alexametrics
27.7 C
Banyuwangi
Saturday, July 2, 2022

Ipuk Siap Fasilitasi Pengembangan Usaha Kreatif

Azwar Anas kembali menunjukkan keberpihakan pada pengembangan industri kreatif di Banyuwangi. Dia telah menyiapkan program pengembangan kreativitas anak muda, di antaranya di sektor otomotif.

          Hal itu diungkapkan Ipuk saat berkunjung ke bengkel Enggal Modified di Kecamatan Gambiran Sabtu (17/10). Enggal Modified adalah workshop modifikasi motor milik Enggal Purna Prahara atau yang akrab disapa Enggal. Bengkel tersebut menjadi buah bibir di jagat nasional setelah menjuarai ajang modifikasi nasional pada tahun lalu.

Ipuk mengatakan, dari sosok Enggal pihaknya bisa belajar bahwa apabila ditekuni dan diseriusi, hobi bisa menjadi sesuatu yang kreatif. “Bahkan bisa membuka lapangan pekerjaan,” ujarnya.

Ipuk sempat berkeliling bengkel milik Enggal untuk melihat berbagai jenis hasil kreasi dan modifikasi pria asli Banyuwangi tersebut, mulai motor tua hingga sepeda BMX yang dimodifikasi. Bahkan Ipuk mengorek informasi dari Enggal, mulai awal pendirian bengkel, cara modifikasi, manajemen, dan marketing.

Menurut Ipuk, apa yang dilakukan Enggal patut ditiru anak muda Banyuwangi lainnya. “Mas Enggal ini mengajak anak-anak jalanan dan kurang mampu untuk belajar dan bekerja di bengkelnya. Setelah itu dia bina agar mereka bisa mandiri,” kata istri Bupati Abdullah Azwar Anas tersebut.

Ipuk menuturkan, ke depan pemerintah daerah wajib memfasilitasi pengembangan kreativitas anak muda di bidang motor custom. Ipuk telah menyiapkan program pengembangan kreativitas anak muda, di antaranya di sektor otomotif. “Dengan difasilitasi, konsisten didampingi, ada pelatihan dan sebagainya, sangat mungkin lahir banyak builder motor hebat seperti Mas Enggal. Bahkan ini berpotensi menjadi sektor ekonomi baru, di mana Banyuwangi akan dikenal sebagai referensi bengkel motor custom. Itu akan ikut membuka lapangan kerja,” paparnya.

Sekadar diketahui, Enggal mengawali usahanya dari hobi main motor. Mulai 2005 dia berani bongkar pasang motor. Baru satu tahun di 2006 mulai terima order modifikasi. “Awalnya hanya terima order dari teman-teman dulu. Dan akhirnya banyak order dari luar setelah melihat hasil yang saya kerjakan,” kata Enggal.

Enggal tidak memiliki aliran khusus. Tidak hanya motor, dia juga memodifikasi BMX cub, street cub sampai moge beraliran sport dan klasik atau H-D.

Berkat kegigihannya, nama Enggal telah dikenal di dunia modifikasi baik nasional maupun internasional. Dia berkali-kali meraih juara modifikasi. Salah satunya The Greatest Bike Suryanation Motorland 2019, dan lainnya.

 

Enggal berharap, ke depan Banyuwangi bisa  memberi wadah pada industri kreatif motor. “Saya melihat Bu Ipuk memiliki perhatian pada industri kreatif. Karena itu kami berharap agar ada wadah untuk industri kreatif motor,” pintanya.

Menurut Enggal industri kreatif motor memiliki potensi yang sangat besar. Di bengkelnya misalnya, ada 30 orang yang belajar dan bekerja. “Kami tanamkan suatu saat mereka membuka bengkel sendiri. Selanjutnya bisa membuka tim sendiri. Bisa saling lempar pekerjaan. Peluangnya lebih dan besar,” pungkasnya. (sgt)

Azwar Anas kembali menunjukkan keberpihakan pada pengembangan industri kreatif di Banyuwangi. Dia telah menyiapkan program pengembangan kreativitas anak muda, di antaranya di sektor otomotif.

          Hal itu diungkapkan Ipuk saat berkunjung ke bengkel Enggal Modified di Kecamatan Gambiran Sabtu (17/10). Enggal Modified adalah workshop modifikasi motor milik Enggal Purna Prahara atau yang akrab disapa Enggal. Bengkel tersebut menjadi buah bibir di jagat nasional setelah menjuarai ajang modifikasi nasional pada tahun lalu.

Ipuk mengatakan, dari sosok Enggal pihaknya bisa belajar bahwa apabila ditekuni dan diseriusi, hobi bisa menjadi sesuatu yang kreatif. “Bahkan bisa membuka lapangan pekerjaan,” ujarnya.

Ipuk sempat berkeliling bengkel milik Enggal untuk melihat berbagai jenis hasil kreasi dan modifikasi pria asli Banyuwangi tersebut, mulai motor tua hingga sepeda BMX yang dimodifikasi. Bahkan Ipuk mengorek informasi dari Enggal, mulai awal pendirian bengkel, cara modifikasi, manajemen, dan marketing.

Menurut Ipuk, apa yang dilakukan Enggal patut ditiru anak muda Banyuwangi lainnya. “Mas Enggal ini mengajak anak-anak jalanan dan kurang mampu untuk belajar dan bekerja di bengkelnya. Setelah itu dia bina agar mereka bisa mandiri,” kata istri Bupati Abdullah Azwar Anas tersebut.

Ipuk menuturkan, ke depan pemerintah daerah wajib memfasilitasi pengembangan kreativitas anak muda di bidang motor custom. Ipuk telah menyiapkan program pengembangan kreativitas anak muda, di antaranya di sektor otomotif. “Dengan difasilitasi, konsisten didampingi, ada pelatihan dan sebagainya, sangat mungkin lahir banyak builder motor hebat seperti Mas Enggal. Bahkan ini berpotensi menjadi sektor ekonomi baru, di mana Banyuwangi akan dikenal sebagai referensi bengkel motor custom. Itu akan ikut membuka lapangan kerja,” paparnya.

Sekadar diketahui, Enggal mengawali usahanya dari hobi main motor. Mulai 2005 dia berani bongkar pasang motor. Baru satu tahun di 2006 mulai terima order modifikasi. “Awalnya hanya terima order dari teman-teman dulu. Dan akhirnya banyak order dari luar setelah melihat hasil yang saya kerjakan,” kata Enggal.

Enggal tidak memiliki aliran khusus. Tidak hanya motor, dia juga memodifikasi BMX cub, street cub sampai moge beraliran sport dan klasik atau H-D.

Berkat kegigihannya, nama Enggal telah dikenal di dunia modifikasi baik nasional maupun internasional. Dia berkali-kali meraih juara modifikasi. Salah satunya The Greatest Bike Suryanation Motorland 2019, dan lainnya.

 

Enggal berharap, ke depan Banyuwangi bisa  memberi wadah pada industri kreatif motor. “Saya melihat Bu Ipuk memiliki perhatian pada industri kreatif. Karena itu kami berharap agar ada wadah untuk industri kreatif motor,” pintanya.

Menurut Enggal industri kreatif motor memiliki potensi yang sangat besar. Di bengkelnya misalnya, ada 30 orang yang belajar dan bekerja. “Kami tanamkan suatu saat mereka membuka bengkel sendiri. Selanjutnya bisa membuka tim sendiri. Bisa saling lempar pekerjaan. Peluangnya lebih dan besar,” pungkasnya. (sgt)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/