Kamis, 02 Dec 2021
Radar Banyuwangi
Home / Ekonomi Bisnis
icon featured
Ekonomi Bisnis

Tujuh CEO Startup Nasional Berbagi Tips Ubah Pola Pikir

23 November 2021, 07: 24: 43 WIB | editor : AF. Ichsan Rasyid

Tujuh CEO Startup Nasional Berbagi Tips Ubah Pola Pikir

ATENSI KHUSUS: Bupati Ipuk Fiestiandani Azwar Anas saat membuka Class Educating Youth Business di El Royale Hotel, Minggu (21/11). Acara tersebut dihadiri Deputi Bidang Administrasi Sekretariat Kabinet Faried Utomo, Staf Khusus Presiden RI Putri Tanjung, (ramada kusuma/raba)

Share this      

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi –Berkembangnya dunia digital mendorong para generasi milenial untuk menjadi wirausahawan yang sukses. Kemudahan dan perkembangan teknologi memberi kesempatan bagi generasi milenial untuk bereksplorasi lebih jauh dibandingkan generasi sebelumnya.

Meski demikian, masih banyak yang belum memanfaatkan kesempatan tersebut untuk dijadikan sebagai peluang usaha. Tak sedikit dari mereka memiliki rasa takut akan risiko yang dihadapinya ke depan, padahal peluangnya pun juga terbuka lebar.

Hal ini dikatakan oleh Bupati Ipuk Fiestiandani Azwar Anas dalam Class Educating Youth Business Transforming New Digital Mindset and Implementing Agility in Life & Work Skills for Youth (Mendidik bisnis kaum muda yang mengubah pola pikir digital dan menerapkan kelincahan dalam keterampilan hidup dan bekerja untuk kaum muda, Red), pada Minggu (21/11) di El Royale Hotel. 

Baca juga: Raup Puluhan Juta dari Produksi Replika Katana

Dalam class educating youth business yang dihadiri Staf Khusus Presiden RI Putri Tanjung ini, Ipuk berharap fasilitas kemudahan dalam berkomunikasi berdampak pada mudahnya berbagi informasi, ide, serta pemikiran terhadap suatu kondisi tertentu. Kondisi ini mengubah berbagai pola interaksi dalam masyarakat, termasuk membuka peluang untuk berasimilasi. ”Keterbukaan tersebut memunculkan suatu ekosistem baru dalam masyarakat. Dibandingkan senioritas, sekarang kreativitas lebih dihargai. Keterampilan memecahkan masalah juga menjadi aset berharga,” ujar Ipuk.

Deputi Bidang Administrasi Sekretariat Kabinet (Setkab) Faried Utomo SH MH mengatakan, masa depan sebuah peradaban atau bangsa ditentukan oleh para generasi muda. Kalau generasi milenial sekarang bisa berproduktif, Indonesia akan maju dan progresif. Faried juga memuji kegiatan pahlawan UMKM digital ini yang diharapkan dapat membawa Banyuwangi lebih sejahtera.

”Meski saya baru dua hari di Banyuwangi, namun saya banyak belajar. Saya diajak ke Kampung Batara di mana hutan masih asri, budaya yang luar biasa. Saya juga diajak ke Terakota yang memiliki pemandangan gunung yang luar biasa. Jadi saya berpesan ke para pahlawan UMKM digital untuk selalu menjaga, melestarikan, dan mengangkat alam Banyuwangi, sebab di sinilah ada potensi,” ujar Faried.

Staf Khusus Presiden RI Putri Tanjung mengatakan, generasi milenial harus kreatif, inovatif, dan kolaboratif. Muaranya adalah melakukan perubahan pola pikir (mindset). Kuncinya adalah identifikasi permasalahan, mencari alternatif ide, lalu dipelajari rencana/ide mana yang paling efektif. Setelah dipelajari dan dipilih, maka harus diikuti dengan investasi untuk diterapkan serta kemudian terus dikembangkan (improve),” kata putri kandung pengusaha Chairul Tanjung ini.

CEO Credibook Frans Gabriel menekankan, salah satu penyebab utama bangkrutnya UMKM ada pada pengelolaan keuangan. Padahal pembenahan pencatatan keuangan harus dibiasakan sedari awal usaha. Pencatatan keuangan akan membantu untuk mencapai tujuan usaha. 

Gabriel mengembangkan aplikasi CrediBook. CrediBook memiliki tiga model bisnis yaitu CrediBook, CrediMart, dan CrediStore. ”Aplikasi ini disediakan gratis, karena fokus kami saat ini ada pada tahap penyempurnaan produk. Sehingga kami perlu mengajak sebanyak mungkin pelaku UMKM untuk menggunakannya dan mengetahui apakah aplikasi telah membantu mereka secara signifikan,” katanya. (*/afi/c1)

(bw/als/ics/JPR)

©2021 PT. JawaPos Group Multimedia