alexametrics
28.1 C
Banyuwangi
Thursday, July 7, 2022

Berburu Aneka Takjil di Jalan Letjen Sutoyo

BANYUWANGI – Nuansa Rama­dan sangat terasa bila melintas di sepanjang Jalan Letjen Sutoyo, Ba­nyuwangi. Pedagang jajanan dan makanan berjejer di sepanjang jalan sejak Kamis (17/5) lalu. Me­reka kompak memakai kaus senada dan ID card sebagai penjual takjil Ramadan.

Lapak-lapak pedagang mulai muncul pukul 13.30. Mereka men­jajakan beraneka makanan. Mulai takjil hingga sayur dan lauk. Pada pukul 15.00 jalan ini akan ditutup sampai dengan pukul 18.00. ”Kita jam setengah dua sudah siap-siap. Jalanan di sini nantinya ditutup mulai jam 15.00 sampai selesai buka puasa sekitar jam 18.00,” ujar Rifa, 34, pedagang takjil.

Walaupun baru hari kedua puasa, takjil-takjil di sini sudah diburu banyak orang. Banyak orang yang datang ke sini untuk membeli santapan buka puasa sekaligus ngabuburit.

”Di daerah rumah saya gak ada yang jual kayak gini. Ini sambil beli buat lauk buka puasa ya sekaligus ingin jalan-jalan, ngabuburit,” ungkap Vina, 37, pembeli takjil Ramadan.

Harga makanan dan jajanan di sini relatif murah, yaitu mulai harga Rp 4.000-an saja. Menurut beberapa pembeli, adanya penjual takjil Ramadan di Jalan Letjen Sutoyo ini mempermudah mereka dalam menyiapkan menu buka puasa. Jadi bagi yang tidak ada waktu untuk memasak menu buka puasa bisa datang ke sini. ”Lebih memudahkan sih. Harganya juga termasuk murah daripada buat sendiri di rumah,” Vina mengim­buh­kan.

Untuk membeli makanan di sini tidak perlu takut kotor. Karena pedagang-pedagang di sini sangat memperhatikan kebersihan tempat jualan dan dagangan mereka.

”Iya, kita memperhatikan itu. Kita juga membayar petugas kebersihan. Karena sebelumnya Pak Lurah sudah mewanti-wanti untuk menjaga kebersihan,” pungkas Rifa, pedagang yang sekaligus menjabat Bendahara Paguyuban Takjil Ramadan.

BANYUWANGI – Nuansa Rama­dan sangat terasa bila melintas di sepanjang Jalan Letjen Sutoyo, Ba­nyuwangi. Pedagang jajanan dan makanan berjejer di sepanjang jalan sejak Kamis (17/5) lalu. Me­reka kompak memakai kaus senada dan ID card sebagai penjual takjil Ramadan.

Lapak-lapak pedagang mulai muncul pukul 13.30. Mereka men­jajakan beraneka makanan. Mulai takjil hingga sayur dan lauk. Pada pukul 15.00 jalan ini akan ditutup sampai dengan pukul 18.00. ”Kita jam setengah dua sudah siap-siap. Jalanan di sini nantinya ditutup mulai jam 15.00 sampai selesai buka puasa sekitar jam 18.00,” ujar Rifa, 34, pedagang takjil.

Walaupun baru hari kedua puasa, takjil-takjil di sini sudah diburu banyak orang. Banyak orang yang datang ke sini untuk membeli santapan buka puasa sekaligus ngabuburit.

”Di daerah rumah saya gak ada yang jual kayak gini. Ini sambil beli buat lauk buka puasa ya sekaligus ingin jalan-jalan, ngabuburit,” ungkap Vina, 37, pembeli takjil Ramadan.

Harga makanan dan jajanan di sini relatif murah, yaitu mulai harga Rp 4.000-an saja. Menurut beberapa pembeli, adanya penjual takjil Ramadan di Jalan Letjen Sutoyo ini mempermudah mereka dalam menyiapkan menu buka puasa. Jadi bagi yang tidak ada waktu untuk memasak menu buka puasa bisa datang ke sini. ”Lebih memudahkan sih. Harganya juga termasuk murah daripada buat sendiri di rumah,” Vina mengim­buh­kan.

Untuk membeli makanan di sini tidak perlu takut kotor. Karena pedagang-pedagang di sini sangat memperhatikan kebersihan tempat jualan dan dagangan mereka.

”Iya, kita memperhatikan itu. Kita juga membayar petugas kebersihan. Karena sebelumnya Pak Lurah sudah mewanti-wanti untuk menjaga kebersihan,” pungkas Rifa, pedagang yang sekaligus menjabat Bendahara Paguyuban Takjil Ramadan.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/