alexametrics
24.5 C
Banyuwangi
Sunday, June 26, 2022

Jasa Percetakan Kartu Vaksin Marak di Banyuwangi

RadarBanyuwangi.id – Ketentuan sejumlah aturan yang mengharuskan telah melakukan vaksinasi, ternyata menjadi berkah tersendiri bagi sebagian kalangan muda. Mereka menyediakan jasa pembuatan kartu vaksin.

Data yang dicetak untuk dibuat kartu itu, berdasarkan data vaksinasi milik warga itu. Kartu vaksin itu, dibuat seperti kartu tanda penduduk (KTP). “Banyak warga butuh kartu vaksin, ya kita buatkan,” cetus Miftahul Hadi, 33, warga Desa Tamansari, Kecamatan Tegalsari.

Hadi menekuni usaha ini sejak banyak warga menanyakan status vaksinasinya. Biasanya, itu berkaitan dengan syarat untuk bepergian atau mengunjungi fasilitas tertentu. “Banyak yang Tanya, agar mudah ya kita buatkan kartu,” katanya.

Kartu yang dibuat itu, terang dia, hanya untuk mempermudah. Tanpa kartu ini, untuk mengetahui status vaksin, warga sebenarnya bisa menggunakan aplikasi yang ada. Tapi bagi sebagian warga, itu dianggap ribet. Tidak semua orang mengerti cara mengoperasikan aplikasi. “Mereka memilih cara yang lebih praktis,” jelasnya.

Untuk biaya pembuatan kartu vaksin, Hadi mengaku menerapkan harga Rp. 15 ribu. Di tempat lain, kemungkinan harga juga beda. Semua itu, tergantung pada pelayanan dan kondisi masyarakat. “Setiap hari melayani lima hingga 10 orang,” terangnya.

Untuk mengantisipasi penyalahgunaan kartu vaksin, pihaknya hanya melayani cetakan sesuai dengan hasil yang ada pada status aplikasi. Selain itu, juga mencatat setiap orang yang dibantu pembuatan kartu. Jika sewaktu-waktu ada penyalahgunaan, ia memiliki data dan bukti yang kuat. “Sebenarnya kami ini jasa cetak, jadi isinya tidak bisa dikarang, kalau ukuran diperbesar, ya monggo,” katanya.(sli/abi)

RadarBanyuwangi.id – Ketentuan sejumlah aturan yang mengharuskan telah melakukan vaksinasi, ternyata menjadi berkah tersendiri bagi sebagian kalangan muda. Mereka menyediakan jasa pembuatan kartu vaksin.

Data yang dicetak untuk dibuat kartu itu, berdasarkan data vaksinasi milik warga itu. Kartu vaksin itu, dibuat seperti kartu tanda penduduk (KTP). “Banyak warga butuh kartu vaksin, ya kita buatkan,” cetus Miftahul Hadi, 33, warga Desa Tamansari, Kecamatan Tegalsari.

Hadi menekuni usaha ini sejak banyak warga menanyakan status vaksinasinya. Biasanya, itu berkaitan dengan syarat untuk bepergian atau mengunjungi fasilitas tertentu. “Banyak yang Tanya, agar mudah ya kita buatkan kartu,” katanya.

Kartu yang dibuat itu, terang dia, hanya untuk mempermudah. Tanpa kartu ini, untuk mengetahui status vaksin, warga sebenarnya bisa menggunakan aplikasi yang ada. Tapi bagi sebagian warga, itu dianggap ribet. Tidak semua orang mengerti cara mengoperasikan aplikasi. “Mereka memilih cara yang lebih praktis,” jelasnya.

Untuk biaya pembuatan kartu vaksin, Hadi mengaku menerapkan harga Rp. 15 ribu. Di tempat lain, kemungkinan harga juga beda. Semua itu, tergantung pada pelayanan dan kondisi masyarakat. “Setiap hari melayani lima hingga 10 orang,” terangnya.

Untuk mengantisipasi penyalahgunaan kartu vaksin, pihaknya hanya melayani cetakan sesuai dengan hasil yang ada pada status aplikasi. Selain itu, juga mencatat setiap orang yang dibantu pembuatan kartu. Jika sewaktu-waktu ada penyalahgunaan, ia memiliki data dan bukti yang kuat. “Sebenarnya kami ini jasa cetak, jadi isinya tidak bisa dikarang, kalau ukuran diperbesar, ya monggo,” katanya.(sli/abi)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/