlah sentra ekonomi baru. Seperti industri kereta api terbesar di Asia Tenggara, Jatim Park, hingga kehadiran hotel-hotel berbintang baru ikut mempercepat ekonomi Banyuwangi.

Dampak kinerja dan program pembangunan terhadap perekonomian warga Banyuwangi pun cukup positif. Kemiskinan berhasil diturunkan ke level 7,52 persen pada 2019, padahal sebelumnya selalu di atas dua digit. Pendapatan per kapita warga melonjak menjadi Rp 51,80 juta per orang per tahun dibanding awalnya Rp20 juta. PDRB juga terus naik menjadi Rp 83,61 triliun dari sebelumnya Rp 32,46 triliun. “Atas prestasi ini Pemkab Banyuwangi mendapatkan penghargaan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Award 2020 sebagai kabupaten terbaik se-Jawa dan Bali,” kata Anas.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi MY Bramuda menyambut positif kegiatan Festival Culinary Festival & Art Show yang digagas Aston Hotel Banyuwangi. Apalagi digelar sepanjang long weekend ini. Kegiatan ini selain bisa memberikan manfaat bagi perupa Banyuwangi, juga akan mewarnai destinasi seni dan budaya Banyuwangi.

“Tentu perpaduan yang bagus. Tidak hanya pemerintah daerah yang akan menjadi pengawas acara. Seni dan cita rasa bisa dipadukan dengan baik. Namun juga masyarakat, stakeholder lain juga turut serta dalam ajang meramaikan kunjungan wisata di Banyuwangi,” kata Bramuda.

Bramuda menambahkan, festival kuliner dan seni ini selain menyajikan makanan khas Banyuwangi, pengunjung juga bisa menikmati pertunjukan seni. “Ada beragam menu yang disajikan, seperti nasi tempong, ayam kesrut, dan makanan khas lain di Bumi Blambangan. Malam ini kita melihat wisatawan yang datang ke Banyuwangi turut hadir menyaksikan sajian festival ini,” kata Bramuda.

Pertunjukan Batik khas Banyuwangi yang diangkat oleh salah seorang seniman batik Banyuwangi, Isyam Syamsi juga menjadi nilai tersendiri, menjadikan paduan suguhan kuliner dan seni dalam acara ini, jadikan konsep acara terasa harmoni dan sangat menarik. (*)

 

 

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi-Festival Culinary Festival & Art Show di Aston Hotel Banyuwangi selama dua hari panen apresiasi. Kesuksesan festival kuliner dan kegiatan pameran lukisan yang digelar selama dua hari, 28-29 Oktober 2020 dimasa pandemi Covid-19 ini seakan menjadi pelepas dahaga untuk masyarakat Banyuwangi. Apalagi kemampuan daya beli masyarakat serta inflasi yang masih mampu dijaga, menjadikan Kabupaten Banyuwangi menarik untuk tetap dikunjungi.

Bupati Abdullah Azwar Anas dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada semua pengusaha serta masyarakat yang telah bersama-sama bekerjasama gotong royong menekan angka penyebaran Covid-19. Ditengah pandemi yang masih berlangsung ini, kata Anas, lintas sektor juga berhasil sama mengelola inflasi di Banyuwangi dan menjaga daya beli warga.

Anas mengatakan, pengelolaan inflasi sangat berkaitan dengan upaya menjaga daya beli warga. ”Dan soal daya beli, ukurannya adalah kesejahteraan, ukurannya peningkatan pendapatan, yang itu tentu karena Banyuwangi yang terus maju bergerak ekonominya. Bahwa sekarang ada pandemi Covid-19, itu menjadi tantangan dan kita terus bekerja memulihkan ekonomi rakyat,” imbuhnya.

Anas menambahkan, pengelolaan inflasi dan menjaga daya beli di Banyuwangi diarahkan pada penguatan serta pemerataan ekonomi rakyat. Sejumlah kebijakan untuk memperkuat daya beli masyarakat dilakukan oleh Banyuwangi. 

”Misalnya, bagaimana kita menumbuhkan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Juga warung-warung kuliner rakyat yang tumbuh antara lain karena pariwisata. Demikian pula sektor pertanian yang terus dijaga produktivitasnya. Semuanya membentuk ketahanan daya beli warga, meski memang di masa pandemi Covid-19 ada tantangan yang luar biasa,” ujar Anas.

Banyuwangi, lanjut Anas, juga mendorong sejumlah sentra ekonomi baru. Seperti industri kereta api terbesar di Asia Tenggara, Jatim Park, hingga kehadiran hotel-hotel berbintang baru ikut mempercepat ekonomi Banyuwangi.

Dampak kinerja dan program pembangunan terhadap perekonomian warga Banyuwangi pun cukup positif. Kemiskinan berhasil diturunkan ke level 7,52 persen pada 2019, padahal sebelumnya selalu di atas dua digit. Pendapatan per kapita warga melonjak menjadi Rp 51,80 juta per orang per tahun dibanding awalnya Rp20 juta. PDRB juga terus naik menjadi Rp 83,61 triliun dari sebelumnya Rp 32,46 triliun. “Atas prestasi ini Pemkab Banyuwangi mendapatkan penghargaan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Award 2020 sebagai kabupaten terbaik se-Jawa dan Bali,” kata Anas.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi MY Bramuda menyambut positif kegiatan Festival Culinary Festival & Art Show yang digagas Aston Hotel Banyuwangi. Apalagi digelar sepanjang long weekend ini. Kegiatan ini selain bisa memberikan manfaat bagi perupa Banyuwangi, juga akan mewarnai destinasi seni dan budaya Banyuwangi.

“Tentu perpaduan yang bagus. Tidak hanya pemerintah daerah yang akan menjadi pengawas acara. Seni dan cita rasa bisa dipadukan dengan baik. Namun juga masyarakat, stakeholder lain juga turut serta dalam ajang meramaikan kunjungan wisata di Banyuwangi,” kata Bramuda.

Bramuda menambahkan, festival kuliner dan seni ini selain menyajikan makanan khas Banyuwangi, pengunjung juga bisa menikmati pertunjukan seni. “Ada beragam menu yang disajikan, seperti nasi tempong, ayam kesrut, dan makanan khas lain di Bumi Blambangan. Malam ini kita melihat wisatawan yang datang ke Banyuwangi turut hadir menyaksikan sajian festival ini,” kata Bramuda.

Pertunjukan Batik khas Banyuwangi yang diangkat oleh salah seorang seniman batik Banyuwangi, Isyam Syamsi juga menjadi nilai tersendiri, menjadikan paduan suguhan kuliner dan seni dalam acara ini, jadikan konsep acara terasa harmoni dan sangat menarik. (*)

 

 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/