alexametrics
25.3 C
Banyuwangi
Thursday, July 7, 2022

Tarif Belum Naik, Listrik Prabayar Sudah Cepat Habis

GIRI, Radar Banyuwangi – Kenaikan tarif listrik untuk pelanggan dengan daya 3.500 VA ke atas baru akan direalisasikan pada awal Juli nanti. Kendati begitu, kenaikan sudah dirasakan beberapa pelanggan prabayar.

Salah satunya Suryanto, 38, warga Dusun Kopendukuh, Desa Grogol, Kecamatan Giri, Banyuwangi. Dia mengaku merasakan perubahan harga tarif listrik yang cukup lumayan. Hal itu dirasakan saat token pulsa Rp 200 ribu yang biasanya habis dalam waktu satu bulan, kini habis hanya dalam waktu 12 hari.

Padahal, konsumsi listrik di vila yang dia kelola tetap sama, yaitu untuk kebutuhan tujuh lampu setiap malam. Kondisi seperti itu sudah berlangsung dua kali. Terakhir, Yanto memilih membeli token Rp 100 ribu. ”Ini saya beli token Rp 100 ribu. Saya tunggu dulu habisnya berapa lama. Listrik di vila kebetulan dayanya 3.500 VA,” terangnya.

Tak hanya di vila yang dijaganya, di tempat tinggalnya konsumsi listrik juga lebih tinggi. Yanto menggunakan daya 900 VA subsidi. Biasanya dia membeli token Rp 50 ribu untuk dua bulan. Namun, saat ini token habis sebelum satu bulan. ”Belum sempat lapor PLN. Tapi nanti saya tunggu dulu pembelian terakhir ada perubahan atau tidak,” jelasnya.

Sementara itu, PLN merilis penyesuaian tarif tenaga listrik (tarif adjustment) kepada pelanggan rumah tangga mampu nonsubsidi golongan 3.500 volt ampere (VA) ke atas (R2 dan R3) dan golongan pemerintah (P1, P2, dan P3) mulai 1 Juli 2022. Dengan adanya penyesuaian tarif, pelanggan rumah tangga R2 berdaya 3.500 VA hingga 5.500 VA (1,7 juta pelanggan) dan R3 dengan daya 6.600 VA ke atas (316 ribu pelanggan) tarifnya disesuaikan dari Rp 1.444,7 per kilowatt hour (kwh) menjadi Rp 1.699,53 per kwh.

Manajer PLN UP3 Banyuwangi Yudho Rahadianto mengatakan, tarif listrik per kwh untuk 13 golongan pelanggan nonsubsidi PLN per 1 April sampai dengan 30 Juni 2022 tidak berubah atau tetap. Begitu juga dengan tarif listrik PLN 2022 untuk 25 golongan pelanggan bersubsidi lainnya juga tidak mengalami perubahan alias besaran tarifnya tetap.

Terkait keluhan konsumsi listrik yang dialami pelanggan, Yudho menyarankan pelanggan bisa men-download aplikasi PLN mobile dalam rangka kemudahan informasi terkait gangguan pelayanan dan keluhan. ”Untuk mengetahui sumber masalahnya, pelanggan bisa melaporkan hal tersebut melalui aplikasi PLN mobile dengan menggunakan jasa listriQu atau dapat menghubungi instalatur terdekat untuk melakukan pengecekan terhadap instalasi milik pelanggan,’’ pungkasnya. (fre/aif/c1)

GIRI, Radar Banyuwangi – Kenaikan tarif listrik untuk pelanggan dengan daya 3.500 VA ke atas baru akan direalisasikan pada awal Juli nanti. Kendati begitu, kenaikan sudah dirasakan beberapa pelanggan prabayar.

Salah satunya Suryanto, 38, warga Dusun Kopendukuh, Desa Grogol, Kecamatan Giri, Banyuwangi. Dia mengaku merasakan perubahan harga tarif listrik yang cukup lumayan. Hal itu dirasakan saat token pulsa Rp 200 ribu yang biasanya habis dalam waktu satu bulan, kini habis hanya dalam waktu 12 hari.

Padahal, konsumsi listrik di vila yang dia kelola tetap sama, yaitu untuk kebutuhan tujuh lampu setiap malam. Kondisi seperti itu sudah berlangsung dua kali. Terakhir, Yanto memilih membeli token Rp 100 ribu. ”Ini saya beli token Rp 100 ribu. Saya tunggu dulu habisnya berapa lama. Listrik di vila kebetulan dayanya 3.500 VA,” terangnya.

Tak hanya di vila yang dijaganya, di tempat tinggalnya konsumsi listrik juga lebih tinggi. Yanto menggunakan daya 900 VA subsidi. Biasanya dia membeli token Rp 50 ribu untuk dua bulan. Namun, saat ini token habis sebelum satu bulan. ”Belum sempat lapor PLN. Tapi nanti saya tunggu dulu pembelian terakhir ada perubahan atau tidak,” jelasnya.

Sementara itu, PLN merilis penyesuaian tarif tenaga listrik (tarif adjustment) kepada pelanggan rumah tangga mampu nonsubsidi golongan 3.500 volt ampere (VA) ke atas (R2 dan R3) dan golongan pemerintah (P1, P2, dan P3) mulai 1 Juli 2022. Dengan adanya penyesuaian tarif, pelanggan rumah tangga R2 berdaya 3.500 VA hingga 5.500 VA (1,7 juta pelanggan) dan R3 dengan daya 6.600 VA ke atas (316 ribu pelanggan) tarifnya disesuaikan dari Rp 1.444,7 per kilowatt hour (kwh) menjadi Rp 1.699,53 per kwh.

Manajer PLN UP3 Banyuwangi Yudho Rahadianto mengatakan, tarif listrik per kwh untuk 13 golongan pelanggan nonsubsidi PLN per 1 April sampai dengan 30 Juni 2022 tidak berubah atau tetap. Begitu juga dengan tarif listrik PLN 2022 untuk 25 golongan pelanggan bersubsidi lainnya juga tidak mengalami perubahan alias besaran tarifnya tetap.

Terkait keluhan konsumsi listrik yang dialami pelanggan, Yudho menyarankan pelanggan bisa men-download aplikasi PLN mobile dalam rangka kemudahan informasi terkait gangguan pelayanan dan keluhan. ”Untuk mengetahui sumber masalahnya, pelanggan bisa melaporkan hal tersebut melalui aplikasi PLN mobile dengan menggunakan jasa listriQu atau dapat menghubungi instalatur terdekat untuk melakukan pengecekan terhadap instalasi milik pelanggan,’’ pungkasnya. (fre/aif/c1)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/