Kamis, 02 Dec 2021
Radar Banyuwangi
Home / Ekonomi Bisnis
icon featured
Ekonomi Bisnis

Pengusaha Harus Miliki Filosofi ”Jutawan”

23 November 2021, 07: 27: 22 WIB | editor : AF. Ichsan Rasyid

Pengusaha Harus Miliki Filosofi ”Jutawan”

BERBAGI KIAT JITU: Staf Khusus Presiden RI Putri Tanjung berbicara pentingnya perubahan pola pikir (mindset) sebelum melangkah ke improve. (ramada kusuma/raba)

Share this      

CEO dan Founder Kang Duren, Dzulfikri Putra Malawi mengatakan, Kang Duren adalah salah satu startup yang fokus pada pembangunan ekosistem dan memajukan para petani durian. ”Kang Duren mencoba melakukan terobosan untuk menggaungkan dan menduplikasi program ini ke daerah-daerah lain dengan pola-pola digitalisasi yang bisa diterapkan pada Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dan berguna untuk dunia pertanian,” ujarnya. 

Sementara itu, CEO Wahyoo Peter Shearer mengaku hal utama yang harus tertanam dalam pola pikir seorang pebisnis adalah dengan menjadi problem solver atau solution maker. Dengan terlatih memberikan solusi, maka karakter sebagai pengusaha yang kreatif dan inovatif akan terbentuk.

”Justru dengan terbiasa mencari solusi, kita bisa terpacu menjadi kreatif dan inovatif yang semakin memperkuat karakter dan jiwa pengusaha. Oleh sebab itu, pengusaha harus memiliki filosofi ’jutawan’ (jujur, tangguh, dan menawan),” ujar Peter. 

Baca juga: Gelar Literasi dan Edukasi Keuangan Bersama Nasabah

Ketua Umum ICCN Fiki Satari yang hadir secara virtual mengungkapkan, industri kreatif diyakini bakal menjadi tumpuan perekonomian Indonesia yang utama di masa depan sehingga dibutuhkan bantuan dari semua pihak untuk mendukung kemajuan sektor tersebut.

Menurut Fiki, ekonomi kreatif itu yang pada dasarnya merupakan buah dari ide dan gagasan yang dituangkan dalam kreativitas nyata sangat membutuhkan dukungan semua pihak untuk bisa tumbuh. ”Caranya, dengan melakukan riset dan pengembangan untuk menumbuhkan pembangunan ekonomi, dengan mewujudkan ide atau gagasan yang kreatif dan inovatif, serta ditopang oleh kelengkapan infrastruktur kelembagaan,” katanya.

Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi Suratno menjelaskan, perkembangan teknologi informasi kini berkembang menjadi berbagai platform media sosial. Masyarakat bisa membagikan apa pun melalui media sosial, mulai dari foto, video, tulisan, hingga berbagai mini blog.

Keuntungan menggunakan media sosial adalah adanya tempat sosialisasi dan branding secara gratis. Potensi ini merupakan peluang untuk menjadi wirausahawan sukses yang tidak dimiliki generasi sebelumnya. ”Anak-anak muda tidak harus menggunakan media sosialnya dengan tujuan usaha. Tetapi bisa menggunakannya untuk mempelajari bagaimana algoritmanya bekerja,” ujar Suratno.

Hal senada dikatakan oleh Kabid Pendidikan Masyarakat (Dikmas) Nuriyatus Sholeha. Menurut Nuriyatus, class educating youth business ini mengundang Staf Khusus Presiden RI Putri Tanjung, Ketua Umum ICCN Fiki Satari,  CEO Wahyoo Peter Shearer, CEO Credibook Gabriel Frans, Co-Founder qair.id Rachmat Anggara, CEO Kang Duren Dzulfikri Putra, dan Tim Stafsus Presiden RI Axel Hugo. Pesertanya mencapai 80 peserta yang berasal dari startup asal Banyuwangi. Dibagi menjadi 3 kelas workshop, yakni kelas Start-up 101, Digital Marketing, dan Pembukuan Digital.

”Tentunya ini adalah modal awal yang baik ketika ingin menjadi seorang wirausahawan sukses. Selain pendidikan formal, juga terdapat berbagai pendidikan nonformal. Dengan demikian, berbagai keterampilan dan pengetahuan lebih mudah digali,” pungkasnya. (*/afi/c1)

(bw/als/ics/JPR)

©2021 PT. JawaPos Group Multimedia