Sabtu, 23 Oct 2021
Radar Banyuwangi
Home / Ekonomi Bisnis
icon featured
Ekonomi Bisnis

Pedagang Rokok Eceran Jadi Sasaran

25 September 2021, 17: 05: 59 WIB | editor : Bayu Saksono

Pedagang Rokok Eceran Jadi Sasaran

SELAMATKAN PAJAK NEGARA: Perwakilan Kantor Pelayanan dan Pengawasan Bea Cukai Banyuwangi saat menjadi narasumber sosialisasi Peraturan Perundang-Undangan di Bidang Cukai (Ramada Kusuma/RaBa)

Share this      

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – UU No 11 Tahun 1995 jo UU No 39 Tahun 2007 tentang Cukai siap menjerat pelaku maupun pengguna rokok ilegal. Ancaman pidananya tidak main-main, yakni penjara paling singkat satu tahun dan paling lama lima tahun. ”Dengan pidana denda paling sedikit dua kali nilai cukai, paling banyak 10 kali nilai cukai,” kata Perwakilan Kantor Pelayanan dan Pengawasan Bea Cukai Banyuwangi I Putu Muda Kumbara saat berbicara di hadapan penjual rokok eceran di wilayah Kecamatan Kalipuro, Kamis (23/9) di Illira Hotel Banyuwangi.

Putu mengatakan, pihaknya bersama Pemkab Banyuwangi akan bersama-sama memberantas peredaran rokok ilegal. Tak hanya untuk menyelamatkan pemasukan negara, upaya tersebut juga akan menciptakan iklim usaha yang sehat bagi pengusaha dan produsen rokok yang menaati peraturan yang berlaku.

Maraknya peredaran rokok ilegal di wilayah Kabupaten Banyuwangi berpotensi merugikan pemerintah dari sektor pendapatan pajak dan tergerusnya pelaku industri rokok legal. Pihaknya berharap para pedagang mampu membedakan rokok yang dikemas secara legal dan ilegal.

Baca juga: Peluang Industri Perfilman di Era Platform Digital

Peran Bea Cukai di daerah dalam pemanfaatan Dana Bagi Hasil Cukai dan Hasil Tembakau (DBHCHT) ini di antaranya adalah mengintensifkan program sinergi antara Bea Cukai dengan Pemkab Banyuwangi untuk menyosialisasikan usaha maupun konsumsi di bidang cukai yang legal serta menekan peredaran barang kena cukai ilegal, sebagaimana yang telah terjalin selama ini. ”Sehingga pemanfaatan DBHCHT ini dapat lebih efektif untuk program-program di bidang kesejahteraaan masyarakat, kesehatan masyarakat, dan penegakan hukum,” kata Putu.

Sementara itu, Plt Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan Banyuwangi RR Nanin Oktaviantie mengatakan, pihaknya bersinergi bersama Kantor Pelayanan dan Pengawasan Bea Cukai Banyuwangi untuk mengedukasi pedagang rokok dan masyarakat agar ikut mewaspadai peredaran rokok ilegal yang merugikan negara.

Bagaimana perbedaan antara rokok legal dan rokok ilegal, Nanin menjelaskan jika rokok legal memiliki pita cukai yang dilekatkan pada kemasannya. Sedangkan rokok ilegal berupa rokok polos yang tidak dilengkapi dengan pita cukai. Tidak hanya itu, pita cukai asli memiliki desain yang sesuai dengan desain cukai 2020, yaitu memiliki hologram dan cetakan yang jelas dan tajam. Sedangkan rokok ilegal terkadang dilengkapi pita cukai palsu yang warnanya tak jelas, seperti memudar. 

”Terkadang rokok ilegal juga ditempel pita cukai bekas yang sudah pernah dipakai. Jadi terlihat jelas ada sobekan, kerutan, atau lusuh,” kata Nanin di sela-sela sosialisasi Peraturan Perundang-Undangan di Bidang Cukai secara tatap muka bersama pedagang rokok di wilayah Kecamatan Kalipuro kemarin.

(bw/fre/rbs/JPR)

©2021 PT. JawaPos Group Multimedia