alexametrics
23.5 C
Banyuwangi
Sunday, June 26, 2022

Cepat Respon Registrasi Pangan Segar, Jatim Apresiasi Pemkab Banyuwangi

BANYUWANGI, Radar Banyuwangi – Otoritas Kompeten Keamanan Pangan Daerah (OKKPD) Provinsi Jawa Timur memberikan apresiasi ranking II terhadap Pemkab Banyuwangi atas progress pencapaian registrasi Pangan Segar Asal Tumbuhan Produksi Dalam Negeri Usaha Kecil (PSAT-PDUK)

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Dwi Yanto memberikan apresiasi ranking II atas pencapaian registrasi PSAT-PDUK se-Jatim ini. Menurut Dwi Yanto, dalam upaya menyediakan PSAT yang bermutu, aman, sehat, dan layak konsumsi, pemerintah membuat regulasi yang tertuang dalam Peraturan Menteri Pertanian Nomor 53 Tahun 2018 tentang keamanan dan mutu PSAT. Permentan No. 53 tahun 2018 ini dimaksudkan untuk mendukung penguatan dan pemanfaatan sistem kemanan pangan. “Secara umum regulasi ini sangat bermanfaat bagi masyarakat selaku konsumen, karena masyarakat akan mudah memilih PSAT yang aman, yaitu pangan yang memiliki nomor registrasi atau sertifikasi,” kata Dwi Yanto.

Dwi Yanto menambahkan, progres pencapaian ini harus ditingkatkan, mengingat potensi dan banyaknya pelaku usaha pangan segar yang ada di Banyuwangi masih tinggi, oleh karena itu perlu terus dilakukan sosialisasi, workshop, dan pendampingan kepada pelaku usaha. Sinergi pelalu usaha dengan instansi terkait sangat diperlukan dalam mensukseskan registrasi PSAT PDUK di Banyuwangi.

Melalui  pengurusan perizinan secara online  Sistem Online Single Submission (OSS) diharapkan pelaku usaha mendapatkan kemudahan dalam pengurusan izin dan menjalankan usahanya. Adapun manfaat dari registrasi PSAT PDUK diantaranya, Memberikan jaminan mutu dan keamanan pangan, memberikan jaminan perlindungan masyarakat/konsumen, meningkatkan nilai tambah dan daya saing produk, mempermudah penelusuran kembali dari kemungkinan penyimpangan mutu dan keamanan produk.

Plt Kepala Dinas Pertanian M Khoiri mengatakan sosialisasi Registrasi PSAT PDUK ini digelar di Warung Seblang Singojuruh, pada Rabu (25/5). Diikuti petugas teknis, Perpadi, pelaku usaha beras, buah dan sayuran segar. “Peserta berjumlah 100 orang dengan menghadirkan narasumber dari Otoritas Kompeten Keamanan Pangan Daerah (OKKPD) Provinsi Jatim, Dinas Kesehatan Banyuwangi dan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Banyuwangi,” kata Khoiri.

Khoiri menambahkan, OKKPD Provinsi Jatim menilai Pemkab Banyuwangi dinilai cepat merespon dalam menindaklanjuti PP No.05 Tahun 2021 tentang Perizinan Berusaha Berbasis Resiko. Sejak kewenangan pengurusan ijin edar atau registrasi PSAT PDUK dilimpahkan ke Kabupaten/Kota akhir tahun 2021, Banyuwangi berhasil menerbitkan 31 label putih dan 3 label hijau dari produk beras, buah dan sayur dalam kemasan.

Khoiri menjelaskan, pendaftaran/registrasi PSAT merupakan salah satu bentuk penjaminan/ suatu bentuk ijin edar dengan pemberian dokumen yang menyatakan bahwa produk pertanian tersebut memenuhi persyaratan keamanan pangan. Dengan adanya Registrasi PSAT ini akan memberikan jaminan dan perlindungan kepada masyarakat/konsumen, serta akan mempermudah penelusuran kembali dari kemungkinan penyimpangan mutu dan keamanan produk. “Apabila terjadi sesuatu maka pemerintah mudah untuk melacak dan melakukan penelusuran kemungkinan terjadinya penyimpangan mutu maupun keamanan pangan dari hulu hingga hilir,” pungkas Khoiri. (*)

BANYUWANGI, Radar Banyuwangi – Otoritas Kompeten Keamanan Pangan Daerah (OKKPD) Provinsi Jawa Timur memberikan apresiasi ranking II terhadap Pemkab Banyuwangi atas progress pencapaian registrasi Pangan Segar Asal Tumbuhan Produksi Dalam Negeri Usaha Kecil (PSAT-PDUK)

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Dwi Yanto memberikan apresiasi ranking II atas pencapaian registrasi PSAT-PDUK se-Jatim ini. Menurut Dwi Yanto, dalam upaya menyediakan PSAT yang bermutu, aman, sehat, dan layak konsumsi, pemerintah membuat regulasi yang tertuang dalam Peraturan Menteri Pertanian Nomor 53 Tahun 2018 tentang keamanan dan mutu PSAT. Permentan No. 53 tahun 2018 ini dimaksudkan untuk mendukung penguatan dan pemanfaatan sistem kemanan pangan. “Secara umum regulasi ini sangat bermanfaat bagi masyarakat selaku konsumen, karena masyarakat akan mudah memilih PSAT yang aman, yaitu pangan yang memiliki nomor registrasi atau sertifikasi,” kata Dwi Yanto.

Dwi Yanto menambahkan, progres pencapaian ini harus ditingkatkan, mengingat potensi dan banyaknya pelaku usaha pangan segar yang ada di Banyuwangi masih tinggi, oleh karena itu perlu terus dilakukan sosialisasi, workshop, dan pendampingan kepada pelaku usaha. Sinergi pelalu usaha dengan instansi terkait sangat diperlukan dalam mensukseskan registrasi PSAT PDUK di Banyuwangi.

Melalui  pengurusan perizinan secara online  Sistem Online Single Submission (OSS) diharapkan pelaku usaha mendapatkan kemudahan dalam pengurusan izin dan menjalankan usahanya. Adapun manfaat dari registrasi PSAT PDUK diantaranya, Memberikan jaminan mutu dan keamanan pangan, memberikan jaminan perlindungan masyarakat/konsumen, meningkatkan nilai tambah dan daya saing produk, mempermudah penelusuran kembali dari kemungkinan penyimpangan mutu dan keamanan produk.

Plt Kepala Dinas Pertanian M Khoiri mengatakan sosialisasi Registrasi PSAT PDUK ini digelar di Warung Seblang Singojuruh, pada Rabu (25/5). Diikuti petugas teknis, Perpadi, pelaku usaha beras, buah dan sayuran segar. “Peserta berjumlah 100 orang dengan menghadirkan narasumber dari Otoritas Kompeten Keamanan Pangan Daerah (OKKPD) Provinsi Jatim, Dinas Kesehatan Banyuwangi dan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Banyuwangi,” kata Khoiri.

Khoiri menambahkan, OKKPD Provinsi Jatim menilai Pemkab Banyuwangi dinilai cepat merespon dalam menindaklanjuti PP No.05 Tahun 2021 tentang Perizinan Berusaha Berbasis Resiko. Sejak kewenangan pengurusan ijin edar atau registrasi PSAT PDUK dilimpahkan ke Kabupaten/Kota akhir tahun 2021, Banyuwangi berhasil menerbitkan 31 label putih dan 3 label hijau dari produk beras, buah dan sayur dalam kemasan.

Khoiri menjelaskan, pendaftaran/registrasi PSAT merupakan salah satu bentuk penjaminan/ suatu bentuk ijin edar dengan pemberian dokumen yang menyatakan bahwa produk pertanian tersebut memenuhi persyaratan keamanan pangan. Dengan adanya Registrasi PSAT ini akan memberikan jaminan dan perlindungan kepada masyarakat/konsumen, serta akan mempermudah penelusuran kembali dari kemungkinan penyimpangan mutu dan keamanan produk. “Apabila terjadi sesuatu maka pemerintah mudah untuk melacak dan melakukan penelusuran kemungkinan terjadinya penyimpangan mutu maupun keamanan pangan dari hulu hingga hilir,” pungkas Khoiri. (*)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/