alexametrics
25.5 C
Banyuwangi
Wednesday, July 6, 2022

JKN-KIS Hadir Untuk Masyarakat, Fendy Sangat Bersyukur

BANYUWANGI–Fendy Awal Bachtiar (40) adalah seorang wiraswasta yang merasa tenang ketika seluruh keluarganya terdaftar sebagai peserta pada Program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS). “Saya merasa tenang ketika saya, istri, tiga anak, orang tua dan mertua saya terdaftar sebagai peserta JKN-KIS ini,”ungkap Fendy.

Fendy dan keluarganya terdaftar sebagai peserta JKN-KIS sejak 2015 sebagai Peserta Bukan Penerima Upah (PBPU) atau mandiri kelas 3 (tiga) dan rutin membayar iurannya setiap bulan. Manfaat JKN-KIS sangat dirasakan oleh keluarga Fendy, yaitu ketika ayahnya mengalami penyakit Prostat atau gangguan pada saluran kemih  dan harus melakukan tindakan operasi.

“JKN-KIS ini sangat meringankan beban kita ketika berobat dari klinik sampai dirujuk ke rumah sakit. Waktu itu bapak saya pertama itu operasi prostat di rumah sakit Graha Medika Banyuwangi dan penanganannya sangat maksimal tanpa ada kendala,” ujar Fendy.

Setelah selesai operasi prostat, ayahnya harus kembali dirujuk kerumah sakit akibat penyakit  konstipasi atau sembelit. Usia memang tidak ada yang tahu, ayah Fendy menghembuskan nafas terakhirnya pada 10 Agustus 2020 lalu. “Alhamdulillah, pertama masuk diruang ICU untuk penanganannya cepat dan tidak ada hal-hal yang tidak diinginkan, sampai kontrol juga lancar tanpa ada kendala. Operasi pertama lancar, tapi Allah berkehendak lain, ayah saya meninggal pada 10 agustus kemarin,” katanya saat ditemui di kantor BPJS Kesehatan Banyuwangi untuk mengurusi kepesertaan ayahnya yang harus dinonaktifkan.

Selain almarhum ayahnya, anak ke 2 (dua) nya pernah merasakan manfaat Program JKN-KIS ini, kala itu anaknya harus mendapatkan penanganan medis karena mengalami gastroenteritis atau muntaber. “Anak saya yang kedua juga sudah pernah merasakan manfaat dari program JKN-KIS ini. Waktu itu anak saya harus dirawat karana muntaber dan alhamdulillah saya tidak mengeluarkan biaya sepesepun,” kata bapak 3 orang anak ini.

Program JKN-KIS benar-benar sangat membantu Fendy dan keluarga dalam hal kesehatan karena, tidak mengeluarkan biaya sedikit pun ketika pengobatannya.

“Saya sangat berterima kasih kepada Program JKN-KIS dan pihak rumah sakit yang sudah melayani dengan baik tanpa adanya kendala. Saya sendiri syukur alhamdulillah tidak mengeluarkan biaya sepeser pun karena semuanya sudah ditanggung oleh JKN-KIS,” katanya seraya mengucap syukur.

Fendy pun berpesan agar selalu bersyukur bagi yang sehat, karena sakit itu lebih mahal dan mengucapkan terima kasih yang sedalam-dalamnya kepada semua peserta JKN-KIS yang selalu membayar iuran rutin setiap bulannya.

“Saya ucapkan terima kasih juga kepada semua peserta yang sudah membayar iuran setiap bulannya. Semoga kita selalu diberi kesehatan karena sakit lebih mahal dari sehat. Selain itu, semoga program JKN-KIS yang bergotong royong ini bisa tetap eksis, tetap berjalan dan semakin baik lagi untuk kedepannya, karena program ini memang sangat membantu masyarakat yang benar-benar membutuhkan pelayanan kesehatan,” pungkasnya. (*)

BANYUWANGI–Fendy Awal Bachtiar (40) adalah seorang wiraswasta yang merasa tenang ketika seluruh keluarganya terdaftar sebagai peserta pada Program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS). “Saya merasa tenang ketika saya, istri, tiga anak, orang tua dan mertua saya terdaftar sebagai peserta JKN-KIS ini,”ungkap Fendy.

Fendy dan keluarganya terdaftar sebagai peserta JKN-KIS sejak 2015 sebagai Peserta Bukan Penerima Upah (PBPU) atau mandiri kelas 3 (tiga) dan rutin membayar iurannya setiap bulan. Manfaat JKN-KIS sangat dirasakan oleh keluarga Fendy, yaitu ketika ayahnya mengalami penyakit Prostat atau gangguan pada saluran kemih  dan harus melakukan tindakan operasi.

“JKN-KIS ini sangat meringankan beban kita ketika berobat dari klinik sampai dirujuk ke rumah sakit. Waktu itu bapak saya pertama itu operasi prostat di rumah sakit Graha Medika Banyuwangi dan penanganannya sangat maksimal tanpa ada kendala,” ujar Fendy.

Setelah selesai operasi prostat, ayahnya harus kembali dirujuk kerumah sakit akibat penyakit  konstipasi atau sembelit. Usia memang tidak ada yang tahu, ayah Fendy menghembuskan nafas terakhirnya pada 10 Agustus 2020 lalu. “Alhamdulillah, pertama masuk diruang ICU untuk penanganannya cepat dan tidak ada hal-hal yang tidak diinginkan, sampai kontrol juga lancar tanpa ada kendala. Operasi pertama lancar, tapi Allah berkehendak lain, ayah saya meninggal pada 10 agustus kemarin,” katanya saat ditemui di kantor BPJS Kesehatan Banyuwangi untuk mengurusi kepesertaan ayahnya yang harus dinonaktifkan.

Selain almarhum ayahnya, anak ke 2 (dua) nya pernah merasakan manfaat Program JKN-KIS ini, kala itu anaknya harus mendapatkan penanganan medis karena mengalami gastroenteritis atau muntaber. “Anak saya yang kedua juga sudah pernah merasakan manfaat dari program JKN-KIS ini. Waktu itu anak saya harus dirawat karana muntaber dan alhamdulillah saya tidak mengeluarkan biaya sepesepun,” kata bapak 3 orang anak ini.

Program JKN-KIS benar-benar sangat membantu Fendy dan keluarga dalam hal kesehatan karena, tidak mengeluarkan biaya sedikit pun ketika pengobatannya.

“Saya sangat berterima kasih kepada Program JKN-KIS dan pihak rumah sakit yang sudah melayani dengan baik tanpa adanya kendala. Saya sendiri syukur alhamdulillah tidak mengeluarkan biaya sepeser pun karena semuanya sudah ditanggung oleh JKN-KIS,” katanya seraya mengucap syukur.

Fendy pun berpesan agar selalu bersyukur bagi yang sehat, karena sakit itu lebih mahal dan mengucapkan terima kasih yang sedalam-dalamnya kepada semua peserta JKN-KIS yang selalu membayar iuran rutin setiap bulannya.

“Saya ucapkan terima kasih juga kepada semua peserta yang sudah membayar iuran setiap bulannya. Semoga kita selalu diberi kesehatan karena sakit lebih mahal dari sehat. Selain itu, semoga program JKN-KIS yang bergotong royong ini bisa tetap eksis, tetap berjalan dan semakin baik lagi untuk kedepannya, karena program ini memang sangat membantu masyarakat yang benar-benar membutuhkan pelayanan kesehatan,” pungkasnya. (*)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/