alexametrics
25.5 C
Banyuwangi
Wednesday, July 6, 2022

Laskar Kiai Langgar Deklarasi Dukung Ipuk-Sugirah

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Duet Ipuk Fiestiandani Azwar Anas-Sugirah mendapat “kado” spesial tepat pada peringatan Hari Santri Nasional 2020. Para imam dan guru ngaji di musala alias langgar yang tergabung dalam Laskar Kiai Langgar (kiai musala/surau) di Desa Gambiran dan Tegalsari menyatakan dukungan kepada pasangan calon bupati (cabup) dan calon wakil bupati (cawabup) tersebut.

          Deklarasi dukungan itu disampaikan langsung oleh sejumlah anggota Laskar Kiai Langgar kepada Ipuk Kamis (22/10). Tepatnya saat istri Bupati Abdullah Azwar Anas itu bersilaturahmi dengan para tokoh masyarakat di Dusun Stembel, Desa Gambiran.

Salah satu tokoh agama Desa Gambiran, Samsul Hadi mengatakan, dukungan dukungan diberikan lantaran pasangan nomor urut 2 itu dinilai memiliki program-program yang berpihak pada guru ngaji dan pendidikan agama. “Hari ini (Kamis) kami para guru ngaji, imam musala, dan tokoh agama lainnya, menyatakan dukungan pada Bu Ipuk pada Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati (Pilbup) 9 Desember mendatang,” ujarnya.

Maklum, pada pertemuan tersebut Ipuk memaparkan program-program kerja, mulai Kartu Kehormatan Guru Ngaji dan Guru Agama; usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Naik Kelas, pengembangan pendidikan, dan sebagainya. “Kami menggalang dukungan kepada Bu Ipuk setelah meihat program-programnnya. Terutama perhatiannya pada keumatan, guru ngaji, dan pendidikan agama. Kami keharap pada Bu Ipuk bisa lebih memberikan perhatian lagi pada pendidikan agama,” kata Samsul.

Sementara itu, Ipuk mengucapkan terima kasih kepada para tokoh agama, guru ngaji, para imam musala di kampung-kampung yang selama ini telah tulus ikhlas mendidik umat. “Bapak-ibu sekalian memiliki peran penting dalam pendidikan agama dan karakter anak-anak kita,” tuturnya.

Dalam kesempatan itu Ipuk menyampaikan program Kartu Kehormatan Guru Ngaji dan Agama. “Kartu Kehormatan Guru Ngaji dan Agama ini merupakan ikhtiar kami untuk memuliakan Bapak/Ibu guru ngaji dan guru agama. Memang, pengabdian Bapak/ibu semua tidak bisa diukur dengan materi, tapi izinkan kami menyiapkan program sebagai apresiasi,” kata dia.

Sedangkan program yang ada dalam Kartu Kehormatan itu ada empat jenis. Pertama. menaikkan insentif (tanda kehormatan) guru ngaji serta memperluas sasaran penerima kepada para guru lintas agama. Kedua, pelatihan peningkatan kapasitas dengan mengikutsertakan guru ngaji dan guru agama dalam kursus-kursus. Ketiga, disiapkan bantuan kitab/buku serta media pembelajaran lainnya.

Keempat, ada beasiswa studi agama ke berbagai kampus atau perguruan tinggi. ”Jadi guru ngaji bisa lanjut studi di Institut Agama Islam, demikian guru agama dari sahabat lintas agama bisa studi lanjut ke sekolah tinggi sesuai agama masing-masing,” ujarnya.

Selama ini, menurut Ipuk, insentif guru ngaji sudah berjalan di Banyuwangi selama beberapa tahun terakhir. “Tentu dilanjutkan dan bahkan siap ditingkatkan. Juga guru keagamaan sahabat-sahabat lintas agama, semua diperhatikan,” ujar Ipuk.

Dalam program keumatan juga ada bantuan renovasi pondok pesantren, renovasi rumah ibadah dan bantuan dana operasional rumah ibadah seluruh agama yang ada di Banyuwangi. (sgt)

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Duet Ipuk Fiestiandani Azwar Anas-Sugirah mendapat “kado” spesial tepat pada peringatan Hari Santri Nasional 2020. Para imam dan guru ngaji di musala alias langgar yang tergabung dalam Laskar Kiai Langgar (kiai musala/surau) di Desa Gambiran dan Tegalsari menyatakan dukungan kepada pasangan calon bupati (cabup) dan calon wakil bupati (cawabup) tersebut.

          Deklarasi dukungan itu disampaikan langsung oleh sejumlah anggota Laskar Kiai Langgar kepada Ipuk Kamis (22/10). Tepatnya saat istri Bupati Abdullah Azwar Anas itu bersilaturahmi dengan para tokoh masyarakat di Dusun Stembel, Desa Gambiran.

Salah satu tokoh agama Desa Gambiran, Samsul Hadi mengatakan, dukungan dukungan diberikan lantaran pasangan nomor urut 2 itu dinilai memiliki program-program yang berpihak pada guru ngaji dan pendidikan agama. “Hari ini (Kamis) kami para guru ngaji, imam musala, dan tokoh agama lainnya, menyatakan dukungan pada Bu Ipuk pada Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati (Pilbup) 9 Desember mendatang,” ujarnya.

Maklum, pada pertemuan tersebut Ipuk memaparkan program-program kerja, mulai Kartu Kehormatan Guru Ngaji dan Guru Agama; usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Naik Kelas, pengembangan pendidikan, dan sebagainya. “Kami menggalang dukungan kepada Bu Ipuk setelah meihat program-programnnya. Terutama perhatiannya pada keumatan, guru ngaji, dan pendidikan agama. Kami keharap pada Bu Ipuk bisa lebih memberikan perhatian lagi pada pendidikan agama,” kata Samsul.

Sementara itu, Ipuk mengucapkan terima kasih kepada para tokoh agama, guru ngaji, para imam musala di kampung-kampung yang selama ini telah tulus ikhlas mendidik umat. “Bapak-ibu sekalian memiliki peran penting dalam pendidikan agama dan karakter anak-anak kita,” tuturnya.

Dalam kesempatan itu Ipuk menyampaikan program Kartu Kehormatan Guru Ngaji dan Agama. “Kartu Kehormatan Guru Ngaji dan Agama ini merupakan ikhtiar kami untuk memuliakan Bapak/Ibu guru ngaji dan guru agama. Memang, pengabdian Bapak/ibu semua tidak bisa diukur dengan materi, tapi izinkan kami menyiapkan program sebagai apresiasi,” kata dia.

Sedangkan program yang ada dalam Kartu Kehormatan itu ada empat jenis. Pertama. menaikkan insentif (tanda kehormatan) guru ngaji serta memperluas sasaran penerima kepada para guru lintas agama. Kedua, pelatihan peningkatan kapasitas dengan mengikutsertakan guru ngaji dan guru agama dalam kursus-kursus. Ketiga, disiapkan bantuan kitab/buku serta media pembelajaran lainnya.

Keempat, ada beasiswa studi agama ke berbagai kampus atau perguruan tinggi. ”Jadi guru ngaji bisa lanjut studi di Institut Agama Islam, demikian guru agama dari sahabat lintas agama bisa studi lanjut ke sekolah tinggi sesuai agama masing-masing,” ujarnya.

Selama ini, menurut Ipuk, insentif guru ngaji sudah berjalan di Banyuwangi selama beberapa tahun terakhir. “Tentu dilanjutkan dan bahkan siap ditingkatkan. Juga guru keagamaan sahabat-sahabat lintas agama, semua diperhatikan,” ujar Ipuk.

Dalam program keumatan juga ada bantuan renovasi pondok pesantren, renovasi rumah ibadah dan bantuan dana operasional rumah ibadah seluruh agama yang ada di Banyuwangi. (sgt)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/