alexametrics
24.3 C
Banyuwangi
Thursday, August 11, 2022

Launching Rusunawa sebelum Tutup Tahun

BANYUWANGI – Peluang bagi warga berpenghasilan rendah untuk dapat menghuni rumah tinggal yang layak terbuka lebar. Hingga kini Pemkab Banyuwangi masih membuka pendaftaran bagi calon penghuni “apartemen” lima lantai yang berlokasi di Kelurahan Klatak, Kecamatan Kalipuro.

Ya, dalam waktu dekat pemkab akan mengoperasikan rumah susun sederhana sewa (Rusunawa). Ada 198 unit hunian yang tersedia di twin block yang dibangun Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-PR) dengan biaya mencapai Rp 25 miliar tersebut.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Banyuwangi Ikrori Hudanto mengatakan, pendaftaran calon penghuni Rusunawa tersebut telah dibuka sejak awal Desember lalu. Pada tahap awal pendaftaran dibuka untuk 50 hunian di antara total 198 unit yang ada.

Ikrori mengatakan, sejak kali pertama dibuka, jumlah warga yang sudah mengambil formulir pendaftaran di kantor DPKP, jalan Agus Salim, Banyuwangi, sebanyak sepuluh orang. “Tujuh di antaranya sudah memasukkan berkas pendaftaran,” ujarnya, Selasa (19/12).

Menurut Ikrori, setelah menerima berkas pendaftaran, tim yang dibentuk DPKP melakukan pengecekan administrasi serta pengecekan di lapangan. Pengecekan dilakukan untuk memastikan apakah pendaftar tersebut memenuhi kriteria sebagai penghuni Rusunawa ataukah tidak. “Kalau sesuai dengan ketentuan, mereka akan disodori perjanjian. Termasuk kesiapan menaati tata tertib, membayar sewa, dan lain-lain,” kata mantan Kepala Dinas Pertanian tersebut.

Baca Juga :  Susuri Pesona Bahari dengan Kapal Italia Klasik

Ikrori menambahkan, pendaftaran masih dibuka sampai kuota hunian yang tersedia di Rusunawa tersebut terisi penuh. Namun, untuk tahap pertama kuota yang tersedia sebanyak 50 unit hunian. “Ini karena masih ada beberapa pertimbangan. Termasuk suplai air bersih. Ke depan akan ada penambahan kapasitas air bersih, misalnya dengan membangun sumur bor atau menambah jaringan PDAM. Jangan sampai debit air tidak seimbang kebutuhan seluruh penghuni,” kata dia.

Di sisi lain, Ikrori mengaku Rusunawa tersebut akan segera di-launching. Karena baru kali pertama dioperasikan, peluncuran rusunawa itu sekaligus dirangkai selamatan ngebangi. “Insya Allah launching Rusunawa sebelum tutup tahun 2017,” pungkasnya.

Seperti pernah diberitakan, kabar gembira bagi masyarakat berpenghasilan rendah yang belum memiliki rumah. Harapan untuk dapat menghuni tempat tinggal yang layak kini bukan lagi sekadar angan-angan.

Sebab, Pemkab Banyuwangi membuka kesempatan bagi warga tidak mampu untuk menghuni semacam apartemen lima lantai yang berlokasi di Kelurahan Klatak, Kecamatan Kalipuro. Namanya Rusunawa. Tidak tanggung-tanggung, total hunian yang tersedia pada twin block Rusunawa tersebut 198 unit.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Banyuwangi Ikrori Hudanto mengatakan, pihaknya membuka pendaftaran bagi masyarakat yang ingin menempati Rusunawa tersebut. Syaratnya, warga harus mengajukan permohonan menghuni Rusunawa kepada DPKP dengan mengisi formulir pendaftaran.

Baca Juga :  Keripik Sukun; Sumber Energi dengan Aroma Khas

Selain itu, pendaftar harus menyerahkan surat pernyataan sanggup membayar sewa, serta menyerahkan surat keterangan bekerja dan belum memiliki rumah. “Selanjutnya, kami akan menyeleksi calon penghuni yang telah mendaftar dan telah memenuhi persyaratan. Proses seleksi meliputi verifikasi dan survei lapangan,” ujarnya (10/12).

Ikrori menuturkan, kelompok sasaran penghuni Rusunawa adalah warga Banyuwangi yang termasuk dalam kelompok masyarakat berpenghasilan rendah. “Warga Banyuwangi yang dimaksud adalah mereka yang secara administratif tercatat sebagai penduduk Banyuwangi dan bukan aparatur sipil negara (ASN) maupun anggota TNI/Polri,” tuturnya.

Lebih jauh Ikrori mengatakan, calon penghuni Rusunawa harus mempunyai kartu tanda penduduk (KTP) Banyuwangi. Warga yang diutamakan untuk dapat menghuni rumah susun tersebut adalah mereka yang berdomisili di sekitar Rusunawa.

Selain memiliki KTP Banyuwangi, warga yang berhak menempati Rusunawa hanyalah mereka yang belum memiliki rumah tinggal tetap. Hal ini dibuktikan dengan surat keterangan dari lurah atau kepala desa setempat maupun pimpinan tempat calon penghuni bekerja.

BANYUWANGI – Peluang bagi warga berpenghasilan rendah untuk dapat menghuni rumah tinggal yang layak terbuka lebar. Hingga kini Pemkab Banyuwangi masih membuka pendaftaran bagi calon penghuni “apartemen” lima lantai yang berlokasi di Kelurahan Klatak, Kecamatan Kalipuro.

Ya, dalam waktu dekat pemkab akan mengoperasikan rumah susun sederhana sewa (Rusunawa). Ada 198 unit hunian yang tersedia di twin block yang dibangun Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-PR) dengan biaya mencapai Rp 25 miliar tersebut.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Banyuwangi Ikrori Hudanto mengatakan, pendaftaran calon penghuni Rusunawa tersebut telah dibuka sejak awal Desember lalu. Pada tahap awal pendaftaran dibuka untuk 50 hunian di antara total 198 unit yang ada.

Ikrori mengatakan, sejak kali pertama dibuka, jumlah warga yang sudah mengambil formulir pendaftaran di kantor DPKP, jalan Agus Salim, Banyuwangi, sebanyak sepuluh orang. “Tujuh di antaranya sudah memasukkan berkas pendaftaran,” ujarnya, Selasa (19/12).

Menurut Ikrori, setelah menerima berkas pendaftaran, tim yang dibentuk DPKP melakukan pengecekan administrasi serta pengecekan di lapangan. Pengecekan dilakukan untuk memastikan apakah pendaftar tersebut memenuhi kriteria sebagai penghuni Rusunawa ataukah tidak. “Kalau sesuai dengan ketentuan, mereka akan disodori perjanjian. Termasuk kesiapan menaati tata tertib, membayar sewa, dan lain-lain,” kata mantan Kepala Dinas Pertanian tersebut.

Baca Juga :  PLN Inisiasi Touring Mobil Listrik, Tempuh Jakarta-Bali

Ikrori menambahkan, pendaftaran masih dibuka sampai kuota hunian yang tersedia di Rusunawa tersebut terisi penuh. Namun, untuk tahap pertama kuota yang tersedia sebanyak 50 unit hunian. “Ini karena masih ada beberapa pertimbangan. Termasuk suplai air bersih. Ke depan akan ada penambahan kapasitas air bersih, misalnya dengan membangun sumur bor atau menambah jaringan PDAM. Jangan sampai debit air tidak seimbang kebutuhan seluruh penghuni,” kata dia.

Di sisi lain, Ikrori mengaku Rusunawa tersebut akan segera di-launching. Karena baru kali pertama dioperasikan, peluncuran rusunawa itu sekaligus dirangkai selamatan ngebangi. “Insya Allah launching Rusunawa sebelum tutup tahun 2017,” pungkasnya.

Seperti pernah diberitakan, kabar gembira bagi masyarakat berpenghasilan rendah yang belum memiliki rumah. Harapan untuk dapat menghuni tempat tinggal yang layak kini bukan lagi sekadar angan-angan.

Sebab, Pemkab Banyuwangi membuka kesempatan bagi warga tidak mampu untuk menghuni semacam apartemen lima lantai yang berlokasi di Kelurahan Klatak, Kecamatan Kalipuro. Namanya Rusunawa. Tidak tanggung-tanggung, total hunian yang tersedia pada twin block Rusunawa tersebut 198 unit.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Banyuwangi Ikrori Hudanto mengatakan, pihaknya membuka pendaftaran bagi masyarakat yang ingin menempati Rusunawa tersebut. Syaratnya, warga harus mengajukan permohonan menghuni Rusunawa kepada DPKP dengan mengisi formulir pendaftaran.

Baca Juga :  Jual Alat Pelindung Diri Terlengkap

Selain itu, pendaftar harus menyerahkan surat pernyataan sanggup membayar sewa, serta menyerahkan surat keterangan bekerja dan belum memiliki rumah. “Selanjutnya, kami akan menyeleksi calon penghuni yang telah mendaftar dan telah memenuhi persyaratan. Proses seleksi meliputi verifikasi dan survei lapangan,” ujarnya (10/12).

Ikrori menuturkan, kelompok sasaran penghuni Rusunawa adalah warga Banyuwangi yang termasuk dalam kelompok masyarakat berpenghasilan rendah. “Warga Banyuwangi yang dimaksud adalah mereka yang secara administratif tercatat sebagai penduduk Banyuwangi dan bukan aparatur sipil negara (ASN) maupun anggota TNI/Polri,” tuturnya.

Lebih jauh Ikrori mengatakan, calon penghuni Rusunawa harus mempunyai kartu tanda penduduk (KTP) Banyuwangi. Warga yang diutamakan untuk dapat menghuni rumah susun tersebut adalah mereka yang berdomisili di sekitar Rusunawa.

Selain memiliki KTP Banyuwangi, warga yang berhak menempati Rusunawa hanyalah mereka yang belum memiliki rumah tinggal tetap. Hal ini dibuktikan dengan surat keterangan dari lurah atau kepala desa setempat maupun pimpinan tempat calon penghuni bekerja.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/