alexametrics
27.5 C
Banyuwangi
Sunday, October 2, 2022

Kenaikan Tarif Penyeberangan Ketapang-Gilimanuk Belum Berlaku

KALIPURO, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Calon penumpang kapal laut masih bisa bernapas lega. Sebab, kenaikan tarif baru penyeberangan melalui Pelabuhan ASDP Ketapang yang sedianya bakal diberlakukan sejak pukul 00.00 Senin (19/9), ternyata ditunda.

Belum diberlakukannya tarif baru penyeberangan tersebut dibenarkan pihak Pelabuhan ASDP Ketapang. Pihak pengelola pelabuhan tersebut mengaku hingga kemarin siang tarif angkutan penyeberangan masih normal alias belum mengalami kenaikan.

Petugas bagian loket penumpang Pelabuhan Ketapang Heri mengatakan, belum ada perubahan tarif seperti yang dikabarkan. ”Sudah pukul 00.00 lebih, tapi tidak ada informasi dari pihak pelabuhan. Jadi, masih sama harga tiketnya,” ujarnya.

Hal yang sama juga disampaikan salah satu petugas tiket online, Muhammad Iqbal. Dia mengaku belum ada kabar untuk menaikkan harga tiket. ”Masih normal harganya, belum ada kepastian dari bos,” kata dia.

Sementara itu, Bagian Humas Pelabuhan ASDP Ketapang Ria Mustika mengaku masih belum ada perintah untuk menaikkan tarif kapal laut. ”Sementara tarif baru masih belum berlaku, kami menunggu informasi lebih lanjut dari pusat,” ungkapnya sembari menyebut pihak ASDP akan mengumumkan ke masyarakat jika sudah ada kepastian dari pusat terkait pemberlakuan tarif baru.

Baca Juga :  Sosialisasi SPT, KPP Gelar SpecTAXcular

Sebelumnya, tarif angkutan penyeberangan di Pelabuhan Ketapang dan pelabuhan-pelabuhan lain di Indonesia santer dikabarkan bakal naik mulai Senin (19/9). Penyesuaian tarif tersebut diatur dalam Keputusan Menteri Perhubungan (Menhub) Nomor 172 Tahun 2022 tentang Tarif Penyelenggaraan Angkutan Penyeberangan Kelas Ekonomi Lintas Antar Provinsi dan Lintas Antar Negara.

Sementara itu, salah satu calon penumpang, Holis, mengaku bersyukur tarif angkutan penyeberangan belum naik. ”Saya cepat-cepat beli tiket sebelum harga naik,” kata warga Kelurahan Bulusan, Kecamatan Kalipuro itu.

Seperti diberitakan sebelumnya, Ketua DPC Gabungan Pengusaha Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (Gapasdap) Banyuwangi I Putu Widiana membenarkan penyesuaian harga baru pasca-kenaikan BBM sudah dikeluarkan. Rencananya, penyesuaian tarif tersebut mulai diberlakukan sejak Senin dini hari (19/9).

Baca Juga :  Jelang Nyepi, Pelabuhan Tetap Sepi

Putu menuturkan, berdasar rata-rata nasional, kenaikan tarif seluruh angkutan penyeberangan mencapai 11,79 persen dari tarif sebelumnya. Sedangkan untuk lintasan Ketapang–Gilimanuk, kenaikannya mencapai 28,14 persen. Dengan kenaikan tersebut, gambaran tarif baru golongan II atau kendaraan roda 2 dari tarif sebelumnya Rp 27.000 menjadi Rp 34.500. Kendaraan roda 4 pribadi (golongan IVa) dari sebelumnya Rp 182.500 diperkirakan bisa naik menjadi Rp 234.000.

Pada saat pandemi Covid-19, imbuh Putu, kenaikan tarif yang diusulkan oleh DPP Gapasdap bersama pemerintah 35,4 persen. Seharusnya, angka efektif kenaikan tarif di angka 47 persen dengan estimasi perhitungan kenaikan baru 11,79 persen rata-rata ditambah dengan usulan sebelumnya 35, 4 persen. ”Padahal angkutan lain yang menggunakan jasa kapal seperti bus dan truk sudah menaikkan tarif, antara 40 sampai 100 persen,” pungkasnya. (cw2/sgt/c1)

KALIPURO, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Calon penumpang kapal laut masih bisa bernapas lega. Sebab, kenaikan tarif baru penyeberangan melalui Pelabuhan ASDP Ketapang yang sedianya bakal diberlakukan sejak pukul 00.00 Senin (19/9), ternyata ditunda.

Belum diberlakukannya tarif baru penyeberangan tersebut dibenarkan pihak Pelabuhan ASDP Ketapang. Pihak pengelola pelabuhan tersebut mengaku hingga kemarin siang tarif angkutan penyeberangan masih normal alias belum mengalami kenaikan.

Petugas bagian loket penumpang Pelabuhan Ketapang Heri mengatakan, belum ada perubahan tarif seperti yang dikabarkan. ”Sudah pukul 00.00 lebih, tapi tidak ada informasi dari pihak pelabuhan. Jadi, masih sama harga tiketnya,” ujarnya.

Hal yang sama juga disampaikan salah satu petugas tiket online, Muhammad Iqbal. Dia mengaku belum ada kabar untuk menaikkan harga tiket. ”Masih normal harganya, belum ada kepastian dari bos,” kata dia.

Sementara itu, Bagian Humas Pelabuhan ASDP Ketapang Ria Mustika mengaku masih belum ada perintah untuk menaikkan tarif kapal laut. ”Sementara tarif baru masih belum berlaku, kami menunggu informasi lebih lanjut dari pusat,” ungkapnya sembari menyebut pihak ASDP akan mengumumkan ke masyarakat jika sudah ada kepastian dari pusat terkait pemberlakuan tarif baru.

Baca Juga :  Cerita Pemilik Warung Indonesia  Yang Viral di Korea Selatan

Sebelumnya, tarif angkutan penyeberangan di Pelabuhan Ketapang dan pelabuhan-pelabuhan lain di Indonesia santer dikabarkan bakal naik mulai Senin (19/9). Penyesuaian tarif tersebut diatur dalam Keputusan Menteri Perhubungan (Menhub) Nomor 172 Tahun 2022 tentang Tarif Penyelenggaraan Angkutan Penyeberangan Kelas Ekonomi Lintas Antar Provinsi dan Lintas Antar Negara.

Sementara itu, salah satu calon penumpang, Holis, mengaku bersyukur tarif angkutan penyeberangan belum naik. ”Saya cepat-cepat beli tiket sebelum harga naik,” kata warga Kelurahan Bulusan, Kecamatan Kalipuro itu.

Seperti diberitakan sebelumnya, Ketua DPC Gabungan Pengusaha Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (Gapasdap) Banyuwangi I Putu Widiana membenarkan penyesuaian harga baru pasca-kenaikan BBM sudah dikeluarkan. Rencananya, penyesuaian tarif tersebut mulai diberlakukan sejak Senin dini hari (19/9).

Baca Juga :  Pembangunan PLTM Ditargetkan 2023 Selesai

Putu menuturkan, berdasar rata-rata nasional, kenaikan tarif seluruh angkutan penyeberangan mencapai 11,79 persen dari tarif sebelumnya. Sedangkan untuk lintasan Ketapang–Gilimanuk, kenaikannya mencapai 28,14 persen. Dengan kenaikan tersebut, gambaran tarif baru golongan II atau kendaraan roda 2 dari tarif sebelumnya Rp 27.000 menjadi Rp 34.500. Kendaraan roda 4 pribadi (golongan IVa) dari sebelumnya Rp 182.500 diperkirakan bisa naik menjadi Rp 234.000.

Pada saat pandemi Covid-19, imbuh Putu, kenaikan tarif yang diusulkan oleh DPP Gapasdap bersama pemerintah 35,4 persen. Seharusnya, angka efektif kenaikan tarif di angka 47 persen dengan estimasi perhitungan kenaikan baru 11,79 persen rata-rata ditambah dengan usulan sebelumnya 35, 4 persen. ”Padahal angkutan lain yang menggunakan jasa kapal seperti bus dan truk sudah menaikkan tarif, antara 40 sampai 100 persen,” pungkasnya. (cw2/sgt/c1)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/