Sabtu, 23 Oct 2021
Radar Banyuwangi
Home / Ekonomi Bisnis
icon featured
Ekonomi Bisnis

Gempur Rokok Ilegal, Edukasi Pedagang Rokok Eceran

24 September 2021, 08: 00: 59 WIB | editor : AF. Ichsan Rasyid

Gempur Rokok Ilegal, Edukasi Pedagang Rokok Eceran

SELAMATKAN PAJAK NEGARA: Perwakilan Kantor Pelayanan dan Pengawasan Bea Cukai Banyuwangi saat menjadi narasumber sosialisasi Peraturan Perundang-Undangan di Bidang Cukai, pada Kamis (23/9) di Illira Hotel Banyuwangi (ramada kusuma/raba)

Share this      

BANYUWANGI-UU no 11 tahun 1995 Jo UU no 39 tahun 2007 tentang cukai siap menjerat pelaku maupun pengguna rokok ilegal. Ancaman pidananya tidak main-main yakni penjara paling singkat satu tahun dan paling lama lima tahun. “Dengan pidana denda paling sedikit dua kali nilai Cukai, paling banyak 10 kali nilai Cukai,” kata Perwakilan Kantor Pelayanan dan Pengawasan Bea Cukai Banyuwangi I Putu Muda Kumbara saat berbicara dihadapan penjual rokok eceran di wilayah Kecamatan Kalipuro, pada Kamis (23/9) di Illira Hotel Banyuwangi.

Putu mengatakan, pihaknya bersama Pemkab Banyuwangi akan bersama-sama berupaya melawan peredaran rokok ilegal. Tak hanya untuk menyelamatkan pemasukan negara, memberantas peredaran rokok ilegal juga akan menciptakan iklim usaha yang sehat bagi pengusaha dan produsen rokok yang menaati peraturan yang berlaku.

Maraknya peredaran rokok ilegal di wilayah Kabupaten Banyuwangi berpotensi merugikan pemerintah dari sektor pendapatan pajak dan tergerusnya pelaku industri rokok legal.  Pihaknya berharap para pedagang mampu membedakan rokok yang dikemas secara legal dan ilegal.

Baca juga: Menteri Erick Sebut Doesoen Kakao Jadi Percontohan

Peran Bea Cukai di daerah dalam pemanfaatan Dana Bagi Hasil Cukai dan Hasil Tembakau (DBHCTB) ini di antaranya adalah mengintensifkan program sinergi antara Bea Cukai dengan Pemkab untuk mensosialisasikan usaha maupun konsumsi di bidang cukai yang legal serta menekan peredaran barang kena cukai ilegal, sebagaimana yang telah terjalin selama ini.  “Sehingga pemanfaatan DBHCHT ini dapat lebih efektif untuk program-program di bidang kesejahteraaan masyarakat, kesehatan masyarakat, dan penegakan hukum," kata Putu.

Sementara itu, Plt Dinas Koperasi,  Usaha Mikro dan Perdagangan Banyuwangi RR Nanin Oktaviantie mengatakan, pihaknya bersinergi bersama Kantor Pelayanan dan Pengawasan Bea Cukai Banyuwangi untuk mengedukasi pedagang rokok dan masyarakat agar ikut waspada peredaran rokok ilegal yang merugikan negara.

Bagaimana perbedaan antara rokok legal dan rokok ilegal, Nanin menjelaskan jika rokok legal memiliki pita cukai yang dilekatkan pada kemasannya. Sedangkan rokok ilegal berupa rokok polos yang tidak dilengkapi dengan pita cukai. Tidak hanya itu, pita cukai asli yang sesuai dengan desain cukai 2020. Yaitu memiliki hologram dan cetakan yang jelas dan tajam. Sedangkan rokok ilegal terkadang dilengkapi pita cukai palsu yang warnanya tak jelas, seperti memudar.  

“Terkadang rokok ilegal juga ditempel pita cukai bekas yang sudah pernah dipakai. Jadi terlihat jelas ada sobekan, kerutan, atau lusuh,” kata Nanin disela-sela sosialisasi Peraturan Perundang-Undangan di Bidang Cukai secara tatap muka bersama pedagang rokok di wilayah Kecamatan Kalipuro, kemarin. (*)

(bw/sgt/ics/JPR)

©2021 PT. JawaPos Group Multimedia