alexametrics
22.2 C
Banyuwangi
Wednesday, June 29, 2022

Salurkan Kredit Consumer Rp 135 M untuk 1.350 Debitur

BANK BTN Banyuwangi berhasil mencatatkan kinerja yang sangat memuaskan di tahun 2017. Di tengah kondisi perekonomian nasional yang melambat, BTN Banyuwangi justru menunjukkan pertumbuhan yang sangat kuat.

Salah satu indikator kinerja adalah penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) baik subsidi, non subsidi maupun korporasi yang mencapai Rp 175 miliar. Dari angka ini, penyaluran KPR sebagian besar adalah untuk subsidi atau untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

Branch Manager Bank BTN cabang Banyuwangi Rachman Suhendri mengatakan, sejak ditetapkan menjadi kantor cabang sendiri pada bulan Februari 2017 lalu, BTN Banyuwangi berhasil mencatatkan kinerja yang cukup baik. Penyaluran kredit KPR hingga November 2017 sudah mencapai target yang ditetapkan. Tidak itu saja, pada bulan April 2017 BTN Banyuwangi juga telah menyalurkan program kemitraan untuk pembiayaan home stay di Desa Wisata Kemiren Kecamatan Glagah, baik untuk modal kerja maupun investasi dengan nilai Rp 450 juta. Disisi lain, BTN Banyuwangi juga telah memberikan kredit konsumer senilai Rp 145 miliar untuk 1.200 debitur.

BTN juga ditunjuk oleh Kementerian Sosial sebagai penyalur bantuan sosial (bansos) berupa Program Keluarga Harapan Non Tunai (PKH). Jika tahun ini ada 38.212 Keluarga Penerima Manfaat (KPM), maka di tahun  2018 ada 117.237 KPM yang akan dilayani BTN di 25 kecamatan. “Tujuan PKH adalah untuk mengurangi angka dan memutus rantai kemiskinan, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta mengubah perilaku yang kurang mendukung peningkatan kesejahteraan dari kelompok paling miskin,” kata Rachman.

Rachman menambahkan, selain menyalurkan kredit, BTN juga tidak lupa dengan kewajibannya terhadap lingkungan sekitar. Maka selama tahun 2017 ini bank yang beralamat di Jalan Brawijaya Banyuwangi ini turut menyalurkan corporate social responsibility (CSR). Misalnya, jambanisasi di desa Telmung Kecamatan Kalipuro, pembuatan tempat wudhu di Musala Fathul Ulum Desa Bengkak Kecamatan Wongsorejo, Rehabilitasi musala Fajrul Islam Wonorejo, Banyuputih Kecamatan Situbondo. Serta Rehabilitasi kelas TK Melati di Desa Kalibaru Wetan, Pavingisasi musala di Musala Al Ukhuwah di Desa Karidenan Purwoharjo, dan bantuan ke Musala Al Banun di Wongsorejo.

“Tahun 2018 segera tiba, maka BTN Banyuwangi akan bekerja lebih keras agar bisa menghasilkan kinerja yang lebih baik lagi tahun ini. Apalagi dilihat dari potensi bisnis, masih banyak peluang yang bisa dikejar dan dimanfaatkan untuk menunjang kinerja BTN tahun 2018.Yang penting kami harus fokus karena potensi di bisnis keuangan cukup menjanjikan dan prospektif,” tegasnya.

BANK BTN Banyuwangi berhasil mencatatkan kinerja yang sangat memuaskan di tahun 2017. Di tengah kondisi perekonomian nasional yang melambat, BTN Banyuwangi justru menunjukkan pertumbuhan yang sangat kuat.

Salah satu indikator kinerja adalah penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) baik subsidi, non subsidi maupun korporasi yang mencapai Rp 175 miliar. Dari angka ini, penyaluran KPR sebagian besar adalah untuk subsidi atau untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

Branch Manager Bank BTN cabang Banyuwangi Rachman Suhendri mengatakan, sejak ditetapkan menjadi kantor cabang sendiri pada bulan Februari 2017 lalu, BTN Banyuwangi berhasil mencatatkan kinerja yang cukup baik. Penyaluran kredit KPR hingga November 2017 sudah mencapai target yang ditetapkan. Tidak itu saja, pada bulan April 2017 BTN Banyuwangi juga telah menyalurkan program kemitraan untuk pembiayaan home stay di Desa Wisata Kemiren Kecamatan Glagah, baik untuk modal kerja maupun investasi dengan nilai Rp 450 juta. Disisi lain, BTN Banyuwangi juga telah memberikan kredit konsumer senilai Rp 145 miliar untuk 1.200 debitur.

BTN juga ditunjuk oleh Kementerian Sosial sebagai penyalur bantuan sosial (bansos) berupa Program Keluarga Harapan Non Tunai (PKH). Jika tahun ini ada 38.212 Keluarga Penerima Manfaat (KPM), maka di tahun  2018 ada 117.237 KPM yang akan dilayani BTN di 25 kecamatan. “Tujuan PKH adalah untuk mengurangi angka dan memutus rantai kemiskinan, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta mengubah perilaku yang kurang mendukung peningkatan kesejahteraan dari kelompok paling miskin,” kata Rachman.

Rachman menambahkan, selain menyalurkan kredit, BTN juga tidak lupa dengan kewajibannya terhadap lingkungan sekitar. Maka selama tahun 2017 ini bank yang beralamat di Jalan Brawijaya Banyuwangi ini turut menyalurkan corporate social responsibility (CSR). Misalnya, jambanisasi di desa Telmung Kecamatan Kalipuro, pembuatan tempat wudhu di Musala Fathul Ulum Desa Bengkak Kecamatan Wongsorejo, Rehabilitasi musala Fajrul Islam Wonorejo, Banyuputih Kecamatan Situbondo. Serta Rehabilitasi kelas TK Melati di Desa Kalibaru Wetan, Pavingisasi musala di Musala Al Ukhuwah di Desa Karidenan Purwoharjo, dan bantuan ke Musala Al Banun di Wongsorejo.

“Tahun 2018 segera tiba, maka BTN Banyuwangi akan bekerja lebih keras agar bisa menghasilkan kinerja yang lebih baik lagi tahun ini. Apalagi dilihat dari potensi bisnis, masih banyak peluang yang bisa dikejar dan dimanfaatkan untuk menunjang kinerja BTN tahun 2018.Yang penting kami harus fokus karena potensi di bisnis keuangan cukup menjanjikan dan prospektif,” tegasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/